Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Ayat-ayat Cinta 2
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Ayat-ayat Cinta 2 rilis di seluruh bioskop tanah air pada tanggal 21 Desember 2017. Prediksi kami di Semarang sendiri akan banyak bioskop memutar film ini, mengingat Ibukota Jawa Tengah ini menjadi salah satu kota diantara kota-kota besar lainnya yang mereka datangi untuk roadshow.
Ternyata dugaan kami sedikit meleset. Film Ayat-ayat Cinta 2 yang rilis di Semarang ternyata tidak tayang di 2 bioskop, Eplaza dan XXI Transmart. Sisanya tayang di Citra, DP Mall, Paragon hingga Cinemaxx Java Mall.
Apakah film Ayat-ayat cinta 2 bagus?
Bila kamu mengikuti kami, khususnya Kofindo yang konsen menarik calon penonton datang ke bioskop, maka jawaban kami untuk film dengan durasi 2 jam-an ini sudah bagus. Kami bukan kritikus film, pengetahuan kami masih di bawah standar. Jadi sajian review ini hanyalah dari sisi penonton saja.
Film produksi MD Pictures ini benar-benar mengemas dengan sangat baik, apalagi lokasi tempat yang dimasukkan sebagian besar luar negeri. Memang awal-awal disuguhi sebuah peperangan, kemudian selanjutnya beralih ke sisi yang banyak memperlihatkan Fedi Nuril yang sekarang telah menjadi dosen.
Level Fahri yang semakin tinggi dan juga semakin dicintai banyak wanita
Menghabiskan waktu menonton selama 2 jam, kami kira sangat melelahkan. Ternyata tidak. Penonton diajak lebih melihat sisi sifat baik Fahri, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekitar.
Bahkan saat ibadah pun, kami dibuat terkesima bagaimana Fahri bersikap. Kami sempat berpikir, bila semua wanita berharap calon suami mirip Fahri, maka kami semakin tersisih saja sebagai pria.
Bukan saja pemikirannya yang besar dan sisi kebaikan yang sangat religius, tapi bagaimana ia dapat menghadapi berbagai watak yang dihadirkan untuk dapat diatasi. Bonusnya, Fahri adalah pria ganteng dan tenang. Wanita tentu berharap memiliki calon seperti dia.
Kejutan yang tak terduga
Ada 2 wanita cantik yang menambah kesan film ini semakin menarik, yaitu Tajtana Saphira yang berperan sebagai Hulya dan Chelsea Islan berperan sebagai Keira. Keduanya memiliki kepribadian berlawanan.
Ini baru 2, belum lagi yang ada di kampus dan tetangga yang berprofesi sebagai pengacara. Sepertinya aktris dari Malaysia, namanya Nur Fazura kalau nggak salah.
Saat kami terbawa suasana gelak tawa yang dihadirkan Pandji Pragiwaksono yang berperan sebagai Hulusi, asisten rumah tangga berdarah Turki dan Arie Untung yang datang dari Indonesia, lalu ikut tinggal bareng Fahri, ada Timo Scheunemann sebagai Philip. Yang kami tahu, beliau ini pelatih.
Satu lagi yang membuat kami terkejut adalah hadirnya Bront Palarae yang sebelumnya bermain di film Pengabdi Setan, ia kembali bermain dan berperan sebagai anak dari bunda Dewi Irawan.
Mirip dengan yang pertama
Namanya juga masih lanjutan, maka apa yang kami bayangkan tentu saja sama. Pertanyaannya adalah di manakah Aisha? Dalam daftar pemain Ayat-ayat Cinta 2 ada nama Dewi Sandra yang dimasukkan, bukan Rianti Cartwright yang film pertamanya, ia memerankan Aisha. Jawabannya sudah jelas, ia digantikan.
Saat Fahri merasa bahwa Aisha harus diikhlaskan untuk dilupakan, sosok Aisha yang selama ini berada di sisi Fahri akhirnya keluar tanpa diduga. Padahal, Fahri sudah menikah dengan wanita lain yang akhirnya melahirkan anak pertamanya.
Kejadian ceritanya mengingatkan kami di film pertama, garis besarnya. Di sini, baru sisi suka cita yang selalu menyelimuti film selama waktu berjalan berubah drastis.
Lebih banyak tawa
Buat yang ngefans film Ayat-ayat Cinta sebelumnya, kelanjutan cerita keduanya ini bisa memberi sesuatu yang menarik dan berbeda. Kami beruntung bisa menonton di tengah penonton yang tengah menyaksikan film ini. Banyak sisi tawa yang mampu dihadirkan dari cerita, yang kami pikir itu bukan cerita komedi.
Banyak kejadian yang tak terduga yang mampu membawa sisi tawa. Ya, sutradara sepertinya berhasil membawa kami ke dalam dengan baik.
Sisipan dakwah diantara realita
Benturan-benturan keyakinan di luar negeri banyak disorot di sini. Entah apakah ini kami anggap film religi atau bukan, namun sisipan dakwah yang disajikan sangat menarik.
Ada bagian cerita di mana akhirnya Fahri harus berada di situasi berdebat soal Timur Tengah yang sedang memanas. Saat berpikir bahwa Fahri akan memenangkan ceritanya, bunda Dewi Irawan hadir ditengah-tengah peserta yang hadir di acara debat tersebut. Sisi ini, benar-benar melow.
Akhir yang bahagia
Tentu saja ini harapan kami dan semua penonton. Fahri yang punya banyak kebaikan dan menolong banyak orang, sudah harus bisa memetik apa yang selama ini ia lakukan. Dan bagaimana sisi bahagia ini diceritakan, masih soal kejutan dan sebaiknya cari tahu sendiri di dalam bioskop.
Trailer film Ayat-ayat Cinta 2
...
Film Ayat-ayat cinta membawa alur maju dan sesekali mundur, tapi tak sampai ke bagian cerita yang ada di film sebelumnya yang pertama.
Fahri kali ini bukan saja dihadapkan dengan pilihan wanita yang disukai, bukan satu namun ada beberapa wanita yang mendekati. Yang menarik, peran Chelsea Islan yang ternyata bertolak belakang dengan wajah cantiknya yang biasa digambarkan pemeran baik setiap film.
Aisha yang perannya ditenggelamkan dari sekian cerita yang terus berjalan, rupanya memiliki rasa cemburu yang meski kecil, namun cukup membuat kami tahu bahwa ia masih sangat menyayangi Fahri.
Keikhlasan pada akhirnya membuka jalan terbaik bagi mereka yang melakukan dan menerimanya.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment