Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Mengunjungi Tempat Wisata Kota Semarang: Koeta Toea

Sudah dibuka sejak bulan Oktober 2020, namun baru kali ini kami mengunjungi tempat wisata baru yang lokasinya berada di kawasan Semarang Timur. Promosinya kencang juga pada awal-awal tempat ini hadir, bahkan menyihir mata kami yang seolah ingin mengatakan tempat ini asyik banget.

Entah kenapa bagian pemasaran Koeta Toea tidak melibatkan bloger seperti kami dalam bagian promosinya. Itu pendapat kami saat melihat beberapa video yang beredar baik di Reels maupun TikTok yang dibagikan para influencer.

Dan akhirnya, awal tahun 2024 setelah menanti 3 tahun lebih, kami bisa mampir juga ke Koeta Toea yang kebetulan ada momen kerabat datang berkunjung. 

Memori Kampoeng Semarang 

Setelah masuk dan parkir kendaraan, entah kenapa memori Kampoeng Semarang yang berada di jalan Kaligawe seketika muncul dipikiran kami. Lho, kok bisa sih. Kami juga terheran-heran karena ekspetasi kami sebelumnya mengatakan tempat wisata ini penuh warna-warni bangunannya.

Ternyata bangunan besar yang tampak dari luar memiliki 2 akses masuk dengan pintu utamanya lebih ke sisi pusat belanja. Ada banyak ragam barang yang berhubungan dengan wisata seperti kaos bertulis Semarang, pernak-pernik, blangkon, produk UMKM, jajanan dan sebagainya.

Makanya memori Kampoeng Semarang langsung terlintas di kepala kami karena ini sangat mirip. Hanya beda konsep saja sepertinya. Jadi, semacam pusat oleh-oleh gitu. Mampir saja kalau selesai berkunjung ke Kota Semarang dan melanjutkan kota lain atau malah pulang.

Eh, ngomong-ngomong apa kabar Kampoeng Semarang ya?

Tempat yang kami cari sebenarnya

Karena tujuan kami bukan membeli barang buat oleh-oleh atau khas dari Kota Semarang, langkah kami akhirnya menemukan pintu samping menuju tempat yang kami cari sebenarnya.

Ya, inilah gambaran yang sering kami lihat di platform video pendek atau media sosial berupa bangunan ala-ala jadul yang penuh warna-warni. Tempat yang memanjakan mata dan spot berfoto di era kamera selfie sudah sangat menjamur. 

Aksesnya seperti masuk ke sebuah gang  di pinggir kota. Hanya ada jalan lurus yang dihimpit bangunan unik dengan beragam pernak-pernik. Setiap bangunan, ada kuliner yang ditawarkan kepada pengunjung.

Bahkan, para penjualnya sudah menerapkan pembayaran non tunai lewat QRIS. Itu adalah hal baik buat kami yang jarang membawa uang di dompet. Padahal memang nggak ada uangnya.

Salah satu media referensi yang kami baca, konsep tempat di sini mirip dengan Kota Cartagena di Kolombia. Kota yang memang dikenal wisatanya yang banyak terdapat situs warisan dunia. Dan saat kami cek di google image, itu memang sedikit mirip.

Karena ini pertama kalinya, kami tidak menyia-nyiakan saat ke sini. Salah satunya mencoba virtual reality (VR) yang membawa kami ke dunia yang berbeda. Adanya alat peraga (seperti gambar), membuat tubuh kami bergerak sendiri merespon keadaan yang kami lihat lewat alat berbentuk kacamata.

Lainnya, kami hanya membuat banyak kenangan dengan foto-foto yang memang sangat menarik dari sisi desain bangunannya. Beberapa kuliner kami juga mencobanya karena rasa penasaran.

📝 Bukan postingan berbayar atau kerja sama.

...

Potensi kawasan Semarang Timur memang tidak terbatas. Kehadiran Koeta Toea bisa dikatakan jadi alternatif tempat tujuan wisata yang bisa ditawarkan.

Buat menghabiskan akhir pekan dan hari libur, Koeta Toea juga bisa jadi tujuan meski kami tidak tahu akan sepadat apa nantinya. Bila melihat akun resmi instagram-nya, mereka punya banyak agenda acara dan konsep yang berubah-ubah. Itu salah satu strategi yang kami pikir memang sudah seharusnya. 

Bagaimana denganmu, sudah pernah mampir?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali