Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Mari Membangun Budaya Menonton Masyarakat Indonesia


Halaman ini berisi informasi dari situs antaranews.com (17/10), dengan judul Indonesia perlu bangun budaya menonton film. Postingan tersebut sangat menarik dan perlu kami bawa ke blog dotsemarang. Bagaimana isinya?

Indonesia menurut Ketua Bidang Festival Internasional dan Hubungan Luar Negeri BPI Dimas Jayasrana, saat ini belum memiliki dan belum membangun kultur yang baik di masyarakat untuk menonton film.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya membangun budaya menonton yang salah satunya memberikan kebijakan seperti yang dilakukan industri perfilman di Eropa seperti Prancis dan Belanda yang mewajibkan asosiasi bioskop untuk membuat rentang harga tiket yang berbeda bagi pelajar atau mahasiswa.

Pelajar atau mahasiswa bisa diberikan harga khusus, misalnya dengan kartu berlangganan menonton film selama periode enam bulan atau satu tahun yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga tiket secara reguler.

India yang sudah menerapkan budaya menonton

Alasan negara seperti India bisa terkenal menurut Dimas di seluruh dunia dalam industri perfilmannya yaitu Bollywood, karena mereka telah memiliki budaya menonton film di masyarakatnya.

"Membentuk budaya menonton film, itu yang India punya. Film domestik India itu menguasai mungkin 90 persen 'market share' nasional mereka. 'Film part of their religion', bintang film itu bisa jadi pahlawan nasional seperti Amitabh Bachchan," kata dia.

Namun Dimas menekankan bahwa hal seperti itu yang ada di India tidak hadir begitu saja, melainkan muncul karena membujuk publiknya untuk menonton film.

Peran pemerintah dan asosiasi

Dalam hal ini, peranan pemerintah juga turut disebutkan oleh Dimas yang dapat bekerja sama dengan asosiasi untuk membuat kebijakan yang dapat membangun budaya menonton film masyarakat.

"Pemerintah meminta asosisasi membuat formula yang baik atas perintah tersebut. Intinya jangan sampai mereka gabisa nonton film di bioskop," jelas Dimas.

Sumber asli klik di sini.

...

Sebagai salah satu bagian kecil untuk mengajak masyarakat pergi ke bioskop, kami senang dengan kebijakan tersebut, harga tiketing yang berbeda, andai ini berlaku.

Jujur kami sendiri kewalahan bila tiap kamis yang menjadi kampanye untuk pergi ke bioskop dilakukan. Sudah lebih dari 3 tahun kami melakukan kampanye menonton tiap kami dan menulis ulasan film ke blog.

Tahun ini kami tidak melakukannya dan hanya berharap dapat tiket gratisan saat ada pemutaran film dalam acara roadshow artis si film.

Kebijakan sangat penting buat budaya menonton. Entah kebijakan apa nanti di masa depan, tentu kami akan mendukungnya.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Kebun Binatang Semarang ( Bonbin)

Tarik Tunai ShopeePay di Indomaret, Berapa Biaya Admin?

🇮🇩 Melihat Sisi Lain Logo HUT RI ke-81 yang Lahir dari Sayembara dan Pilihan Netizen

📱 Mengatasi Masalah Autentikasi Google Play Store di Chromebook: Sebuah Pelajaran Berharga tentang Backup Data