Posts

Showing posts with the label tempat ngopi

Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

🎱 Kuliner Baru Jolotundo: Eksplorasi Parjo x Padangju yang Buka 24 Jam, Ada Fasilitas Meja Biliarnya!

Image
Akhirnya terjawab sudah misteri bangunan yang sempat kami tulis di bulan April kemarin. Bangunan baru yang berada di koridor Jalan Jolotundo Semarang ini resmi dihuni oleh Parjo (Pancong & Burjo) yang berkolaborasi apik dengan Padangju. Kehadiran dual-brand ini otomatis menambah daftar tempat nongkrong baru yang strategis di kawasan yang dekat dengan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Bulan Juni kemarin memang menjadi momen yang sibuk untuk merampungkan proyek bangunan ini. Sebelum resmi dibuka, kami bahkan sempat menebak-nebak jika tempat luas ini disiapkan sebagai sentra kuliner baru untuk mengakomodasi para pedagang kaki lima yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Jolotundo. Entah kenapa pemikiran itu terlintas, mungkin karena kami berharap jalur pedestrian di Jolotundo bisa dimaksimalkan kembali fungsinya untuk masyarakat yang ingin berjalan kaki dengan nyaman. Namun, prediksi kami meleset total! Saat kami melintas kembali di awal bulan Juli, tempatnya ternyata sudah beroperas...

☕ Kopi Kenangan Ahmad Yani: Penantang Baru di Jalur Strategis Semarang

Image
Kami tidak menyangka rumah tua yang berdiri anggun di Jalan Ahmad Yani ini mendadak kembali bersolek. Setelah sebelumnya sempat digunakan untuk bisnis kuliner dan kemudian tutup, bangunan ini mulai menunjukkan tanda-tanda renovasi sejak Februari 2026. Siapa sangka, bangunan ikonik ini kini bertransformasi menjadi tempat ngopi dari merek lokal yang sudah mendunia. Resmi dibuka pada pertengahan Maret kemarin, kehadiran simbol hati merah besar di atas fasad putihnya seolah membawa optimisme baru. Simbol khas Kopi Kenangan - Ahmad Yani Semarang ini seakan menegaskan bahwa tempat ngopi baru tersebut siap mengukir cerita yang berbeda dari pendahulunya, apalagi dengan lokasinya yang sangat strategis—hanya selemparan batu dari Simpang Lima yang merupakan jantung Kota Semarang. Peta Persaingan di Jalur Segitiga Emas Jalan Ahmad Yani sebenarnya bukan tanpa kedai kopi. Jalur ini sudah lebih dulu dihuni oleh nama-nama besar dengan reputasi kuat seperti Antarakata Coffee dan Eastman Coffee House. B...

🏛️ KOV Koffie Heritage: "Kopi Seperak" yang Mengguncang Sudut Kota Lama

Image
Semarang sepertinya belum mau berhenti bersolek. Hari Minggu pagi kemarin (11/1/2026), saat kami sedang asyik menikmati rute Car Free Day (CFD) dengan bersepeda di tengah rintik hujan, ada pemandangan kontras yang memaksa kami berhenti sejenak di sudut Kota Lama. Bukan soal bangunan klasiknya yang megah, melainkan antrean manusia yang mengular panjang di depan sebuah pintu gedung tua yang baru saja bangun dari tidurnya: KOV Koffie Heritage . Kehadiran KOV di Semarang Bawah ini terbilang sangat agresif. Bayangkan saja, mereka menebar promo Rp1 untuk 1.000 cup per hari selama masa Grand Opening . Strategi "perang" terhadap keheningan di sudut jalan tersebut sukses besar mengubah aktivitas minum kopi menjadi sebuah kejadian ( event ) massal yang membuat warga Semarang rela antre sejak pukul 8 pagi. Namun, di balik keriuhan promo "seperak" itu, kami melihat ada sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar jualan kopi murah. Ada strategi heritage branding yang cerdik, a...

☕️ Menembus "Benteng" Kopitagram Dr. Cipto Semarang

Image
Jika melintas di Jalan Dr. Cipto, mata pasti akan tertuju pada sebuah bangunan dengan dinding tinggi yang tampak tertutup, mirip benteng di tengah hiruk-pikuk ruko dan perkantoran. Namanya Kopitagram. Mengingatkan kami pada media sosial populer, yang tentu saja memicu rasa penasaran: ada apa di balik dinding masif itu? Setelah sempat tertunda sejak grand opening -nya pada Mei 2025 lalu, kami akhirnya berkesempatan mampir di bulan Januari kemarin. Bukan sekadar nongkrong biasa, kedatangan kami kali ini bertepatan dengan sebuah acara komunitas yang membuat kami bisa mengeksplorasi sisi-sisi "rahasia" dari pemain nasional satu ini. Bagaimana rasanya menelusuri lorong-lorong estetiknya? Dan benarkah tempat ini menetapkan standar baru bagi coffee shop raksasa di Semarang? Selengkapnya mengenai detail ruangan, pengalaman mengikuti acara Coffee Night, hingga galeri foto eksklusifnya, bisa dibaca melalui laman Trakteer kami di tautan berikut ini . Artikel terkait : Tekodeko Koffiehu...

