Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Mari Membangun Budaya Menonton Masyarakat Indonesia


Halaman ini berisi informasi dari situs antaranews.com (17/10), dengan judul Indonesia perlu bangun budaya menonton film. Postingan tersebut sangat menarik dan perlu kami bawa ke blog dotsemarang. Bagaimana isinya?

Indonesia menurut Ketua Bidang Festival Internasional dan Hubungan Luar Negeri BPI Dimas Jayasrana, saat ini belum memiliki dan belum membangun kultur yang baik di masyarakat untuk menonton film.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya membangun budaya menonton yang salah satunya memberikan kebijakan seperti yang dilakukan industri perfilman di Eropa seperti Prancis dan Belanda yang mewajibkan asosiasi bioskop untuk membuat rentang harga tiket yang berbeda bagi pelajar atau mahasiswa.

Pelajar atau mahasiswa bisa diberikan harga khusus, misalnya dengan kartu berlangganan menonton film selama periode enam bulan atau satu tahun yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga tiket secara reguler.

India yang sudah menerapkan budaya menonton

Alasan negara seperti India bisa terkenal menurut Dimas di seluruh dunia dalam industri perfilmannya yaitu Bollywood, karena mereka telah memiliki budaya menonton film di masyarakatnya.

"Membentuk budaya menonton film, itu yang India punya. Film domestik India itu menguasai mungkin 90 persen 'market share' nasional mereka. 'Film part of their religion', bintang film itu bisa jadi pahlawan nasional seperti Amitabh Bachchan," kata dia.

Namun Dimas menekankan bahwa hal seperti itu yang ada di India tidak hadir begitu saja, melainkan muncul karena membujuk publiknya untuk menonton film.

Peran pemerintah dan asosiasi

Dalam hal ini, peranan pemerintah juga turut disebutkan oleh Dimas yang dapat bekerja sama dengan asosiasi untuk membuat kebijakan yang dapat membangun budaya menonton film masyarakat.

"Pemerintah meminta asosisasi membuat formula yang baik atas perintah tersebut. Intinya jangan sampai mereka gabisa nonton film di bioskop," jelas Dimas.

Sumber asli klik di sini.

...

Sebagai salah satu bagian kecil untuk mengajak masyarakat pergi ke bioskop, kami senang dengan kebijakan tersebut, harga tiketing yang berbeda, andai ini berlaku.

Jujur kami sendiri kewalahan bila tiap kamis yang menjadi kampanye untuk pergi ke bioskop dilakukan. Sudah lebih dari 3 tahun kami melakukan kampanye menonton tiap kami dan menulis ulasan film ke blog.

Tahun ini kami tidak melakukannya dan hanya berharap dapat tiket gratisan saat ada pemutaran film dalam acara roadshow artis si film.

Kebijakan sangat penting buat budaya menonton. Entah kebijakan apa nanti di masa depan, tentu kami akan mendukungnya.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

Agenda Jateng Fair 2018

[Review] Mencoba Perawatan di Klinik Estetika Semarang

Fitur Pro TikTok, Pengguna Bisa Tingkatkan Kualitas Konten

[Review] Kereta Ambarawa Ekspres : Semarang - Surabaya dan Sebaliknya

🚲 Mengayuh Pedal ke Pasar Ambyar Nusantara di Hotel Horison Nindya Semarang