Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Mari Membangun Budaya Menonton Masyarakat Indonesia


Halaman ini berisi informasi dari situs antaranews.com (17/10), dengan judul Indonesia perlu bangun budaya menonton film. Postingan tersebut sangat menarik dan perlu kami bawa ke blog dotsemarang. Bagaimana isinya?

Indonesia menurut Ketua Bidang Festival Internasional dan Hubungan Luar Negeri BPI Dimas Jayasrana, saat ini belum memiliki dan belum membangun kultur yang baik di masyarakat untuk menonton film.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya membangun budaya menonton yang salah satunya memberikan kebijakan seperti yang dilakukan industri perfilman di Eropa seperti Prancis dan Belanda yang mewajibkan asosiasi bioskop untuk membuat rentang harga tiket yang berbeda bagi pelajar atau mahasiswa.

Pelajar atau mahasiswa bisa diberikan harga khusus, misalnya dengan kartu berlangganan menonton film selama periode enam bulan atau satu tahun yang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga tiket secara reguler.

India yang sudah menerapkan budaya menonton

Alasan negara seperti India bisa terkenal menurut Dimas di seluruh dunia dalam industri perfilmannya yaitu Bollywood, karena mereka telah memiliki budaya menonton film di masyarakatnya.

"Membentuk budaya menonton film, itu yang India punya. Film domestik India itu menguasai mungkin 90 persen 'market share' nasional mereka. 'Film part of their religion', bintang film itu bisa jadi pahlawan nasional seperti Amitabh Bachchan," kata dia.

Namun Dimas menekankan bahwa hal seperti itu yang ada di India tidak hadir begitu saja, melainkan muncul karena membujuk publiknya untuk menonton film.

Peran pemerintah dan asosiasi

Dalam hal ini, peranan pemerintah juga turut disebutkan oleh Dimas yang dapat bekerja sama dengan asosiasi untuk membuat kebijakan yang dapat membangun budaya menonton film masyarakat.

"Pemerintah meminta asosisasi membuat formula yang baik atas perintah tersebut. Intinya jangan sampai mereka gabisa nonton film di bioskop," jelas Dimas.

Sumber asli klik di sini.

...

Sebagai salah satu bagian kecil untuk mengajak masyarakat pergi ke bioskop, kami senang dengan kebijakan tersebut, harga tiketing yang berbeda, andai ini berlaku.

Jujur kami sendiri kewalahan bila tiap kamis yang menjadi kampanye untuk pergi ke bioskop dilakukan. Sudah lebih dari 3 tahun kami melakukan kampanye menonton tiap kami dan menulis ulasan film ke blog.

Tahun ini kami tidak melakukannya dan hanya berharap dapat tiket gratisan saat ada pemutaran film dalam acara roadshow artis si film.

Kebijakan sangat penting buat budaya menonton. Entah kebijakan apa nanti di masa depan, tentu kami akan mendukungnya.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

Mengunjungi Oemah Herborist Beauty Factory Outlet Semarang

🌐 Sama-Sama dari Google, Apa Bedanya Mode AI di Pencarian dan Aplikasi Gemini?

🏟️ Menjajal Rumput Sintetis Standar FIFA di Stadion Citarum Semarang: Sebuah Catatan Komparatif

🚌 Menatap Masa Depan Trans Semarang Melalui Diskusi Publik Angkot #12

📸 Fenomena "Kantor Aspal" di CFD Semarang: Mengapa Fotografer Kini Bawa Laptop ke Jalanan?