Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Mengunjungi Kampung Jamu Wonolopo Semarang

Sudah waktunya jam makan siang, namun kami masih di jalan. Melanjutkan tempat selanjutnya usai kunjungan dari Oemah Herborist Semarang. Kampung Jamu Semarang, seperti apa kira-kira?

Akhirnya bus yang membawa kami tiba di sebuah perkampungan. Ini masih dalam rangka tur Jalur Rempah yang artikel utamanya sudah kami posting di sini pada tanggal 11 Desember 2023.

Desa wisata Wonolopo

Sebuah gedung yang rupanya dibangun dengan swadaya masyarakat jadi tempat kami berkumpul. Tampak beberapa orang menyambut kami yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Sambil makan siang di sini, kami juga mendengarkan sambutan dari pewakilan desa wisata Wonolopo.

Nama Wonolopo mungkin masih asing di telinga sebagian orang. Padahal Wonolopo merupakan sebuah kelurahan di Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Perwakilan dari warga asli Wonolopo, Ibu Sumitri Laksono berbicara tentang sejarah tempat tinggalnya yang kemudian menjadi Desa Wisata Wonolopo sejak tahun 2011. Duh, malah ngeblur gambarnya.😅

Karena beliau penduduk asli, sejarah Wonolopo beliau ceritakan secara detail. Mulai dari sejarah yang berhubungan dengan kerajaan kuno Kalingga. Hingga sosok bernama Ki Wonolopo dari Demak yang menyebarkan agama Islam.

Kampung Jamu

Seiring waktu, pada tahun 2016, oleh Pemkot Semarang, Wonolopo dinobatkan sebagai Kampung Tematik Jamu. Baik desa wisata atau kampung jamu, Wonolopo memang terkenal karena ciri khasnya yang berhubungan dengan jamu.

Ada 2 desa yang kemudian disebut Kampung Jamu saat kami telusuri di internet, yaitu Desa Sumbersari dan Desa Ngadirgo. Di sini bahkan dikenal sebagai tempat pedagang jamu terbesar di Kota Semarang.

Bila dilihat sekilas, tidak ada yang berbeda dari kampung pada umumnya. Namun saat diajak berkeliling melihat lebih dekat, ternyata ada banyak bahan jamu yang ditanam di sekitar. Mulai dari temu lawak, kunyit, daun pepaya dan manjakni, cabe, lempuyang, dan lainnya.

Yang paling ikonik dari kampung jamu adalah tamannya yang dibangun dengan ikon patung wanita yang sedang membuat jamu. 

Di Taman Kampung Jamu, kami melihat semacam perkebunan yang luas dengan berbagai tanaman untuk bahan jamu. Ini sangat menarik untuk sebuah tur ke Kampung Jamu Wonolopo. Kita bisa melihat lebih dekat seperti apa tanaman yang akan digunakan untuk pembuatan jamu.

Banting setir

Selain Ibu Sumitri yang memaparkan langsung tentang sejarah Wonolopo, ada juga Pak Supriyanto yang membagikan pengalaman lewat edukasi pembuatan jamu. Rumah beliau bahkan persis di depan gedung yang kami tempati saat acara.

Beliau menceritakan sejarah dirinya yang sekarang menjadi penjual jamu. Dulunya, beliau adalah seorang pekerja kantoran yang mengabdi selama 22 tahun.

Namun demi membangun Wonolopo, beliau keluar dan memutuskan menjual jamu. Kami ingat petuah beliau yang mengatakan 'Jangan jadi pekerja, tapi jadi pengusaha'. Aktivitas lainnya selama acara berlangsung adalah lebih banyak membuat jamu yang begitu disukai para peserta tur.

...

Apakah ada hubungan antara jamu dengan jalur rempah? Pertanyaan yang mungkin lupa kami tanyakan kepada panitia karena sudah terlena saat acara. Jika dipikir lagi, mungkin karena bahan-bahan jamu yang digunakan juga sebagian termasuk rempah-rempah.

Tinggal 1 tempat lagi yang akan kami kunjungi. Lokasinya sedikit lebih jauh dari Kota Semarang. Semoga saja cuacanya cerah karena bayangan kami, tempat ini akan sangat indah pemandangannya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

📌 Pembaruan Kebijakan & Privasi X Terbaru (September 2026): Apa Artinya Buat Kita dan Akun Komunitas Lokal?

💻 Menilik ASUS ExpertBook B9450: Laptop Eks Kantor Jepang 7 Jutaan

💻 Pengalaman Unik Mampir ke Orbit Computer Semarang yang Ternyata Satu Bangunan dengan Hotel dan Disambut AI Chatbot

🎪 Arak-arakan Tak Pernah Gagal: Mengamati Pawai Ta’aruf MTQ dari JPO Pandanaran Semarang