Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Love Reborn
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Love Reborn rilis perdana di bioskop tanggal 31 Mei 2018. Durasi waktu yang dibawa sekitar 1 jam 38 menit. Untuk kategori penonton, film yang disutradarai Jay Sukmo ini menempatkan remaja yang berusia 13 tahun ke atas. Tertarik?
Semarang beruntung didatangi film yang membawa 3 pemainnya ini yang kebenaran sedang roadshow dibeberapa kota. Kami bersyukur, mereka membawa pemeran utama prianya yang berarti kota Semarang sangat penting buat kampanye promosi mereka.
Kami yang hadir menyaksikan film ini dan mengikuti aktivitas mereka sempat mengabadikan momen yang dapat dilihat dipostingan sebelumnya atau langsung klik di sini.
Film penuh warna
Di awal film, kami langsung disajikan sebuah dubbing seorang perempuan yang mengisahkan kehidupannya dengan seorang ibu tunggal (Ira Wibowo). Bahagia? Begitulah. Hingga akhirnya seorang pria datang membawa jas di hari tertentu dengan sangat konsisten.
Dia adalah Kirei, diperankan oleh Nadya Arina. Pemeran utama wanita ini bagi penonton yang peduli dengan dia, tentu wajahnya tidak asing. Kami menyukai karakternya di film ini. Keras!
Selain berperan sebagai seorang mahasiswi, ia memiliki semacam profesi kekinian yaitu pembuat komik digital. Dia benar-benar sukses di sana namun menuntunnya pada sebuah rahasia yang akhirnya mengubah cerita film ini yang penuh darah anak muda.
Kirei tampil dengan balutan suasana yang menyenangkan penuh warna, dari sisi kamera yang kami lihat, hadir seorang pria yang menjadi lawannya layaknya sebuah kisah yang mudah ditebak. Ya, mereka terus bertengkar namun akhirnya saling menyukai.
Ini mengingatkan kami tentang film Eiffel... I'm in Love, yang dua tokoh utamanya selalu berantem. Namun kemudian mereka menaruh rasa satu sama lain.
Adalah Ardit Erwandha yang berperan sebagai Bagus yang saat di Semarang roadshow kemarin ia datang. Perannya sebagai anak band yang penuh semangat bersama teman-temannya yang kebanyakan komika aslinya.
Saat semua kami pikir itu menarik, hadirnya Cosplayer, drama anak muda hingga pertengkaran antar kelompok yang mencoba mempertahankan idealis karena rebutan tempat untuk sebuah acara, suasana yang sangat ceria berubah kehilangan arah.
Sebuah misi pencarian masa lalu
Harapan tinggi kami jatuh begitu saja meski beberapa kali film ini diselematkan tawa penonton disebelah. Hadirnya para Komika yang ambil bagian membuat alur masih bisa dinikmati.
Ini film tentang misi pencarian masa lalu orang tua antara Kirei dan Bagus. Layaknya sebuah film bertema pencarian, keduanya yang awalnya tidak cocok dan saling membenci berubah akur dan menjadi satu tujuan.
Apakah ini semacam promosi tempat wisata? Atau memang tak sengaja tempat yang dipilih memang bagian cerita. Tempat yang dituju benar-benar menarik dan menghadirkan potongan cerita dengan berbagai nuansa.
Film ini milik mereka berdua. Jangan harap seperti apa Kirei membuat komik yang menarik secara penuh ditampilkan. Atau bagaimana Bagus latihan bersama teman-teman bandnya. Mereka tetap ditampilkan sepotong-potong, meski kami tidak puas di sana.
Dampak masa lalu yang terus digali tanpa sadar mengubah cerita yang kami pikirkan. Keduanya terus-terusan terlibat dengan orang tua tunggal mereka. Pertengkaran, rasa amarah dan curiga seakan ini film dewasa.
Penampilan Payung Teduh yang meneduhkan
Selain Ira Wibowo yang mewakili aktris senior yang ikut bermain sebagai ibu Kirei, ada Donny Damara yang menjadi ayah Bagus. Masa lalu mereka rupanya sebuah kisah manis yang tidak ingin diulang di masa sekarang. *Ceritanya.
Lalu, ada Hengky Solaiman, Ingrid Widjanarko, Epy Kusnandar, dan Ence Bagus. Chand Kelvin yang ikut ambil bagian sebagai Dimas berperan sebagai manajer yang punya karakter kurang menyenangkan dan mungkin kamu membencinya. Ambisius dan curang.
Kehadiran Payung Teduh yang semua personil cukup menarik juga. Apalagi lagu mereka beberapa kali terdengar yang meneduhkan suasana. Salah satunya adalah Akad yang memang menjadi Soundtrack di film ini.
Kalau kamu penggemar mereka, tentu tak ingin melewatkan penampilan mereka yang pertama kali di layar lebar. Kapan lagi, coba! Bahkan sang vokalis ikut ambil bagian dengan keterlibatan yang lebih banyak di sana.
Trailer film Love Reborn
..
Sebagai film untuk tontonan menghibur, film ini sudah mewakili penonton muda dan orang-orang yang berharap menghilangkan penat. Ya, kami dan penonton disebelah kami banyak tertawa karena para komika. Apakah film ini agak lebay?
Kami harap seharusnya begitu, biar sedikit cerita anak mudanya dapat. Tapi syukurlah bila kamu adalah penonton kritis, film ini tidak membawa kelebaian.
Pada akhirnya film ini bercerita tentang bagaimana mengungkapkan sebuah kebenaran keluarga masing-masing yang rupanya saling terhubung. Bukan tentang proses kerja keras yang menyemangati kami sebagai penonton melihat para pemain utama muda yang dibawa.
Anak mereka akhirnya saling jatuh cinta, sesuai harapan semua penonton yang memikirkan kedekatan keduanya saat film akan segera berakhir.
Di Semarang sendiri film ini hanya bertahan hanya 4 hari.
Hari ini film LOVE REBORN sudah tidak tayang di bioskop Transmart #Semarang. Itu artinya, film ini sudah tidak beredar lagi di kota Semarang.
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment