Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Guru Ngaji
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film yang ingin memberitahukan kepada penontonnya bagaimana kehidupan guru ngaji dengan berbagai permasalahan yang dihadapi. Rilis di bioskop tanggal 22 Maret 2018, berikut review filmnya yang kami tonton bulan April di bioskop.
Membawa sejumlah nama tenar, seperti Donny Damara, Dewi Irawan, Tarzan, Ence Bagus, Verdi Solaiman, Dodit Mulyanto dan lainnya, film ini bisa dikatakan 'seharusnya' dapat bertahan lebih lama di bioskop Semarang.
Namun nyatanya tidak. Film yang disutradarai Erwin ini sudah kedepak setelah 2 hari penayangan dari bioskop XXI Transmart.
Memiliki banyak profesi
Mukri, tokoh utama yang diperankan Donny Damara ini memiliki pekerjaan sampingan sebagai Badut di pasar malam. Ia hidup bersama anak dan istrinya yang diperankan Dewi Irawan.
Kehidupan guru ngaji yang ditampilkan di sini adalah keluarga miskin. Dikejar hutang oleh keluarga sendiri dan dibayar seikhlasnya saat pak Mukri mengajar muridnya mengaji, contohnya beras.
Persoalan terus dihadirkan dalam film yang berdurasi 103 menit ini. Bahkan profesi Badut yang dianggap halal pun menjadi masalah tersendiri bagi pak Mukri yang tidak ingin mencoreng dirinya sebagai guru ngaji dan keluarganya.
Saat keyakinan digoyahkan, ada banyak pintu dibuka untuk pak Mukri agar terus menjalani semua aktivitasnya. Baik sebagai guru ngaji maupun profesi sebagai Badut.
Tawa yang menghibur
Film produksi Chanex Ridhall Pictures tidak melulu serius dan penuh drama. Ada sisi tawa yang sangat menghibur dengan balutan kisah cinta.
Ada Dodit Mulyanto sebenarnya yang mewakili sisi komedi. Meski berhasil menghadirkan tawa penonton disebelah kami, peran Dodit di film ini bisa dikatakan tokoh jahat yang selalu menghancurkan tekad Ence Bagus dalam urusan wanita.
Perjuangan Ence yang ingin membeli motor agar dapat menggaet teman wanita yang bekerja bareng mereka selalu kandas.
Sisi lain kehidupan guru ngaji tak melulu diberikan. Beberapa cerita tentang keberagaman diselipkan untuk menambah kaya sebuah film. Termasuk sisi politik, meski diperlakukan sederhana, tetap saja menyentil apa yang sudah biasa terjadi.
Penonton yang bersedih
Ketika pak Mukri akhirnya ketahuan profesinya sebagai Badut, ada gejolak kemarahan tersendiri dari lingkungan. Bahkan sang anak terkena akibatnya. Guru ngaji yang dianggap tokoh berpengaruh, tidak pantas bekerja sebagai Badut.
Kehadiran Tarzan yang memerankan kepala Desa mampu memberikan senyuman kecil kepada kami, yang kadang baik dan kadang juga sebaliknya.
Perjuangan pak Mukri berhasil membuat penonton di dalam bioskop bersedih. Seolah mereka berada di dalam cerita yang merasakan betul hidup menjadi seorang guru ngaji.
Hubungan Ayah dan anak
Bila hubungan kisah asmara yang diselingi perselisihan diberi banyak porsi, sisi hubungan keluarga, terutama Ayah dan anak tetap ditampilkan.
Satu catatan kami tentang suasana yang begitu cepat berubah, semisal senang tiba-tiba sedih. Ini cukup menganggu sebenarnya.
Bagian akhir yang kami sukai
Sebelum menuntaskan cerita filmnya, pak Mukri mendapatkan kejutan dari apa yang dilakukan sang anak. Syukurlah bahwa sang anak berhasil dididik, yang membuatnya terpilih mewakili Sekolahnya setelah disebut mencuri perhatian para guru dengan suara mengajinya.
Impian sederhana pak Mukri bersama keluarga yang menganggap pergi Haji adalah hal mustahil, maka pergi ke Masjid Istiqlal merupakan sebuah anugerah.
Film Guru Ngaji bertahan 2 hari di bioskop Semarang
Mengejutkan memang bila kami pikir setelah menyaksikan film Guru Ngaji ini selesai. Dari sisi cerita dan pesan yang ingin disampaikan sebenarnya sangat menarik.
Seperti biasa kami selalu katakan, bioskop Semarang memang penuh tantangan. Mengingat generasi milenial dan Z begitu besar menguasai.
...
Pak Mukri yang sebenarnya sudah berjuang dengan keras menutupi profesi Badutnya akhirnya ketahuan juga pada sebuah momen dimana anaknya mendapatkan masalah.
Film ini selesai dengan memberikan banyak pesan tentang guru-guru ngaji yang diambil gambarnya memiliki profesi lain. Cukup banyak juga guru ngaji yang ditampilkan untuk menyemangati mereka lewati film ini.
Saat menggulir linimasa Threads , kami tertarik dengan sebuah unggahan yang menyoroti tren kekinian pada tempat-tempat baru di Kota Semarang, seperti coffee shop atau restoran. Apa yang disampaikan terasa menarik, karena dari sekian banyak sudut pandang yang kami temui, pemikiran akun ini cukup berbeda. Rasa penasaran membawa kami menelusuri tanggapan pengguna lainnya, dan inilah hasilnya. Adalah akun @dharmaputpra yang mengunggah sebuah utas pada Rabu, 11 Maret 2026. Dalam postingannya, ia menuliskan sebuah realita yang cukup tajam: "Sekarang Coffee Shop/Restoran baru buka di Semarang sudah nggak perlu KOL untuk promosi. Mereka baru buka 1-2 hari sudah jadi bahan rebutan content creator buat bahan media sosialnya." Membaca kolom komentar di utas tersebut, kami menemukan validasi dari para pelakunya langsung. Beberapa kreator justru merasa apa yang mereka kerjakan bukanlah sebuah "pekerjaan", melainkan cara untuk bersenang-senang. Era Mandiri: Bayaran dalam Bentuk...
Kami tidak menyangka bisa menikmati segelas kopi khas ala Turki ini secara langsung di Semarang. Biasanya, pemandangan unik ini hanya bisa kami saksikan melalui layar media sosial atau video pendek yang berseliweran di timeline . Namun, tambahan topping kurma di atasnya membawa cita rasa yang benar-benar di luar ekspektasi. Pengalaman ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kami ke Hotel Horison Nindya Semarang pada pertengahan Februari kemarin. Pihak hotel mengundang kami untuk mencicipi paket menu buka puasa yang mereka siapkan sebagai sajian spesial menyambut bulan Ramadan tahun ini. Sebagai penikmat kopi—meski bukan level fanatik—apa yang dihadirkan Horison Nindya tentu memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi pengunjung. Kapan lagi bisa melihat atraksi panci kecil yang digeser-geser secara ritmis di atas pasir panas? Uapnya mengepul pelan, menebarkan aroma kopi yang sangat kuat, pekat, dan berkarakter. Setelah proses seduh dirasa matang, karyawan yang bertugas menawark...
Salah satu hal yang paling kami sukai dari acara grand opening adalah sesi tur ruangan. Meski tidak bersifat eksklusif karena dilakukan bersama rombongan peserta lari, momen ini memberikan gambaran nyata tentang apa yang ditawarkan Cardea Semarang . Kami pun sempat mengabadikan suasananya melalui video yang bisa menjadi pertimbangan bagi Anda yang berencana berkunjung. Fasilitas Modern dengan Sentuhan Homey Setelah melewati area lobi di lantai satu yang fungsional, kami beranjak ke lantai dua. Untuk aksesnya, pengunjung bisa memilih menggunakan tangga atau fasilitas lift . Dari sini, sisi modernitas bangunan Cardea makin terasa—tidak hanya cantik dari luar, tapi juga dipikirkan secara matang di sisi interiornya. Sebelum memasuki area utama, terdapat fasilitas loker dan toilet yang bersih dan terawat. Memasuki ruangannya, suasana homey langsung terasa namun tetap mengedepankan fungsi. Perpaduan lantai kayu dan pencahayaan lampu LED yang memanjang di langit-langit memberikan kesan luas...
Tahun 2023 kami pernah bertemu dua orang cosplayer saat menghadiri acara YouTube di salah satu tempat nongkrong Kota Semarang. Saat itu, obrolan kami bukan saja membicarakan tentang mahalnya hobi mereka, tapi juga info acara yang minim tentang Cosplay di Kota Semarang. Bermodal cerita tersebut yang masih kami ingat, akhirnya kami menengok langsung acara Cosplay di Mal Tentrem awal bulan Juni kemarin (2/6). Entah kenapa kami mendadak tertarik, padahal sejak awal tahun ini, ada banyak Event Cosplay yang tercatat di daftar acara bulanan blog dotsemarang. Seberapa ramai Nama acara yang berlangsung adalah Infinifest 2.0 yang berlangsung dari tanggal 1-2 Juni 2024 di atrium mal Tentrem. Untuk lebih memikat, acara tersebut menghadirkan Punipun yang wajahnya tidak asing buat kami yang pernah bertemu dengannya saat acara ASUS di Jakarta. Mungkin itu juga salah satu alasan akhirnya kami tergerak untuk melihat acara Cosplaya kali ini. Untuk orang awam 😅 seperti kami...
Tahun 2026 rupanya membawa persaingan operator seluler ke level yang cukup mencengangkan. Jika dulu kita merasa 10 GB masa aktif 3 hari sudah cukup besar, kini trennya bergeser ke angka yang lebih masif. Kami baru saja memantau aplikasi Bima+ milik Tri, dan jujur saja, daftar paket yang ditawarkan cukup membuat dahi berkerit. Bayangkan saja, ada pilihan 20 GB seharga 20 ribu untuk 3 hari , 30 GB seharga 30 ribu untuk 5 hari , hingga yang paling ekstrem: 75 GB seharga 50 ribu dengan masa aktif hanya 7 hari . Angka-angka ini memicu pertanyaan kritis bagi kami; apakah ini benar-benar inovasi yang memihak konsumen, atau sekadar strategi untuk menguras kuota dalam waktu singkat? Strategi "Hajatan" Data dalam Waktu Singkat Kami harus mengakui bahwa angka 75 GB dengan harga 50 ribu Rupiah adalah penawaran yang secara matematis sangat murah. Per gigabyte-nya tidak sampai seribu Rupiah. Namun, yang menjadi ganjalan adalah masa aktifnya yang hanya satu minggu. Bagi pengguna rumahan ata...
Comments
Post a Comment