Posts

Showing posts with the label Film

Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

Image
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...

Ini 3 Film Indonesia yang Rilis di Bioskop Pada Saat Lebaran Tahun 2021

Image
Kami meneruskan kembali memposting film Indonesia yang diputar setiap lebaran. Kebenaran lebaran kali ini jatuh pada hari Kamis, tanggal 13 Mei. Dari semua film yang kami ketahui, ada satu film yang masih infonya belum 100%. Kira-kira, momentum lebaran apakah kamu akan pergi ke bioskop? Setelah merilis film Indonesia yang tayang di televisi Nasional di official blog Kofindo kemarin, kali ini kami membawa daftar film Indonesia yang diputar di bioskop.  Ada 4 film Indonesia Kita semua tahu semenjak pandemi tahun 2020, seluruh bioskop (khususnya Kota Semarang) pada tutup semua. Namun tahun ini sudah berbeda. Kita dapat menyaksikan kembali film-film layar lebar. Film Indonesia yang akan tayang di bioskop saat lebaran (13 Mei 2021) Dear Imamku KKN di Desa Penari Terima Kasih Emak, Terima Kasih Abah Tarian Lengger Maut #Kofindo #FilmIndonesia — Kofindo (@Kofindo) May 10, 2021 Ada 4 film Indonesia yang akan tayang di bioskop pada saat hari pertama lebaran. Genrenya kali ini beragam, ti...

[Movie] Film Twaalf Uur Van Semarang, 12 Jam di Semarang

Image
Hari ini, Jumat tanggal 27 Maret 2020 kami diingatkan kembali pada tahun 2015. Tanggal yang sama, dan hari yang sama. Saat itu kami sedang menghadiri gala premiere film Twaalf Uur Van Semarang. Sudah nonton filmnya? Buka halaman ini untuk menontonnya. 5 tahun yang lalu, Komunitas Sejarah Lopen Semarang sukses meluncurkan sebuah karya film dengan durasi 70 menit. Film ini adalah bagian dari program Shared Heritage Fund. Selengkapnya tentang ini bisa buka di blog Lopen Semarang di sini . Cerita singkat Kami kembali membawanya ke blog karena sebuah kenangan yang pada waktu itu turut menghadiri. Selain itu, ini momen baik juga ketika semua orang sedang berada di rumah karena virus Corona. Oh ya satu lagi, artikel kami tentang gala premiere menghilang . Film yang diselesaikan hanya 4 bulan ini memiliki 4 cerita dalam satu film. Cerita dimulai dari jam 6 petang dan berakhir jam 6 pagi. Konon, Semarang menunjukkan pesona terindahnya pada jam-jam segitu. Geliat Semarang ta...

12 Film Indonesia Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2018

Image
Ini adalah sekumpulan postingan Twitter yang berisikan informasi film Indonesia dengan link blog dotsemarang yang dirajut dalam fitur momen. 12 film ini yang mendominasi adalah film dari sineas Makassar.  Tahun 2018 jadi momentum film-film Makassar tayang di bioskop. Itu luar biasa, meski tayang terbatas dibeberapa kota. Lainnya, silahkan lihat sendiri. Bagaimana dengan tahun 2019? Apakah akan berkurang atau malah sebaliknya? Kejutan tengah tahun ini adalah tayangnya film layar lebar dari sineas Pontianak. Semoga sineas Semarang juga terpacu bisa tayang di kota sendiri dan tentunya layar lebar. Berikut daftarnya : Artikel terkait : Refreshing, Salah Satu Alasan Nonton Film di Bioskop Alasan Penonton Indonesia Pergi ke Bioskop, Cuma Bentuk Hiburan? Ketika Pasar Film Membuat Film Indonesia Harus Mengalah Taruh Brosur, Cara Menarik Penonton Film di Bioskop Semarang Lainnya

Refreshing, Salah Satu Alasan Nonton Film di Bioskop

Image
Gencarnya pemberitaan tentang Netflix yang menginjakkan kaki di Indonesia turut berpengaruh terhadap perkembangan film, khususnya bioskop. Tapi saya tidak yakin jika masyarakat akan malas pergi ke bioskop. Alasannya? Pekan kedua bulan Januari 2016, bioskop Semarang kembali seperti sediakala. Antrian yang membludak tidak terlihat saat ada film baru yang tayang di bioskop Cinema XXI Semarang akhir tahun 2015 kemarin. Saya benar-benar kapok untuk mengantri, meski begitu saya senang melihatnya. Setelah beberapa pekan melewatkan film-film hits Indonesia, akhirnya saya bisa nonton juga. Setelah mengantri saya sedikit mengamati antrian yang sudah seperti biasa tapi lebih ramai. Butuh refreshing Di Semarang memang daftar tempat wisata terbilang banyak. Tapi adakah yang akan mengunjungi bila sudah sering dikunjungi atau terbiasa. Satu-satunya tempat wisata yang membuat otak dan tubuh refresh adalah dengan pergi ke bioskop. Ya, inilah wisata sebenarnya. Tentang refreshing ini bu...

Review Film Harim di Tanah Haram

Image
Ditengah pasar yang menggandrungi film dengan genre komedi dan horor, film Harim di tanah Haram menjadi satu-satunya film yang mencerahkan. Bahkan segmentasi penontonnya sebagian besar perempuan muda hingga dewasa (ibu-ibu). Ini terlihat dari penonton bioskop Semarang yang memutar film dengan durasi 114 menit ini  di jam perdananya. Film Harim di Tanah Haram resmi tayang di bioskop tanah air tanggal 10 Desember 2015. Film ini sepertinya pernah digadang-gadang akan tayang bulan September, entah mengapa baru tayang hari ini. Kisah pelacur merindukan ka'bah Dari posternya sendiri terlihat dengan jelas tentang cerita utamanya. Penonton digiring melihat sebuah realita seorang wanita yang sebenarnya seorang muslimah tiba-tiba hidupnya berubah 180 derajat.  Mulai dari pernikahan yang mengecewakan, dijual di tempat pelacuran dan akhirnya menemukan seorang pria yang baik dan mau menikahinya. Pada akhirnya, ia berhasil menginjakkan kaki di tanah Haram atau Mekk...

Review Film Miracle; Jatuh Dari Surga

Image
Film ini resmi tayang di seluruh bioskop tanah air pada tanggal 3 Desember 2015. Membawa genre drama dan keluarga, seperti apa film ini disajikan kepada penonton? Berikut reviewnya. Disutradai oleh Wisnu Adi, film Miracle;  Jatuh Dari Surga berdurasi sekitar 119 menit dengan kategori penonton semua umur. Jualan Solo Sebelum menuju cerita, film ini rupanya benar-benar jualan alias memasarkan kota Solo dengan sangat baik. Mungkin karena background kotanya punya nilai tinggi, terutama sisi bangunan dan tradisinya, film ini benar-benar menampilkan berbagai sudut dengan sangat maksimal. Seperti transportasi, warung kecil dengan kesenian, kuliner, batik, dan masih banyak lagi. Bahasa Jawa? Pastinya. Percakapan di film ini pun ditambahin teks subtitle dalam bahasa Indonesia. Cerita kurang greget Sebelum saya masuk ke bioskop, saya ngobrol dengan seorang penonton wanita. Ia berencana nonton film Hollywood yang memang sedang menarik akhir pekan ini. ...

Film Skakmat Bertahan 6 Hari di Bioskop Semarang

Image
Saat mendengar kabar sebelum film ini tayang di bioskop akan roadshow di Semarang, dotsemarang senang sekali. Ini kabar baik bahwa pelaku film sangat mengapresiasi penggemar maupun penontonnya. Namun sayangnya, film ini malah turun lebih cepat. Film Skakmat meluncur ke bioskop-bioskop tanah air tanggal 26 November 2015. Film yang dibintangi Tanta Ginting, Donny Alamsyah, Hannah Al Rasyid, dan Cecep Arif Rahman membawa genre action. Ya, silat sedang bumingnya tahun ini. Film Skakmat sudah turun dari bioskop #Semarang — Kofindo (@Kofindo) December 1, 2015 Tapi apalah daya, hanya bertahan 6 hari dan itu diawal bulan Desember 2015. Padahal melihat pemasarannya dengan mengadakan roadshow dibeberapa kota, film ini setidaknya bisa lebih lama bertahan. Mungkin lagi-lagi faktor penonton seperti survei yang ditulis DISINI . Tetap semangat! Artikel terkait : Ada Pemain Film Relationshit di Bioskop Semarang . Ketika Pasar Film Membuat Film Indonesia Harus Mengalah ...

