Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Love Reborn
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Love Reborn rilis perdana di bioskop tanggal 31 Mei 2018. Durasi waktu yang dibawa sekitar 1 jam 38 menit. Untuk kategori penonton, film yang disutradarai Jay Sukmo ini menempatkan remaja yang berusia 13 tahun ke atas. Tertarik?
Semarang beruntung didatangi film yang membawa 3 pemainnya ini yang kebenaran sedang roadshow dibeberapa kota. Kami bersyukur, mereka membawa pemeran utama prianya yang berarti kota Semarang sangat penting buat kampanye promosi mereka.
Kami yang hadir menyaksikan film ini dan mengikuti aktivitas mereka sempat mengabadikan momen yang dapat dilihat dipostingan sebelumnya atau langsung klik di sini.
Film penuh warna
Di awal film, kami langsung disajikan sebuah dubbing seorang perempuan yang mengisahkan kehidupannya dengan seorang ibu tunggal (Ira Wibowo). Bahagia? Begitulah. Hingga akhirnya seorang pria datang membawa jas di hari tertentu dengan sangat konsisten.
Dia adalah Kirei, diperankan oleh Nadya Arina. Pemeran utama wanita ini bagi penonton yang peduli dengan dia, tentu wajahnya tidak asing. Kami menyukai karakternya di film ini. Keras!
Selain berperan sebagai seorang mahasiswi, ia memiliki semacam profesi kekinian yaitu pembuat komik digital. Dia benar-benar sukses di sana namun menuntunnya pada sebuah rahasia yang akhirnya mengubah cerita film ini yang penuh darah anak muda.
Kirei tampil dengan balutan suasana yang menyenangkan penuh warna, dari sisi kamera yang kami lihat, hadir seorang pria yang menjadi lawannya layaknya sebuah kisah yang mudah ditebak. Ya, mereka terus bertengkar namun akhirnya saling menyukai.
Ini mengingatkan kami tentang film Eiffel... I'm in Love, yang dua tokoh utamanya selalu berantem. Namun kemudian mereka menaruh rasa satu sama lain.
Adalah Ardit Erwandha yang berperan sebagai Bagus yang saat di Semarang roadshow kemarin ia datang. Perannya sebagai anak band yang penuh semangat bersama teman-temannya yang kebanyakan komika aslinya.
Saat semua kami pikir itu menarik, hadirnya Cosplayer, drama anak muda hingga pertengkaran antar kelompok yang mencoba mempertahankan idealis karena rebutan tempat untuk sebuah acara, suasana yang sangat ceria berubah kehilangan arah.
Sebuah misi pencarian masa lalu
Harapan tinggi kami jatuh begitu saja meski beberapa kali film ini diselematkan tawa penonton disebelah. Hadirnya para Komika yang ambil bagian membuat alur masih bisa dinikmati.
Ini film tentang misi pencarian masa lalu orang tua antara Kirei dan Bagus. Layaknya sebuah film bertema pencarian, keduanya yang awalnya tidak cocok dan saling membenci berubah akur dan menjadi satu tujuan.
Apakah ini semacam promosi tempat wisata? Atau memang tak sengaja tempat yang dipilih memang bagian cerita. Tempat yang dituju benar-benar menarik dan menghadirkan potongan cerita dengan berbagai nuansa.
Film ini milik mereka berdua. Jangan harap seperti apa Kirei membuat komik yang menarik secara penuh ditampilkan. Atau bagaimana Bagus latihan bersama teman-teman bandnya. Mereka tetap ditampilkan sepotong-potong, meski kami tidak puas di sana.
Dampak masa lalu yang terus digali tanpa sadar mengubah cerita yang kami pikirkan. Keduanya terus-terusan terlibat dengan orang tua tunggal mereka. Pertengkaran, rasa amarah dan curiga seakan ini film dewasa.
Penampilan Payung Teduh yang meneduhkan
Selain Ira Wibowo yang mewakili aktris senior yang ikut bermain sebagai ibu Kirei, ada Donny Damara yang menjadi ayah Bagus. Masa lalu mereka rupanya sebuah kisah manis yang tidak ingin diulang di masa sekarang. *Ceritanya.
Lalu, ada Hengky Solaiman, Ingrid Widjanarko, Epy Kusnandar, dan Ence Bagus. Chand Kelvin yang ikut ambil bagian sebagai Dimas berperan sebagai manajer yang punya karakter kurang menyenangkan dan mungkin kamu membencinya. Ambisius dan curang.
Kehadiran Payung Teduh yang semua personil cukup menarik juga. Apalagi lagu mereka beberapa kali terdengar yang meneduhkan suasana. Salah satunya adalah Akad yang memang menjadi Soundtrack di film ini.
Kalau kamu penggemar mereka, tentu tak ingin melewatkan penampilan mereka yang pertama kali di layar lebar. Kapan lagi, coba! Bahkan sang vokalis ikut ambil bagian dengan keterlibatan yang lebih banyak di sana.
Trailer film Love Reborn
..
Sebagai film untuk tontonan menghibur, film ini sudah mewakili penonton muda dan orang-orang yang berharap menghilangkan penat. Ya, kami dan penonton disebelah kami banyak tertawa karena para komika. Apakah film ini agak lebay?
Kami harap seharusnya begitu, biar sedikit cerita anak mudanya dapat. Tapi syukurlah bila kamu adalah penonton kritis, film ini tidak membawa kelebaian.
Pada akhirnya film ini bercerita tentang bagaimana mengungkapkan sebuah kebenaran keluarga masing-masing yang rupanya saling terhubung. Bukan tentang proses kerja keras yang menyemangati kami sebagai penonton melihat para pemain utama muda yang dibawa.
Anak mereka akhirnya saling jatuh cinta, sesuai harapan semua penonton yang memikirkan kedekatan keduanya saat film akan segera berakhir.
Di Semarang sendiri film ini hanya bertahan hanya 4 hari.
Hari ini film LOVE REBORN sudah tidak tayang di bioskop Transmart #Semarang. Itu artinya, film ini sudah tidak beredar lagi di kota Semarang.
Saat menggulir linimasa Threads , kami tertarik dengan sebuah unggahan yang menyoroti tren kekinian pada tempat-tempat baru di Kota Semarang, seperti coffee shop atau restoran. Apa yang disampaikan terasa menarik, karena dari sekian banyak sudut pandang yang kami temui, pemikiran akun ini cukup berbeda. Rasa penasaran membawa kami menelusuri tanggapan pengguna lainnya, dan inilah hasilnya. Adalah akun @dharmaputpra yang mengunggah sebuah utas pada Rabu, 11 Maret 2026. Dalam postingannya, ia menuliskan sebuah realita yang cukup tajam: "Sekarang Coffee Shop/Restoran baru buka di Semarang sudah nggak perlu KOL untuk promosi. Mereka baru buka 1-2 hari sudah jadi bahan rebutan content creator buat bahan media sosialnya." Membaca kolom komentar di utas tersebut, kami menemukan validasi dari para pelakunya langsung. Beberapa kreator justru merasa apa yang mereka kerjakan bukanlah sebuah "pekerjaan", melainkan cara untuk bersenang-senang. Era Mandiri: Bayaran dalam Bentuk...
Kami tidak menyangka bisa menikmati segelas kopi khas ala Turki ini secara langsung di Semarang. Biasanya, pemandangan unik ini hanya bisa kami saksikan melalui layar media sosial atau video pendek yang berseliweran di timeline . Namun, tambahan topping kurma di atasnya membawa cita rasa yang benar-benar di luar ekspektasi. Pengalaman ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kami ke Hotel Horison Nindya Semarang pada pertengahan Februari kemarin. Pihak hotel mengundang kami untuk mencicipi paket menu buka puasa yang mereka siapkan sebagai sajian spesial menyambut bulan Ramadan tahun ini. Sebagai penikmat kopi—meski bukan level fanatik—apa yang dihadirkan Horison Nindya tentu memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi pengunjung. Kapan lagi bisa melihat atraksi panci kecil yang digeser-geser secara ritmis di atas pasir panas? Uapnya mengepul pelan, menebarkan aroma kopi yang sangat kuat, pekat, dan berkarakter. Setelah proses seduh dirasa matang, karyawan yang bertugas menawark...
Salah satu hal yang paling kami sukai dari acara grand opening adalah sesi tur ruangan. Meski tidak bersifat eksklusif karena dilakukan bersama rombongan peserta lari, momen ini memberikan gambaran nyata tentang apa yang ditawarkan Cardea Semarang . Kami pun sempat mengabadikan suasananya melalui video yang bisa menjadi pertimbangan bagi Anda yang berencana berkunjung. Fasilitas Modern dengan Sentuhan Homey Setelah melewati area lobi di lantai satu yang fungsional, kami beranjak ke lantai dua. Untuk aksesnya, pengunjung bisa memilih menggunakan tangga atau fasilitas lift . Dari sini, sisi modernitas bangunan Cardea makin terasa—tidak hanya cantik dari luar, tapi juga dipikirkan secara matang di sisi interiornya. Sebelum memasuki area utama, terdapat fasilitas loker dan toilet yang bersih dan terawat. Memasuki ruangannya, suasana homey langsung terasa namun tetap mengedepankan fungsi. Perpaduan lantai kayu dan pencahayaan lampu LED yang memanjang di langit-langit memberikan kesan luas...
Tahun 2023 kami pernah bertemu dua orang cosplayer saat menghadiri acara YouTube di salah satu tempat nongkrong Kota Semarang. Saat itu, obrolan kami bukan saja membicarakan tentang mahalnya hobi mereka, tapi juga info acara yang minim tentang Cosplay di Kota Semarang. Bermodal cerita tersebut yang masih kami ingat, akhirnya kami menengok langsung acara Cosplay di Mal Tentrem awal bulan Juni kemarin (2/6). Entah kenapa kami mendadak tertarik, padahal sejak awal tahun ini, ada banyak Event Cosplay yang tercatat di daftar acara bulanan blog dotsemarang. Seberapa ramai Nama acara yang berlangsung adalah Infinifest 2.0 yang berlangsung dari tanggal 1-2 Juni 2024 di atrium mal Tentrem. Untuk lebih memikat, acara tersebut menghadirkan Punipun yang wajahnya tidak asing buat kami yang pernah bertemu dengannya saat acara ASUS di Jakarta. Mungkin itu juga salah satu alasan akhirnya kami tergerak untuk melihat acara Cosplaya kali ini. Untuk orang awam 😅 seperti kami...
Tahun 2026 rupanya membawa persaingan operator seluler ke level yang cukup mencengangkan. Jika dulu kita merasa 10 GB masa aktif 3 hari sudah cukup besar, kini trennya bergeser ke angka yang lebih masif. Kami baru saja memantau aplikasi Bima+ milik Tri, dan jujur saja, daftar paket yang ditawarkan cukup membuat dahi berkerit. Bayangkan saja, ada pilihan 20 GB seharga 20 ribu untuk 3 hari , 30 GB seharga 30 ribu untuk 5 hari , hingga yang paling ekstrem: 75 GB seharga 50 ribu dengan masa aktif hanya 7 hari . Angka-angka ini memicu pertanyaan kritis bagi kami; apakah ini benar-benar inovasi yang memihak konsumen, atau sekadar strategi untuk menguras kuota dalam waktu singkat? Strategi "Hajatan" Data dalam Waktu Singkat Kami harus mengakui bahwa angka 75 GB dengan harga 50 ribu Rupiah adalah penawaran yang secara matematis sangat murah. Per gigabyte-nya tidak sampai seribu Rupiah. Namun, yang menjadi ganjalan adalah masa aktifnya yang hanya satu minggu. Bagi pengguna rumahan ata...
Comments
Post a Comment