Tekodeko Koffiehuis: 10 Tahun Tangguh di Jantung Kota Lama Semarang

Image
Sepuluh tahun bukan waktu sebentar, bro! Tekodeko Koffiehuis , salah satu pionir ngopi di Kota Lama, baru aja ngerayain ulang tahun ke-10 pada Juni 2025. Kali ini spesial, soalnya kami diundang buat ngerasain sendiri kemeriahannya. Antusias? Jelas! Tapi, ceritanya nggak semulus ngetik postingan ini. Dari awal berdiri, Tekodeko udah punya tempat khusus di hati kami, mirip kayak Hero Coffee . Dulu, pas mereka baru buka di Jl. Letjen Suprapto No. 44 pada 6 Juni 2015, sering banget ada acara seru yang kami sambangi. Maklum, kami cukup akrab sama salah satu kru mereka, jadi tiap ada event kece, pasti diajak mampir. Sekarang, Tekodeko pindah ke markas baru sejak Maret 2025 di Jl. Kepodang No. 64, masih di jantung Kota Lama, cuma sepelemparan batu dari Gereja Blenduk dan Taman Srigunting. Nuansa klasik Belanda? Tetap ada. Sentuhan modern? Jelas bikin betah. Balkon instagrammable dan aroma Kopi Gendhis yang manis legit masih jadi magnet. Satoe Dekade Penuh Rame Sepuluh tahun Tekodeko bukan ...

Bale Kompi: Kedai Kopi Baru di Jolotundo, Semarang yang Wajib Dikunjungi

Image
Meski tergolong pendatang baru di dunia perkopian Semarang, khususnya di Jalan Jolotundo , Bale Kompi tampil menonjol dengan bangunan dua lantainya yang unik. Kedai ini menargetkan mahasiswa dan pelajar sebagai pasar utama, menawarkan suasana nyaman untuk nongkrong, bekerja, atau sekadar menikmati kopi. Berikut pengalaman kami saat diundang langsung oleh Bale Kompi. Awal Perjalanan ke Bale Kompi Tak disangka, artikel galeri foto kami pada April 2025 mengantarkan kami ke undangan spesial dari Bale Kompi melalui DM Instagram. Dengan antusias, kami menerima undangan untuk bersilaturahmi. Strategi pemasaran mereka yang proaktif ini patut diapresiasi. Pada Jumat malam, 9 Mei 2025 , kami akhirnya mengunjungi kedai ini setelah beberapa hari berkomunikasi. Begitu tiba, kami langsung disambut oleh bangunan dua lantai yang menjulang tinggi, dengan pemandangan menarik ke Jalan Jolotundo dan sisi samping yang menghadap Menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) . Suasana Indoor: Nyaman dan Intim Masu...

Berkunjung Ke Naik Daun Cafe Tembalang

Image
Tempatnya masuk ke dalam gang, semacam hidden gem. Parkirnya juga luas, entah itu kendaraan roda 2 maupun roda 4, sepertinya cukup kalau sedang ramai. Kami akhirnya punya ulasan tempat nongkrong kembali yang ada di Kecamatan Tembalang. Apakah suasananya seunik namanya, Naik Daun? Kami baru tahu mengenai kafe ini saat diundang acara ulang tahun komunitas bloger Semarang, Gandjel Rel di bulan Februari kemarin (25/2/25). Karena masih asing namanya, langsung kami searching. Jalan Bulusan? Wah, wilayah Semarang atas. Lebih tepatnya kecamatan Tembalang. Itu artinya untuk menuju ke Naik Daun Cafe, kami harus menggunakan bus Trans Semarang. Sulit untuk memakai sepeda seperti biasanya ke sini. Kafe estetis   Kesan pertama kami menginjakkan kaki di Naik Daun Cafe Tembalang yang grand opening sejak Juli tahun 2024 ini memang terlihat menyenangkan atau bahasa anak sekarang di TikTok adalah aesthetic atau estetis. Pemilik tahu betul konsep kekinian yang disukai konsumen, apalagi kafe ini dekat ...

Akhirnya! Nongkrong Juga di Serambi Eatery Semarang

Image
Seminggu sekali rasanya kami selalu melewati tempat nongkrong ini yang terlihat seru dari jalan saat kami melintas. Kapan ya kami bisa mampir dalam pikiran kami. Dan kesempatan itu akhirnya tiba juga bulan Juli kemarin. Dilaunching pada tahun 2020, bulan Mare t, baru kali pertama ini kami bisa duduk di sini sambil ditemanin segelas kopi. Kebenaran ada orang pemasaran sebuah kampus yang mengajak bertemu. Setelah disepekati tempat pertemuan yang akhirnya dipilih Serambi Eatery yang berada di jalan Atmodirono, tepat depan Gereja Katolik Keluarga Kudus , akhirnya kami bertemu juga setelah sebelumnya berkomunikasi lewat pesan WhatsApps. Tengah Kota Tempat ini yang membuat kami tertarik adalah ruang di luarnya yang tampak menyenangkan. Dilihat dari bentuk bangunannya yang berupa rumah, pengalaman nongkrong seperti di rumah terasa di sana. Apalagi lokasinya berada di tengah kota, tak jauh dari kawasan Simpang Lima bila naik kendaraan. Beberapa gambar yang kami tampilin kami pikir sudah mewaki...

Ngopi di Lady Elisabeth Malang

Image
Tempatnya yang berada dalam satu kawasan dengan Hotel Harris Malang , membuat kami yang baru beberapa hari tiba di Malang akhirnya memutuskan duduk ngopi di dalam sana sambil bekerja mengurus dotsemarang . Oh seperti ini suasananya? Kami masih buta dengan tempat perkopian di Malang. Bila pilihannya banyak pun, itu mungkin harus mencari di google terlebih dahulu. Lady Elisabeth adalah opsi satu-satunya yang bisa kami jangkau karena aktivitas kami yang bolak-balik sekitar hotel Harris yang berada di komplek Perum Riverside, Kecamatan Blimbing Kota Malang tersebut. Pembayaran QRIS Saat kami tiba Sabtu siang hari (15/6), tak banyak orang di sana. Bahkan, kami sangat terkesan dengan karyawan yang membuka pintu masuk buat kami. Wew, apakah ini yang dinamakan ungkapan pengunjung adalah raja? Hal pertama yang kami tanyakan sebelum benar-benar duduk di dalam adalah apakah di sini tersedia pembayaran dengan QRIS? Kami tak sedang kampanye pembayaran QRIS yang seperti sedang dilakukan oleh Bank B...

Tempat Ngopi di Jalan Jolotundo: Kopi Maju 57

Image
Salah satu tempat ngopi atau coffee shop di jalan Jolotundo Semarang adalah Kopi Maju 57. Brand yang didirikan sejak tahun 2019 ini oleh Mirza Firdaus, punya beberapa cabang selain di Jolotundo. Tapi, kami bahas yang di sini saja dulu.  Letaknya sangat strategis di Jolotundo. Pas banget berada di gerbang masuk Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) .  Kami terakhir mencoba pada tahun 2020. Lama sekali, makanya gambar ini mungkin akan kadaluwarsa apabila sekarang sudah berubah. Kami menyukai tempat ini karena dibuat outdoor. Orang-orang yang melintas di jalan bisa melihat aktivitas orang yang sedang ngopi di sana. Ditambah warna brandingnya yang mencolok yang identik dengan Kota Semarang, yaitu warna merah. Kami sendiri lupa sejak kapan tempat ngopi ini hadir di Jolotundo. Terakhir kami ke sini pada tahun 2022, awal tahun. Jadi, gambar-gambar ini mungkin akan berbeda dengan keadaan yang sekarang. Penamaan angka 57 cukup unik juga menurut kami. Saat kami cari tambahan referensi ...

Kawasan Veteran Semarang, Destinasi Kuliner Kaum Muda ?

Image
Perlahan namun pasti, jalan Veteran Semarang berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner di Kota Semarang. Sebagian besar kami melihatnya sebagai tempat nongkrong karena banyaknya tempat ngopi. Kami masih ingat pada tahun 2020, kawasan Veteran Semarang direncanakan menjadi salah satu destinasi kuliner oleh Pemerintah Kota saat itu usai geliat kawasan Depok yang juga sedang naik kulinernya. 3 tahun kemudian, kawasan Veteran memang terus bertumbuh. Tidak hanya tempat nongkrong yang digandrungi kaum muda, tapi juga tempat makan yang ciri khas Semarang hingga berlabel Asian. Satu arah Apa yang dikhawatirkan sebagian orang sepertinya sedikit teratasi, terutama akses jalan ke arah Veteran yang makin hari makin macet. Jalannya memang lumayan besar, eh kurang lebar , tapi karena Ibu Kota Jawa Tengah makin hari semakin ramai kendaraan lalu lalang, rasanya begitu sempit. Salah satu cara yang diatasi Pemkot adalah menutup akses jalan menjadi satu arah. Kami sudah menuliskannya di sini . Seti...