Alasan Penonton Indonesia Pergi ke Bioskop, Cuma Bentuk Hiburan?

Image
Survei yang melibatkan 1.100 responden dari 9 kota di Indonesia ini sangat menarik. Bisa menggambarkan apa yang selama ini jadi kendala para pelaku film khususnya film Indonesia. Mengutip dari laman Lampost.co (29/11), dituliskan disana tentang alasan masyarakat Indonesia yang pergi ke bioskop yang dibuat oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (FFTV IKJ) pada September hingga Oktober 2015. Terungkap bahwa, sebanyak 46 persen penonton film memilih film berdasarkan cerita. Kemudian, sebesar 24 persen orang menonton film Indonesia dengan alasan genre dan jenis film. Film sebagai hiburan "Persentase ini menunjukkan bahwa penonton film Indonesia masih menganggap film sebagai bentuk hiburan. Penonton Indonesia belum melihatnya dari sisi sinematis," ungkap Mohamad Ariansah, Dosen FFTV IKJ, di IKJ, Jakarta, Sabtu (28/11/2015). Film merupakan hiburan yang bisa membuat penonton lepas ...

Ada Pemain Film Relationshit di Bioskop Semarang

Image
Cukup lama juga bioskop Semarang, Cinema XXI tidak kedatangan para pemain film. Melihat trendnya saat ini, Jakarta masih pilihan utama buat nobar sekaligus launching film sebelum diputar di seluruh bioskop Indonesia. Minggu siang, (22/11), bukan 3, tapi 5 orang sekaligus film Relationshit membawa para pemainnya sekaligus ke Semarang. Ada Jovial da Lopez, Fandy Chow, Dina Anjani, Bayu Skak, dan Devina Aureel. Ya, bisa ketebak bagaimana antusias penonton dan pengunjung yang sebagian besar remaja ini menanti kehadiran mereka. Tiket ludes Ketika film Hollywood sedang buming pekan ini, dan dipastikan angka jumlah penonton untuk film Indonesia turun drastis khususnya bioskop Semarang, film Relationshit setidaknya 1 hari ini mampu menarik perhatian penonton untuk berbondong-bondong pergi ke bioskop menonton film Indonesia. Saat dotsemarang menanyakan jumlah kursi penonton khususnya film Relationshit, hingga pukul 4 sore semuanya ludes terisi hingga tempat duduk yang bawah....

Review Film Badoet

Image
Apa jadinya jika film hantu Indonesia keluar dari pakemnya yang identik dengan pocong, kuntilanak dan lainnya? Penasaran! Sepertinya begitu. Film Badoet yang rilis tayang 12 November 2015 ini, mencoba menampilkan sisi yang berbeda. Berikut reviewnya. Saya agak telat nonton film ini dari jam pemutaran perdananya yaitu jam 12 siang. Alhasil, saya nonton jam kedua yaitu jam 2 siang lebih. Yang menarik perhatian adalah antusias penonton jam kedua lumayan bagus. Segerombolan pelajar yang menonton seolah memberitahu bahwa film Badoet punya segmen remaja. Berusaha menampilkan sisi yang berbeda Berdurasi 85 menit, film Badoet karya sutradara Awi Suryadi berusaha menyingkirkan pakem yang ada pada film-film hantu Indonesia. Badoet, identik dengan lucu, menyenangkan dan disukai anak-anak tiba-tiba saja dibuat menyeramkan. Tidak tanggung-tanggung, penonton disebelah saya yang remaja cukup ketakutakan melihat adegan-adegan tiba-tiba Badoet muncul dengan wajah seramnya. Dita...

Review Film Kakak

Image
Ada yang berani tinggal di rumah sendirian dengan berbagai peristiwa yang tak masuk akal? Film dengan durasi 85 menit ini mengajak penontonnya bertegang ria. Film Kakak resmi tayang di bioskop tanah air tanggal 5 November 2015. Animo penonton Semarang di awal film ini rilis masih seperti biasa, standar. Kurang dari 20 penonton di jam pertama seakan menggambarkan bagaimana wajah perfilman tanah air masih belum maksimal. Meskipun demikian, film ini setidaknya lebih baik dari film yang juga sama-sama tayang, film Misterius.  Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang kehidupan suami istri yang masih muda harus menghadapi kenyataan bahwa rumah yang mereka tempati ternyata ada penunggunya yang berwujud anak perempuan. Jangan berpikir negatif dulu tentang film ini. Berikut beberapa hal menarik dari film Kakak yang perlu Anda ketahui sebelum pergi ke bioskop akhir pekan ini. Hantu baik Hal pertama yang ingin disampaikan lewat film ini adalah ini ber...

Ketika Pasar Film Membuat Film Indonesia Harus Mengalah

Image
Beberapa minggu lalu, saya memposting banner film Ach...Aku Jatuh Cinta yang terpampang di sekitar bioskop Cinema XXI, Semarang. Dan hari ini (5/11), saat film-film Indonesia yang baru mulai tayang, film tersebut malah tidak tayang. Ada apa? Kecewa? Tentu saja saya kecewa dengan cara mereka melakukan hal tersebut. Apalagi trailer filmnya sudah sering kali ditayangin di dalam bioskop sebelum film diputar. Di media sosial pun juga demikian. Pasar film yang menguntungkan film Hollywood Saat membaca beberapa media online tentang permasalahan ini sepertinya masalah pasar yang menguntungkan film dari Hollywood menjadi alasan utama yang bisa mempengaruhi jumlah penonton nantinya. Entah apakah itu benar atau semacam prediksi. Apalagi film Spectre dan The Hunger Games: Mockingjay - Part 2, akan meramaikan bulan November. Kalau harus melihat sisi bisnis tentu yang dilakukan pihak film sangat benar. Tapi harapan untuk menjadikan film Indonesia menjadi raja di negeri sendiri s...

Review Film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

Image
Di awal-awal film ini saat mulai, penonton sudah dihadapkan dengan sebuah dilema. Film menyentuh dan semoga Anda tidak lupa membawa tisu. Film Ayah menyayangi tanpa akhir resmi tayang di bioskop tanah air tanggal 29 Oktober 2015. Lagi, film yang diangkat dari sebuah buku dan kisah nyata dari karya Kirana Kejora. Film berdurasi 88 menit ini membawa satu nama besar yaitu Fedi Nuril yang dikolaborasikan dengan Naufal Azhar, Amanda Rawless, Ade Firman Niken Anjani, Kelly Tandiono, dan Niniek L. Sukses membuat penonton menangis Keluar dari cerita asli dari bukunya, film ini menurut saya sukses diceritakan kembali. Akting Fedi Nuril berhasil membuat penonton menangis. Akting yang tidak lebay dan menurut saya ekspresinya sangat datar malah membuat feel penonton sangat dapat. Pria sejati menangis apakah seperti ini? Alur yang sempat jatuh Di awal-awal, alurnya langsung tinggi. Penonton dibawa ke sebuah konflik tentang keberanian Fedi Nuril menikahi pacarnya yang selain ...

Taruh Brosur, Cara Menarik Penonton Film di Bioskop Semarang

Image
Ada yang menarik dari bioskop Semarang yang terletak di Mall Ciputra lantai 2, Cinema XXI beberapa waktu lalu. Meja tempat dimana penonton membeli tiket dimanfaatkan oleh pemilik film untuk menaruh brosur film mereka yang akan tayang beberapa waktu kedepannya. Apakah ini efektif? Sepertinya media sosial atau pun banner belum cukup mempromosikan film-film Indonesia yang tayang agar menarik penonton dengan jumlah banyak. Ya, bioskop bukan lagi sekedar tempat menonton atau membeli tiket tapi juga digunakan sebagai tempat promosi. Mungkin cara-cara menaruh poster dan banner film di sudut-sudut bioskop kurang ampuh. Makanya dengan cara menaruh brosur di dekat meja loket tiket diharapkan para penonton yang membeli tiket merasa tertarik dan waktu akan datang (film tayang) mereka kembali ke bioskop. Lihat gambar-gambar di halaman postingan ini bukan saja menaruh cover film terbaru mereka, tapi plus sinopsisnya. Rasa penasaran penonton diharapkan membuka halaman belakang da...

Review Film 3 Dara

Image
Film dengan durasi 86 menit ini bukan saja memberi tontonan segar kepada penontonnya, tapi juga ngajarin kaum laki-laki untuk lebih menghargai seorang wanita. Sudah lebih dari 1 bulan film ini bertahan di bioskop Semarang, mungkin ini alasannya? Film 3 Dara resmi diluncurkan di bioskop tanah air tanggal 23 September 2015. Saya sendiri malah baru nonton per 23 Oktober. Benar-benar terlambat untuk pamer di sini. Menariknya, jadwal pemutaran film ini selalu full di Cinema XXI Semarang. Cerita yang berbeda Salah satu yang digaris bawahi tentang film ini adalah cerita yang unik, menarik dan jarang ditemui. Dan mungkin alasan terbaik menggambarkan film yang dibintangi Tora Sudiro, Adipati Dolken, dan Tanta Ginting ini adalah jalan ceritanya yang berbeda diantara sekian film yang pernah saya tonton untuk film Indonesia. Bila film-film selanjutnya seperti ini, saya yakin deh kedepan film Indonesia akan diburu penonton. Pada saat saya menonton, meski sudah 1 bulan, antusias...

Review Film 3 (Alief Lam Mim )

Image
Bukan sekedar menawarkan gambar menawan, film garapan sutradara Anggie Umbara ini juga memberikan sentuhan cerita yang sangat menarik. Saya Optimis film ini lebih baik dari The Raid. Coba saja nonton film ini kalau tidak percaya.

Review Film 99% MUHRIM - GET MARRIED 5

Image
Film Get Married 5 tayang serentak di bioskop tanah air pada tanggal 30 Juli 2015. Durasi yang dibawa sekitar 95 menit. Berikut review singkatnya. Setelah hari raya Idul Fitri, perfilman Indonesia terus mendapatkan angin segar (Jumlah Penonton). Dan film Get Married 5 yang tayang dengan film Catatan Akhir Kuliah diharapkan yang sama dapat memberikan efek positif . Sepi penonton Bagi Anda yang sudah mengikuti perjalanan film Get Married dari awal (10 tahun), tentu tidak akan melewatkan film kelimanya ini dengan tambahan judul 99% MUHRIM. Nuansa islami benar-benar ditonjolkan oleh Sutradara Fajar Bustomi disini. Sayangnya antusias penonton di jam perdana tayang, film ini sepi peminat. Bioskop Semarang ( Cinema XXI ) tidak begitu ramai seperti tayang perdana film Comic 8. Sekuel Terakhir Get Married 5 rupanya menjadi film terakhir bagi keluarga MAE (Nirina Zubir) dan RENDY (Nino Fernandez). Film Get Married berhasil menahbiskan diri sebagai film sekuel paling panjang di Indonesia. Beberap...

Review Film Surga yang Tak Dirindukan

Image
Film yang tayang pada tanggal 15 Juli ini hingga tulisan ini dibuat masih meramaikan bioskop Indonesia dan khususnya Semarang, film ini mendapat sambutan luar biasa. Akhirnya saya memutuskan untuk menyaksikan juga film yang dimainkan oleh Fedi Nuril, Laudya Cynthia Bella, Raline Shah, Kemal Palevi, Tanta Ginting dan masih banyak lagi dengan sang sutradara Kuntz Agus (Republik Twitter). Berdurasi 2 jam atau 124 menit, film ini secara garis besar mengangkat tema tentang 'Poligami'. Dengan berbagai sudut pandang dan racikan film ini sangat menarik untuk disaksikan. Beberapa alasan mengapa Anda harus menonton film ini. Cerita yang kuat Alur ceritanya bergerak maju. Pertemuan singkat, saling suka lalu sebuah pernikahan suci yang tentu melihat gambaran seperti ini sangat saya sukai. Pada awal mulai sebenarnya penonton sudah disuguhi keterkejutan tapi kemudian mulai menikmati hingga konflik datang saat sebuah mobil tertabrak. Emosi benar-benar diaduk dan banyak memperlihatkan bagaiman...