Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Menengok Kampung Tua di Semarang yang Nyaris Hilang


Kampung - kampung ini semakin tergusur oleh peradaban modern. Padahal, kampung-kampung ini memiliki banyak catatan sejarah tentang perkembangan kota Semarang.

Mengambil sumber dari laman tempo.co (23/1), Keberadaan sejumlah kampung tua di Kota Semarang nyaris hilang dan mulai tak dikenal masyarakat setempat. Padahal kampung itu punya catatan sejarah perkembangan kota yang penting sebagai perjalanan peradaban lokal.

“Investasi bisnis di tengah kota menjadi faktor utama tergusurnya kampung tua yang ada,” kata koordinator Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Kota Semarang, Rukardi, Kamis, 22 Januari 2015.

Menurut Rukardi, sejumlah kampung tua itu tergusur oleh pembangunan hotel, pusat perbelanjaan modern, dan apartemen. Ia menyebutkan di antaranya Kampung Jayengjatan di Jalan Gajahmada yang kini tinggal kenangan karena dibangun sebuah hotel bintang. Begitu pula Kampung Basahan yang tinggal satu rumah karena perkampungan itu digunakan untuk perluasan parkir hotel. Di jalan yang sama, terdapat Kampung Sekayu tepat di pinggir kali Semarang juga tergusur mal dan hotel.

Ia menyebutkan sejumlah kampung itu berada di segitiga emas perekonomian Kota Semarang, yakni Jalan Gajahmada, Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran.

Akibatnya, kampung tersebut banyak diminati investor yang ingin membangun usaha dan akhirnya mengusur kampung pemukiman tua. Di sisi lain ia menyebutkan sejumlah warga yang menempati kampung itu selalu dirayu oleh broker tanah yang menawarkan pembelian dengan harga mengiurkan.

Bukti kampung tua sebagai bagian dari sejarah perkembangan peradaban Kota Semarang dibuktikan dari sejumlah nama kampung yang terkait dengan kondisi masa lalu. Ia mencontohkan Kampung Basahan di Jalan Pemuda konon pernah ditinggali salah satu panglima perang Diponegoro bernama Sentot Ali Basya sehingga disebut sebagai Kampung Basahan.

Catatan KPS menunjukkan selain kampung tua itu terdapat kampung lain yang sudah hilang. Rukardi menyebutkan Kampung Gendingan, Petroos, dan Mijen. “Sekarang sudah hilang dan sulit dikenal karena tempatnya sudah dibangun gedung tinggi untuk kepentingan bisnis,” katanya.

Sumber original klik DI SINI
Gambar : Ilustrasi

Comments

Popular posts from this blog

🎬 Tren Pemasaran Film Indonesia di Threads: Tiket Gratis, Riuhnya Agensi Kilat, Hingga Realita Kreator di Lapangan

📶 Nyoba Wi-Fi Publik Pemkot Semarang di Tri Lomba Juang: Adem Tempatnya, Gimana Kecepatannya?

🔥 Menemukan Petis Kangkung di Jalan Jolotundo: Kuliner Legendaris Semarang yang Bertahan di Tengah Dinamika Kota

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

🏛️ Menelusuri FKL 2026 di Pagi Menjelang Siang: Usia ke-15 yang Senyap di Balik Bayang-Bayang MTQ Nasional