Posts

Showing posts with the label kota lama

Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

⛺ Ketika Gear Outdoor Masuk Gedung Bersejarah: Catatan Akhir Pekan dari EIGER Mega Bazaar di Gedung Oudetrap

Image
Kawasan Kota Lama Semarang rasanya tak pernah kehabisan cara untuk mengejutkan kita. Mulai dari festival budaya, pasar kuliner, hingga yang terbaru dan cukup mencuri perhatian belakangan ini: bazaar gear outdoor skala besar. Ya, sejak tanggal 29 Juni lalu, EIGER menggelar Mega Bazaar Semarang. Menariknya, mereka tidak memilih lapangan terbuka atau hall mall modern yang steril. Pilihan justru jatuh pada Gedung Oudetrap , salah satu bangunan ikonik peninggalan kolonial yang berdiri megah di samping Taman Srigunting. Selama pameran, gedung bersejarah ini disulap menjadi ruang belanja estetik yang dinamai area Bazaar Jateng 2 . Mengawinkan konsep petualangan alam bebas dengan arsitektur klasik berumur ratusan tahun ternyata melahirkan atmosfer yang unik. Ada kontras yang menyenangkan saat melihat jajaran tenda, jaket gunung, dan tas carrier bersanding dengan dinding bata ekspos dan pilar-pilar kokoh khas Oudetrap. Langkah ini terasa cerdas sekaligus segar. Pengunjung tidak cuma datang d...

🏛️ Menelusuri Jejak Perdagangan Monod Diephuis & Co: Dari Makelar hingga Ruang Kreatif (Bagian 1)

Image
Nama bangunan Monod Diephuis & Co tentu tidak asing bagi kami yang kerap lalu lalang di kawasan Kota Lama Semarang. Namun, untuk mengenal sejarahnya lebih dekat secara mendalam, baru kali ini kesempatan itu datang. Sebuah tur lanjutan dari agenda yang pernah kami ikuti sebelumnya, kini bergeser ke gedung ikonik yang usianya sudah berdiri satu abad lebih. Mari ikuti catatan perjalanan kami. Kolaborasi Kreatif Menghidupkan Sejarah Kota Lama Saat pertama kali mendapatkan informasi dari sesama rekan blogger tentang acara bertajuk Heritage Walking Tour ke-2 , kami langsung dibuat penasaran dengan tema yang diangkat. Apalagi kali ini destinasinya berfokus pada salah satu sudut historis di Kota Lama. Mengingat agenda tur pertama sebelumnya, kami sempat diajak menelusuri jejak tinta sejarah pers di kawasan Pecinan Semarang . Sangat menyenangkan melihat konsistensi para kolaborator ini yang sekarang sukses menggeser kompas jelajahnya menuju sudut lain yang tak kalah eksotis. Seperti biasa, ...

🏰 Di Balik Rekor Kunjungan Kota Lama Semarang Tahun 2026: Rekor yang Tak Lagi Membuat Sesak?

Image
Statistik terbaru memberikan angin segar bagi pariwisata Kota Semarang. Kawasan Kota Lama kembali membuktikan diri sebagai magnet utama di Jawa Tengah selama libur Lebaran 1447 H (Maret 2026) kemarin. Data mencatat sebanyak 222.856 orang memadati kawasan ini, naik signifikan sekitar 24,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 178.683 kunjungan. Pencapaian ini menempatkan ikon wisata kebanggaan warga Semarang ini di urutan pertama destinasi paling banyak dikunjungi di Jawa Tengah, mengungguli nama besar seperti Masjid Agung Demak dan Candi Prambanan. Namun, ada cerita menarik di balik angka-angka bombastis tersebut yang kami temui langsung di lapangan. Anomali di Hari Kedua Lebaran Sabtu pagi, 22 Maret 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. Kami menyempatkan mampir ke kawasan Kota Lama dengan ekspektasi akan menemukan lautan manusia seperti yang ramai diberitakan. Namun, yang kami temui justru sebaliknya: suasana yang terbilang sepi. Beberapa fotografer yang biasa mangkal di sana...

🏠 Sego Bancakan Pawone Simbah Kota Lama Semarang Buka Kembali

Image
Kami baru menyadari jika tempat makan Sego Bancakan Pawone Simbah sudah kembali beroperasi saat sedang asyik bersepeda pagi di hari Minggu (22/3). Melewati kawasan Kota Lama Semarang, pandangan kami tertuju pada bangunan yang tampak sudah kembali utuh, persis seperti pertama kali kami mengunjunginya pada tahun 2023 silam. Kilas Balik Pasca Musibah 2025 Seperti yang diketahui, salah satu magnet kuliner di Kota Lama Semarang yang mengusung konsep jadul dan tempo doeloe ini sempat mengalami musibah kebakaran pada pertengahan tahun 2025. Kami sendiri sempat mengabadikan kondisi pasca-kejadian tersebut melalui tulisan di blog pada bulan September 2025, dengan dokumentasi foto yang kami ambil sejak Agustus 2025. Saat itu, suasana di sekitar Gedung District 22 terasa begitu berbeda dan penuh ketidakpastian. Resmi Beroperasi Sejak 7 Maret 2026 Melansir informasi dari akun Instagram resminya ( @segobancakan_official ), Sego Bancakan ternyata sudah mengumumkan grand opening atau buka kembali...

📍 Rekomendasi Wisata Dekat Museum Kota Lama: Melipir Sejenak ke Kampung Batik Semarang

Image
Entah kenapa, sejenak kami sempat melupakan wajah Kampung Batik Semarang yang lokasinya justru sangat dekat dengan jantung Kawasan Kota Lama. Padahal, sering kali kami menjumpai pertanyaan di Threads atau media sosial lainnya: "Habis dari Kota Lama, enaknya ke mana lagi ya?" Nah, ini dia jawabannya. Mari mampir ke sini. Minggu kemarin (22/3), setelah puas bersepeda berkeliling Kota Lama, kami berniat untuk langsung pulang. Namun, saat melewati area Museum Kota Lama , mata kami tak sengaja menangkap gagahnya gerbang utama Kampung Batik. Lho.. lho.. padahal ini bisa jadi referensi rujukan tempat wisata yang sangat otentik selain bangunan-bangunan kolonial di Kota Lama itu sendiri. Kok bisa-bisanya kami lupa? Akses Mudah dari Museum Kota Lama Jika wisatawan masih punya waktu dan tenaga yang cukup, kami sarankan untuk mengarahkan langkah menuju area Museum Kota Lama setelah selesai mengeksplorasi titik nol kilometer atau Gereja Blenduk. Aksesnya sangat friendly untuk pejalan ...

📌 Tur Menelusuri Bangunan Sejarah Kota Lama Lewat Kaca Mata Kartu Pos Jadul

Image
Sudah cukup lama kami tidak ikut serta dalam kegiatan walking tour sejarah di Kota Semarang. Jadi, begitu ada ajakan masuk, kami langsung mengiyakan tanpa pikir panjang. Kebetulan sekali, pemandunya adalah sosok yang sudah kami kenal baik. Kali ini, tujuannya adalah melihat sisi lain Kota Lama dari dimensi yang berbeda. Kami tidak terlalu ambil pusing apakah tur ini merupakan bagian resmi dari rangkaian pameran temporer " Potret Semarang dalam Bingkai Kartu Pos " yang tengah berlangsung di Gedung Oudetrap, atau memang agenda mandiri. Yang jelas, ajakan dari Mas Arry—sosok yang memang rajin mengajak kami keliling Semarang—selalu sayang untuk dilewatkan. Nostalgia Lewat Selembar Kartu Pos Jumat pagi (26/12/25), kami sudah merapat ke kawasan Kota Lama. Titik kumpulnya berada di dalam Gedung Oudetrap, tempat pameran kartu pos jadul yang sudah digelar sejak 19 Desember lalu. Sebelum melangkahkan kaki ke luar, kami menyempatkan diri mengitari koleksi yang dipamerkan sembari mende...

🤳 Mengenal Kota Lama Semarang Lewat Kode QR: Solusi Wisata Mandiri Tanpa Bingung Cari Pemandu

Image
Jika tahun lalu perhatian kami pada penggunaan QR Code lebih banyak tertuju pada urusan finansial—seiring masifnya pelaku UMKM yang menggunakan QRIS—kali ini ceritanya berbeda. Fokus kami beralih pada dinding-dinding bangunan cagar budaya di Kota Lama Semarang. Sebuah langkah cerdas dari Pemerintah Kota Semarang untuk mendigitalkan narasi sejarah. Mari kita telusuri lebih dalam. Meluruskan Mitos "Tak Ada Pemandu" di Kota Lama Beberapa waktu lalu, sempat ramai sebuah unggahan di Threads yang mengeluhkan bahwa berwisata di Kota Lama itu sepi pemandu. Keluhan ini mungkin ada benarnya, terutama jika kita datang secara dadakan. Perlu dipahami, karakter wisata di Kota Lama memang berbeda dengan Lawang Sewu yang memiliki pemandu yang selalu standby di lokasi. Di Kota Lama, kita perlu melakukan booking atau memesan jasa pemandu jauh-jauh hari. Hal ini wajar karena konsep wisatanya adalah kawasan terbuka yang bisa diakses secara cuma-cuma ( free access ), berbeda dengan Lawang Sewu...

🏙️ Nostalgia di Oudetrap: Mengintip Wajah "Samarangh" Lewat Selembar Kartu Pos

Image
Sebenarnya, kami tidak berencana hadir di pameran temporer bertajuk "Potret Semarang dalam Bingkai Kartu Pos" yang digelar di Kota Lama ini. Namun, karena ada ajakan tur yang merupakan bagian dari rangkaian acara tersebut, akhirnya kami melipir juga. Siapa sangka, sebuah "ketidaksengajaan" justru membawa kami melihat sejarah Kota Lama lewat perspektif yang berbeda: media kartu pos lama. Acaranya sendiri berlangsung pada 19-26 Desember 2025 di Gedung Oudetrap. Karena titik kumpul tur berada di dalam ruang pameran, mau tidak mau kami pun hanyut dalam koleksi yang dipajang. Bukan Sekadar Foto Biasa   Pameran ini terasa istimewa. Kita diajak melihat bagaimana rupa Semarang (yang dulu akrab disapa Samarangh ) di masa lalu. Mulai dari hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan hingga sudut-sudut jalanan era kolonial yang kini mungkin sudah berubah total fungsinya. Momen ini juga menjadi saksi peluncuran buku sejarah "Kartu Pos Samarangh" . Kabarnya, Semarang terpilih men...

🏰 Bukan Kota Tua, Ini Kota Lama Semarang: Mengapa Penyebutan Itu Penting?

Image
Belakangan ini, tiap kali membuka media sosial dan mencari tagar tentang Semarang, hati kami rasanya campur aduk. Di satu sisi, bangga luar biasa melihat Kota Lama Semarang makin cantik dan jadi primadona wisatawan. Tapi di sisi lain, ada sedikit ganjalan saat membaca caption mereka: "Seru-seruan di Kota Tua Semarang!" atau "Vibes Jakarta di Kota Tua-nya Semarang." Mungkin bagi sebagian orang, ini cuma soal nama. Toh, keduanya sama-sama berisi bangunan tua, kan? Tapi bagi kami yang tinggal atau mencintai Semarang, ada identitas yang perlu dijaga di sana. 1. Masalah "Merek" dan Identitas Secara administratif dan sejarah, kawasan di bawah pimpinan BP2KL ini namanya adalah Kota Lama . Sementara, Kota Tua sudah sangat melekat sebagai identitas Jakarta (Batavia). Menyebut Kota Lama dengan sebutan Kota Tua ibarat memanggil seseorang dengan nama tetangganya. Mirip, tapi bukan dia. 2. Little Netherland vs Batavia Secara visual pun berbeda. Kota Tua Jakarta ken...

🎄Kota Lama Semarang Sambut Natal 2025: Kolaborasi Apik untuk Suasana Penuh Pesona

Image
Menyambut Natal tahun 2025, kawasan cagar budaya Kota Lama Semarang kembali bersolek. Ikon wisata andalan Jawa Tengah ini tampil lebih magis dengan kehadiran deretan pohon Natal dan ornamen tematik yang tersebar di beberapa titik ikonik. Pemandangan ini kami abadikan pada Minggu pagi (21/12) usai melepas penat dari keramaian CFD Simpang Lima. Awalnya, kami mengira hanya ada satu pohon Natal raksasa yang mencuri perhatian di dekat Gereja Blenduk. Namun setelah menyusuri lebih dalam, ternyata ada "perburuan" visual yang menarik untuk diikuti. Pohon Natal Heritage Persembahan D'Kambodja Pohon Natal pertama yang menyambut kami berdiri megah dengan latar belakang bangunan legendaris Gereja Blenduk. Posisinya yang strategis di dekat Taman Srigunting mempertegas nuansa "Little Netherland" atau Eropa di Semarang. Tak heran jika titik ini menjadi magnet utama bagi wisatawan maupun warga yang sedang berolahraga. Menariknya, saat kami dekati, pohon Natal ini merupakan per...