Posts

Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

Image
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...

⚡ Mengamati Strategi Pemasaran realme x Harry Potter Pop-Up Bus di Queen City Mall Semarang

Image
Mengunjungi Queen City Mall Semarang di pertengahan September kemarin memberikan pengalaman tersendiri. Selain karena agenda mengamati kemeriahan Kirab Tiong Jiu Pek Gwee Cap Go di kawasan Pecinan, kami juga menyempatkan diri mampir ke mal yang lokasinya tidak jauh dari area budaya tersebut. Tujuan utama kami sebenarnya ingin melihat dari dekat pameran gadget TECHNOVERSE yang gelatannya sudah sempat kami ulas sebelumnya. Namun, suasana mal hari itu terasa jauh lebih hidup karena hadirnya aktivasi bernuansa dunia sihir: realme x Harry Potter Pop-Up Bus . Menghadiri tiga agenda event sekaligus dalam sehari memang cukup menguras energi. Beruntung, TECHNOVERSE dan Pop-Up Bus realme ini berada di satu titik lokasi yang sama. Momen ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana pengelola mal dan brand teknologi membaca peluang lalu lintas pengunjung di pusat Kota Semarang. Pembacaan Momentum dan Sinergi Acara di Queen City Mall Melihat keberadaan realme x Harry Potter Pop-Up Bus yang had...

💻 Mengenal Tandem OLED di ASUS ExpertBook Ultra

Image
Saat kami diberitahu tentang kekurangan pada video yang baru kami unggah di Reels , kami jadi teringat event di bulan Juni lalu. Laptop ASUS ExpertBook Ultra yang kami bahas ternyata spesifikasi layarnya bukan OLED biasa, melainkan 3K Tandem OLED. Setelah videonya direvisi, kami memutuskan untuk menuliskannya kembali kali ini. Flashback Juni: Demo Meja ke Meja yang Bikin Penasaran Pada acara di bulan Juni tersebut, tim ASUS melakukan sebuah aksi demo yang terbilang berani dan cukup berbeda. Mereka mendatangi meja demi meja peserta acara sambil membawa dua unit laptop yang dinyalakan berdampingan untuk dibandingkan secara langsung dari sisi kualitas layar. Di sebelah kiri ada unit ASUS ExpertBook Ultra, sementara di sebelah kanan berdiri laptop pembanding dari jenama kompetitor, yaitu MacBook Air M2 . Saat kedua layar disandingkan di bawah pendar lampu ballroom pameran yang cukup terang, perbedaannya langsung terlihat jelas . Tampilan wallpaper biru pada layar ExpertBook Ultra memancar...

🚲 Ketika "Kekuasaan" Sepeda Gen Alpha di CFD Simpang Lima Harus Mengalah oleh Lautan Kaos Kuning

Image
Fenomena anak-anak sepeda dari Generasi Alpha di Car Free Day (CFD) Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang memang tidak ada habisnya untuk disimak. Dari pekan ke pekan, kami memperhatikan pergerakan mereka semakin tidak terbendung. Jika awalnya mereka hanya mengambil satu lajur di Jalan Pahlawan—tepatnya di depan gerbang Kantor Gubernur Jawa Tengah—belakangan wilayah kekuasaan mereka meluas secara masif. Hampir empat lajur, baik sisi kiri maupun kanan di area looping depan Kantor Gubernur arah ke Makam Pahlawan Giri Tunggal, disapu bersih oleh atraksi dan lalu lalang sepeda BMX mereka. Bahkan saat CFD sempat ditiadakan pada 16 Agustus lalu, kami melihat anak-anak sepeda ini tetap eksis di jalanan. Meskipun akhirnya petugas Dishub harus turun tangan mengatur lalu lintas yang mulai padat, mental anak-anak Gen Alpha ini seolah tidak ada matinya untuk tetap menguasai aspal Jalan Pahlawan. Namun, di balik dominasi mereka yang seolah tanpa tanding di hari Minggu pagi, ada momen komedi s...

🏬 Review Mal 23 Semarang: Pengalaman Menjelajah Mal Pesisir

Image
Berdiri di tepi jalan kawasan POJ City sembari memandangi alur sungai yang mengalir menuju laut lepas, ada pemandangan kontras yang menyita perhatian . Di seberang aliran air tempat perahu-perahu nelayan bersandar , berdiri megah bangunan bertekstur oranye-terakota . Itulah 23 Semarang Shopping Center atau sering kami sebut dengan nama Mal 23 Semarang. Sebuah pusat perbelanjaan yang posisinya cukup unik karena berada tepat di kawasan pesisir Kota Atlas . Lokasinya ini memberikan daya pikat tersendiri yang berbeda jika dibandingkan dengan mal-mal tengah kota yang umumnya terkungkung riuk kemacetan lalu lintas. Kebodohan Bersepeda di Pesisir Semarang Sebuah pengakuan jujur: kami sempat merasa menjadi "orang paling bodoh" ketika memutuskan datang ke area mal ini mengayuh sepeda di pertengahan bulan Juli lalu . Cuaca pesisir Semarang di siang hari memang tidak pernah bercanda. Sengatan teriknya langsung membakar semangat begitu roda sepeda berputar mendekati area pantai. Namun, r...

🚗 Strategi Pre-Event Merek dan Pudarnya Pesona Hari Pertama GIIAS Semarang 2026

Image
Di balik megahnya perhelatan pameran otomotif skala nasional di daerah seperti GIIAS Semarang, ada pergeseran peta strategi pemasaran yang menarik untuk dicermati. Bagi publik awam atau pengunjung umum, hari pertama pameran kerap dipersepsikan sebagai panggung paling krusial. Hari di mana deretan lini mobil terbaru diperkenalkan secara perdana, panggung megah dinyalakan, dan deretan rilis pers dibagikan secara serentak. Namun, jika menilik dinamika di balik layar dalam beberapa tahun terakhir, persepsi tersebut perlahan mulai bergeser. Munculnya tren pre-event gathering atau press conference pra-pameran yang diinisiasi oleh diler maupun merek raksasa lokal menjadi sinyal kuat bagaimana taktik komunikasi publik di industri otomotif daerah telah berubah. Mencuri Start Lewat Sesi Eksklusif Pra-Pameran Kasus menarik terlihat dari langkah diler utama seperti Nasmoco yang memilih menggelar sesi press conference khusus di luar area pameran beberapa hari sebelum pintu pameran resmi dibuka ....

🏮 Mengapa Pecinan Semarang Kini Berstatus Desa Wisata?

Image
Awalnya kami sempat heran saat mendengar kabar bahwa kawasan Pecinan Semarang resmi ditetapkan sebagai desa wisata. Bayangan kami tentang desa wisata selalu identik dengan pemandangan alam yang hijau, hamparan persawahan, serta suasana perdesaan yang asri dan tenang. Lantas, bagaimana bisa kawasan pemukiman padat dan pusat aktivitas ekonomi di tengah Kota Semarang ini menyandang status yang sama? Setelah menelusuri lebih dalam, langkah Pemerintah Kota Semarang ini ternyata memiliki pijakan legalitas dan alasan tata kelola tersendiri yang cukup menarik untuk dicatat. Legalitas dan Penetapan Resmi Kawasan ini resmi diluncurkan dan ditetapkan sebagai Desa Wisata ke-14 di Kota Semarang pada bulan September 2026 . Momen peresmiannya berlangsung meriah yang dikemas berbarengan dengan gelaran Mooncake Festival 2026 bertajuk "Cahaya Harmoni Semarang" . Secara administratif, penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang Nomor 500.13.6.3/687 Tahun 2024 tentang P...

🪦 RIP Paid Endorse: Ketika Barter Jadi Standar Baru Industri Kreator

Image
Dulu, penawaran skema barter seperti voucher menginap, produk gratis, hingga makan bersama di kafe baru dianggap sebagai bagian dari apresiasi awal untuk membangun relasi secara wajar. Namun masuk ke tahun 2026, skema ini mendadak seolah dipaksakan menjadi standar baku baru. Banyak pemilik usaha—terutama skala UMKM hingga merek yang sebenarnya sudah berkembang—berlindung di balik alasan "masih bisnis kecil" untuk menghindari alokasi anggaran pemasaran . Kehadiran platform media sosial yang memangkas jalur komunikasi membuat mereka sangat mudah melempar penawaran pencarian KOL atau kreator dengan imbalan barang . Begitu unggahan dipublikasikan, puluhan hingga ratusan kreator pemula langsung bersedia mengambilnya demi membangun portofolio . Problemnya, pendekatan ini menciptakan ilusi bahwa semua pembuat konten dapat disamaratakan nilainya tanpa memperhitungkan jam terbang, kualitas ulasan, hingga kedalaman dampaknya. Pergeseran Lanskap Kerja Sama: Pengalaman Bersama Brand Bes...