Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Review Film Aruna dan Lidahnya


Film bertema kuliner ini berdurasi 106 menit. Rilis diakhir bulan atau 27 September, film ini membawa sejumlah nama populer. Seperti Nicholas Saputra, Dian Sastro, Hannah Al Rasyid dan Oka Antara. Seberapa greget film arahan sutradara Edwin ini.

Kami kembali ke bioskop akhirnya. Seperti sebelumnya, kami hanya dapat pergi saat mendapatkan tiket cuma-cuma alias gratis. Maklumi kami. Dan kesempatan kali ini bisa dikatakan luar biasa. Ya, ada salah satu pemainnya datang menyapa penonton Semarang. Nanti bagian akhir kami bocorkan namanya (meski kami tahu, kalian pasti sudah tahu juga).

Sempat turun

Saat mendapatkan kabar bahwa kami dapat tiket nonton bareng secara cuma-cuma, kami tahu ini waktunya membuat ulasan film yang sudah lama tidak kami lakukan di blog dotsemarang. Kami biasa membayar tiket cuma-cuma ini dengan ulasan.

Film Aruna menjelang satu pekan film ini bertahan rupanya sudah diturunkan hari Rabu (3/10). Sayang sekali sebenarnya. Tapi tak masalah kami pikir, mengingat kami nonton bareng pemainnya dan tak mungkin filmnya tidak diputar.

Ternyata saat kami tiba di lokasi sore hari, beberapa jam sebelum film diputar, film Aruna kembali diputar dengan waktu penuh (sesuai jadwal biasanya). Wow, mengejutkan. Padahal pagi sudah turun, tapi siangnya sudah kembali. Syukurlah.

Jaminan menarik ?


Kami sudah di dalam dan bersiap menonton setelah pemain filmnya pergi. Kami baru sadar bahwa film ini diangkat dari cerita novel. Tentu ini bisa dikatakan sebagai salah satu jaminan film ini menarik.

Karakter kuat para pemain yang sangat berpengalaman dalam film produksi Palari Films tak perlu diragukan lagi. Mungkin ini jaminan kedua bahwa film ini menarik untuk ditonton.

Yang ketiga, genre film ini yang menyajikan makanan asli Indonesia yang dikemas dengan sangat baik dan mampu membuat penonton ikut hanyut ingin menyantap. Kuliner yang dibawa sangat menarik dan jarang-jarang mendengarnya, apalagi memakannya.

Sebagai penonton, semua harapan di atas (jaminan) yang dikemas dengan kata-kata bagus dari kami seharusnya sudah tak perlu diragukan lagi untuk kamu pergi ke bioskop dan duduk di sana (bioskop). 

Namun sayangnya, harapan itu tidak demikian menurut kami. Wajah cantik Aruna yang selalu berbicara di depan kamera, yang kadang membuat tertawa dan senyum-senyum sendiri, kurang mendapatkan porsinya untuk menenggelamkan kami ke dalam perasaan soal makanan.

Kami pikir dari judul film ini akan menemukan sesuatu yang luar biasa dari Aruna. Menilai makanan dengan luar biasa, dan berbicara lebih banyak soal makanan ketimbang drama yang terjadi diantara dirinya dan Farish (Oka).

Entah apakah ini perasaan kami saja, malah harapan itu tersematkan pada Nicholas yang berperan sebagai Bono, seorang Chef dan Hannah sebagai NAD, penulis buku tentang makanan.

Bumbu drama dalam film ini memang bukan sekedar timeline dalam perjalanan mereka dari satu kota ke kota lain, layaknya film petualangan. Kadang itu manis, membangkitkan suasan dan kadang juga sepet.

Sebentar yang berarti


Sepertinya kamu tidak sabar untuk melangkah sampai paragraf ini. Ya, pemain yang datang ke bioskop Semarang yang berada di Mal Ciputra adalah Nicholas Saputra.

Berpakaian hitam dan mulai menyapa penonton sebelum film diputar. Sayangnya, itu hanya sebentar dan langsung pergi meninggalkan kami. Kesempatan foto bersama pun sepertinya tidak dapat.

Aktor yang dikenal sebagai Rangga ini sebelumnya mengisi acara di salah satu kampus Semarang. Mungkin karena sudah lelah, ia hanya sedikit memberi pesan dan mengucapkan terima kasih untuk kepada penonton.

Sebenarnya ini adalah kesempatan berharga menurut kami. Sangat jarang melihat sosok ini yang mau mempromosikan film di bioskop Semarang.

..

Kalau kamu suka dengan akting Dian Sastro dan Nicholas Saputra, kamu harus pergi ke bioskop melihat mereka bereunian dalam satu film yang jarang-jarang melihat mereka, kecuali Ada Apa Dengan Cinta 2.

Ragam kuliner yang makyus dan membuat penasaran, mungkin kamu pernah makan, film ini juga bisa dimasukkan dalam daftar tonton secepatnya. Mengingat film ini bisa kapan saja turun. Sayangkan, rasa penasaranmu tidak tersalurkan.

Ulasan kami hanya sebagai penonton biasa, yang selalu berharap ingin yang luar biasa. Maka saat kamu tiba di halaman ini dan kurang setuju, anggap saja bahwa ini salah satu rekomendasi yang bisa diikuti atau tidak.

*Terima kasih buat rekan bloger kami yang memberikan tiketnya

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📱 PlayFix Android & Laptop Service Semarang: Mampukah Bertahan di "Lahan Panas" Jalan Kartini?

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026