Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Mengunjungi Kampung Jamu Wonolopo Semarang

Sudah waktunya jam makan siang, namun kami masih di jalan. Melanjutkan tempat selanjutnya usai kunjungan dari Oemah Herborist Semarang. Kampung Jamu Semarang, seperti apa kira-kira?

Akhirnya bus yang membawa kami tiba di sebuah perkampungan. Ini masih dalam rangka tur Jalur Rempah yang artikel utamanya sudah kami posting di sini pada tanggal 11 Desember 2023.

Desa wisata Wonolopo

Sebuah gedung yang rupanya dibangun dengan swadaya masyarakat jadi tempat kami berkumpul. Tampak beberapa orang menyambut kami yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sambil makan siang di sini, kami juga mendengarkan sambutan dari pewakilan desa wisata Wonolopo.

Nama Wonolopo mungkin masih asing di telinga sebagian orang. Padahal Wonolopo merupakan sebuah kelurahan di Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Perwakilan dari warga asli Wonolopo, Ibu Sumitri Laksono berbicara tentang sejarah tempat tinggalnya yang kemudian menjadi Desa Wisata Wonolopo sejak tahun 2011. Duh, malah ngeblur gambarnya.😅

Karena beliau penduduk asli, sejarah Wonolopo beliau ceritakan secara detail. Mulai dari sejarah yang berhubungan dengan kerajaan kuno Kalingga. Hingga sosok bernama Ki Wonolopo dari Demak yang menyebarkan agama Islam.

Kampung Jamu

Seiring waktu, pada tahun 2016, oleh Pemkot Semarang, Wonolopo dinobatkan sebagai Kampung Tematik Jamu. Baik desa wisata atau kampung jamu, Wonolopo memang terkenal karena ciri khasnya yang berhubungan dengan jamu.

Ada 2 desa yang kemudian disebut Kampung Jamu saat kami telusuri di internet, yaitu Desa Sumbersari dan Desa Ngadirgo. Di sini bahkan dikenal sebagai tempat pedagang jamu terbesar di Kota Semarang.

Bila dilihat sekilas, tidak ada yang berbeda dari kampung pada umumnya. Namun saat diajak berkeliling melihat lebih dekat, ternyata ada banyak bahan jamu yang ditanam di sekitar. Mulai dari temu lawak, kunyit, daun pepaya dan manjakni, cabe, lempuyang, dan lainnya.

Yang paling ikonik dari kampung jamu adalah tamannya yang dibangun dengan ikon patung wanita yang sedang membuat jamu. 

Di Taman Kampung Jamu, kami melihat semacam perkebunan yang luas dengan berbagai tanaman untuk bahan jamu. Ini sangat menarik untuk sebuah tur ke Kampung Jamu Wonolopo. Kita bisa melihat lebih dekat seperti apa tanaman yang akan digunakan untuk pembuatan jamu.

Banting setir

Selain Ibu Sumitri yang memaparkan langsung tentang sejarah Wonolopo, ada juga Pak Supriyanto yang membagikan pengalaman lewat edukasi pembuatan jamu. Rumah beliau bahkan persis di depan gedung yang kami tempati saat acara.

Beliau menceritakan sejarah dirinya yang sekarang menjadi penjual jamu. Dulunya, beliau adalah seorang pekerja kantoran yang mengabdi selama 22 tahun.

Namun demi membangun Wonolopo, beliau keluar dan memutuskan menjual jamu. Kami ingat petuah beliau yang mengatakan 'Jangan jadi pekerja, tapi jadi pengusaha'. Aktivitas lainnya selama acara berlangsung adalah lebih banyak membuat jamu yang begitu disukai para peserta tur.

...

Apakah ada hubungan antara jamu dengan jalur rempah? Pertanyaan yang mungkin lupa kami tanyakan kepada panitia karena sudah terlena saat acara. Jika dipikir lagi, mungkin karena bahan-bahan jamu yang digunakan juga sebagian termasuk rempah-rempah.

Tinggal 1 tempat lagi yang akan kami kunjungi. Lokasinya sedikit lebih jauh dari Kota Semarang. Semoga saja cuacanya cerah karena bayangan kami, tempat ini akan sangat indah pemandangannya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?

🔵 Surprize! Akun Trakteer dotsemarang Akhirnya Bercentang Biru

🏮 224 Tahun Menjaga Tradisi: Hangatnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang

🚀 ASUS ROG Flow Z13-KJP: Tablet "Sultan" 128GB RAM yang Siap Diajak Gowes Keliling Semarang

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026