Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Menengok Kampung Tua di Semarang yang Nyaris Hilang


Kampung - kampung ini semakin tergusur oleh peradaban modern. Padahal, kampung-kampung ini memiliki banyak catatan sejarah tentang perkembangan kota Semarang.

Mengambil sumber dari laman tempo.co (23/1), Keberadaan sejumlah kampung tua di Kota Semarang nyaris hilang dan mulai tak dikenal masyarakat setempat. Padahal kampung itu punya catatan sejarah perkembangan kota yang penting sebagai perjalanan peradaban lokal.

“Investasi bisnis di tengah kota menjadi faktor utama tergusurnya kampung tua yang ada,” kata koordinator Komunitas Pegiat Sejarah (KPS) Kota Semarang, Rukardi, Kamis, 22 Januari 2015.

Menurut Rukardi, sejumlah kampung tua itu tergusur oleh pembangunan hotel, pusat perbelanjaan modern, dan apartemen. Ia menyebutkan di antaranya Kampung Jayengjatan di Jalan Gajahmada yang kini tinggal kenangan karena dibangun sebuah hotel bintang. Begitu pula Kampung Basahan yang tinggal satu rumah karena perkampungan itu digunakan untuk perluasan parkir hotel. Di jalan yang sama, terdapat Kampung Sekayu tepat di pinggir kali Semarang juga tergusur mal dan hotel.

Ia menyebutkan sejumlah kampung itu berada di segitiga emas perekonomian Kota Semarang, yakni Jalan Gajahmada, Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran.

Akibatnya, kampung tersebut banyak diminati investor yang ingin membangun usaha dan akhirnya mengusur kampung pemukiman tua. Di sisi lain ia menyebutkan sejumlah warga yang menempati kampung itu selalu dirayu oleh broker tanah yang menawarkan pembelian dengan harga mengiurkan.

Bukti kampung tua sebagai bagian dari sejarah perkembangan peradaban Kota Semarang dibuktikan dari sejumlah nama kampung yang terkait dengan kondisi masa lalu. Ia mencontohkan Kampung Basahan di Jalan Pemuda konon pernah ditinggali salah satu panglima perang Diponegoro bernama Sentot Ali Basya sehingga disebut sebagai Kampung Basahan.

Catatan KPS menunjukkan selain kampung tua itu terdapat kampung lain yang sudah hilang. Rukardi menyebutkan Kampung Gendingan, Petroos, dan Mijen. “Sekarang sudah hilang dan sulit dikenal karena tempatnya sudah dibangun gedung tinggi untuk kepentingan bisnis,” katanya.

Sumber original klik DI SINI
Gambar : Ilustrasi

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali