Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2019

Berkenalan Dengan Parkway Hospitals Singapore Lewat Media Gathering

Entah apakah ini suatu kebetulan, bulan Oktober ini kami bicara tentang Hari Kanker Panyudadara di blog, atau memang momennya yang tepat. Kami kembali mendapatkan konten yang berhubungan dengan Kanker. Menariknya yang mengadakan acara adalah Parkway Hospitals Singapore.

Bertajuk media gathering, Kami ikut hadir diantara rekan-rekan media di Hotel Grandhika hari Kamis (24/10) menjelang siang. Jika biasanya beberapa kali bicara tentang kesehatan datang dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, maka kali ini berbeda.

Dua dokter dari Singapore, yaitu Dr Richard Quek, Konsultan Senior Ahli Onkologis Medis Parkway Cancer Center. Dan Dr Poh Beow Kiong, Konsultan Senior Urologi Gleneagles Hospital Singapore.

Parkway Hospitals Singapore

Sebelum bicara tentang Kanker, dan bagaimana mitos yang berkembang menjadi topik utama dalam media gathering kali ini, kami mendengarkan tentang apa itu Parkway Hospitals Singapore?

Risma Yanti, membuka acara
Jadi jangan berpikir bahwa kenalan kami ini langsung datang…

Wisata Perberdayaan Ala Desa Menari

Ketika tidak memiliki objek wisata, apa yang bisa dijual? Kunjungan kami ke Desa Wisata Tanon yang dibranding menjadi Desa Menari memberikan jawaban dari pertanyaan tadi. Memang sudah banyak yang melakukannya, tapi mendengar langsung? Ini pertama kalinya buat kami. Apakah kamu tertarik?

Sabtu pagi (12/10) kami bersama rombongan media dan bloger, serta komunitas fotografi hingga perhumas Semarang berangkat dari Semarang menuju Desa Wisata Tanon yang masih berada di Kabupaten Semarang.

Aktivitas kami di sana adalah menyaksikan Festival Lereng Telomoyo yang tahun ini merupakan tahun kedua selama acara ini dibuat. Ulasannya dapat dibuka di halaman sebelumnya, klik di sini.

Kang Tris, Penggerak Desa Menari

Sesi makan siang menjadi momen perkenalan kami dan semua peserta rombongan. Beliau dipanggil Kang Tris oleh Mbak Regina yang mewakili Astra. Sempat heran bahwa panggilan Kang itu biasanya dari Jawa Barat, tapi orang-orang di sini pun lebih familiar dengan panggilan tersebut ketimbang Mas…

12 Tahun Peringatan Hari Blogger Nasional; Apa Saja Tantangannya?

Hampir saja kami lupa jika hari ini, Minggu, tanggal 27 Oktober 2019 diperingati Hari Blogger Nasional. Sudah 12 tahun peringatan dan hingga sekarang, belum ada wadah yang menampung para bloger tanah air untuk duduk bersama. Membahas hal yang lebih besar untuk Indonesia.
Itu hanyalah harapan kami saja dan memang bakal sulit terwujud. Bicara peringatan Hari Blogger Nasional, setahun ini tantangan yang dihadapi dotsemarang adalah Tsunami kontent.
Semua bisa menjadi penyebar konten
Istilah 'tsunami konten' kami pinjam dari  artikel mix.co.id yang dipublish tanggal 30 Juli 2019. Menurut Indra Ardiyanto, Head of Corporate Communications PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), “Tsunami Content muncul tepat di depan mata, menyerbu setiap detik, tidak bisa hindari dan tidak bisa dilawan karena setiap orang bisa menjadi broadcaster atau penyebar informasi, tak peduli apakah informasi itu benar sesuai fakta atau bahkan palsu (hoax)”.
Semua orang kini bisa menjadi penyebar konten. Bahkan …

Menyaksikan Festival Lereng Telomoyo Kampung Berseri Astra di Desa Menari

Akhir pekan, Sabtu pagi (12/10), Kami sudah tiba di hotel Santika Premiere. dotsemarang adalah salah satu peserta yang ikut berpartisipasi mengunjungi Desa Wisata Tanon yang dibina menjadi Kampung Berseri Astra (KBA).

Kegiatan ini dalam rangka roadshow lomba foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra (LFAAPA). Selain kami dan beberapa rekan bloger, ada juga yang dari media, fotografer dan komunitas dari Humas Semarang (Perhumas Muda Semarang).

Desa Menari

Dua bus besar dan beberapa mobil berangkat menuju lokasi yang akan didatangi. Ini adalah kunjungan pertama kali kami ke Desa Tanon yang berada di bawah kaki Gunung Telomoyo.


Ternyata Desa Tanon sudah dibranding menjadi desa wisata. Kebanyakan penduduknya bekerja sebagai petani dan peternak sapi perah.

Desa Tanon yang berada di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang ini memiliki julukan yang disebut Desa Menari. Nama yang familiar beberapa waktu belakangan yang sempat viral.

Desa Menari bukan berarti seperti semua masyarakatnya adalah beker…

Tarian Semarang Hebat Dipilih Sebagai Opening ICIC di Rakornas Aptikom 2019

[Halaman ini berisi konten press release] Tarian Semarang Hebat menjadi tarian yang mewakili untuk pembukaan opening ICIC (International Conference on Infrastructure and Construction) 2019 pada Selasa (23/10/2019) yang diselenggarakan di Universitas Dian Nuswantoro sebagai tuan rumah pembukaan Rakornas APTIKOM 2019.

Tarian Semarang Hebat merupakan tarian pengembangan dari tari Gaya Semarangan, tidak sembarang menampilkan pertunjukan, tarian ini dipilih karena menceritakan tentang bagaimana rasa bangga pemuda pemudi Semarang akan kemajuan Semarang menjadi kota yang hebat dengan pariwisata, kuliner hingga keharmonisan sosial budaya masyarakat semarang yang memiliki berbagai macam etnis dalam satu wilayah.

Saat pembukaan, tarian Semarang Hebat diiringi oleh E-Gamelan dan ditampilkan oleh empat penari dengan gemulai dan mampu memukau para penonton yang menyaksikan.

Tarian ini dipilih untuk mengenalkan kepada para tamu undangan yang berasal dari berbagai kota hingga Negara tentang bagaima…

5 Karakteristik Pengguna TikTok di Indonesia

Ini menarik, mengetahui karakteristik pengguna TikTok Indonesia yang kami bawa dari situs mix.co.id yang dipublish 4 Oktober 2019. Selain itu, ada beberapa fakta lain yang juga perlu diketahui.

Setelah bertemu dengan para pengguna TikTok Semarang bulan September kemarin, Kami baru ngeh bahwa TikTok memasuki usia kedua tahun keberadaannya di Indonesia.

Sederet prestasi diraih, diantaranya menjadi aplikasi hiburan nomor 1 di App Store di Indonesia (beberapa minggu sebelumnya). Dan TikTok juga menerima penghargaan dari Google Play sebagai 'Aplikasi Paling Menghibur' dan 'Aplikasi Terbaik'.

5 karakteristik 

Kami masih mendapatkan respon negatif tentang TikTok saat bertemu dengan beberapa orang lalu membicarakannya. Cap negatif ini entah apakah mereka sudah membuat akun atau sekedar ikut-ikutan dari mendengarkan orang.

5 karakteristik yang diberikan TikTok langsung ini kami pikir tujuannya untuk pemasar. Bisa jadi faktar menarik untuk dijadikan insight dalam komunikasi bran…

Hadir di Go-Food, Hotel Pesonna Semarang Promosi Menu Bertema "Sega Tortila"

Bersamaan launching menu baru 3 bulanan (Oktober-Desember), Hotel Pesonna Semarang mengumumkan kerjasama dengan Go-Jek lewat Go-Food. Terobosan baru ini tentu tak lepas dari bagaimana generasi milenial yang semakin ramai dibicarakan.

Masih di hari yang sama, Jumat pagi (18/10), informasi kerjasama ini sudah ada dalam berita rilis yang kami terima. Lebih tebal dari biasanya. Saat kami mencari lewat aplikasi Go-Food, menu hotel Pesonna Semarang sudah tersedia di sana.

Jaminan Halal

Untuk menambah nilai kepercayaan, sertifikat halal penyajian makanan dan minuman dari LPPOM MUI Provinsi Jawa Tengah sudah dikantongi.

Dengan ini, pihak hotel tidak ragu untuk terus berinovasi dan mempromosikan menu makanan dan minuman yang disajikan.

Hadirkan menu Sega Tortila


Saat dihadirkan dihadapan kami dan awak media, menu-menu yang dinamakan Sega Tortila ini sangat menarik. Khususnya kemasan yang disajikan.

Sega Tortila sendiri merupakan fusion menu dan tentu disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesi…

1 Tahun Kerja Sama GoPay dan Trans Semarang

Ada yang menarik awal bulan Oktober saat kami menggunakan moda transportasi umum. Naik dari halte Trans Simpang Lima, pembayaran yang biasanya menggunakan GoPay, mendadak diarahkan ke monitor layar komputer?
Itu namanya Vending Machine. Tidak semua halte bus menyediakannya. Yang kami dengar saat bertanya pada petugas, Kamis pagi (3/10), baru ada di Simpang Lima dan Balai Kota.
Tambah spesial, karcis yang keluar dari mesin ada wajah Wali Kota Semarang. Awalnya kami benar-benar tidak mengerti tentang ini. Namun saat melihat backdrop, ternyata dalam rangka satu tahun kerja sama GoPay dengan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.
1 tahun berjalan
Vending Machine
Salah satu alasan mengapa kami menggunakan GoPay karena ada potongan harga dan tentu lebih mudah dengan memanfaatkan ponsel. GoPay memang bisa diharapkan, selama koneksi jaringan internet di ponsel tersedia. 
Satu tahun berjalan, tidak terasa bahwa kami bagian dari 1.669.037.500 pengguna yang tercatat bulan Agustus 2019 meningkat …

26 Oktober, Diperingati Hari Kanker Panyudara Sedunia

Hari ini, 22 Oktober, Instagram kami memposting tentang peringatan Hari Kanker Panyudara Sedunia. Kami berharap dengan kampanye kesadaran mengenai kanker Panyudara ini, kita lebih peduli dan mendapatkan informasi lebih lanjut. Apalagi kanker tidak hanya menyerang wanita, tapi bisa juga pria.

Ini adalah postingan bertema kesehatan yang diharapkan dapat mengedukasi para pembaca blog dotsemarang agar lebih peduli lagi tentang dirinya agar selalu memperhatikan kesehatan.

Kampanye tagar #breastcancerawarnessmount

Bila kamu melihat salah satu tagar yang ada dipostingan Instagram kami, #breastcancerawarnessmount, kamu akan diarahkan pada berbagai postingan tentang kanker panyudara. 
Di Semarang, kampanye offline tentang dukungan terhadap mereka yang terkena kanker panyudara dilakukan di Sam Poo Kong lewat acara Sam Poo Kong Festival 2019. Salah satu acaranya, yakni Pink Cosplay Competition. Lihat gambar (beberapa wanita menggunakan pakaian serba pink).
Peduli
Peringatan tahunan ini memiliki t…

Bara Jiwa Garuda, Pagelaran Seni dari Beswan Djarum 2018/2019

Ini adalah pengalaman pertama kali melihat pertunjukkan seni di Marina Convention Center. Yang menarik, para penampilnya adalah mereka-mereka yang mendapatkan Beasiswa Djarum tahun 2018/2019. Mereka tidak berpengalaman seperti pemeran profesional, tapi mereka berhasil mensukseskan acaranya.
Selasa malam (8/10), setelah sekian lama tidak mampir ke Marina, kami akhirnya mendapatkan kesempatan kembali berkunjung.  Bersama rekan-rekan bloger, kami menyaksikan malam Dharma Puruhita Nation Building yang menampilkan dinamika perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa.
Diundang sambil bekerja
Jarang-jarang ada acara di Kota Semarang yang kami hadiri memaksa kami akhirnya memakai Batik. Kami memang menyukai pakaian santai atau kasual. Karena kedatangan kami juga bukan sekedar undangan untuk menyaksikan, melainkan juga bagian dari pekerjaan.
Sempat heran juga, tidak ada wajah-wajah pejabat yang kami kenali untuk acara sebesar ini. Mungkin karena kami terlalu asyik di lokasi, tanpa sadar tera…