Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Mengunjungi Tempat Wisata Kota Semarang: Koeta Toea

Sudah dibuka sejak bulan Oktober 2020, namun baru kali ini kami mengunjungi tempat wisata baru yang lokasinya berada di kawasan Semarang Timur. Promosinya kencang juga pada awal-awal tempat ini hadir, bahkan menyihir mata kami yang seolah ingin mengatakan tempat ini asyik banget.

Entah kenapa bagian pemasaran Koeta Toea tidak melibatkan bloger seperti kami dalam bagian promosinya. Itu pendapat kami saat melihat beberapa video yang beredar baik di Reels maupun TikTok yang dibagikan para influencer.

Dan akhirnya, awal tahun 2024 setelah menanti 3 tahun lebih, kami bisa mampir juga ke Koeta Toea yang kebetulan ada momen kerabat datang berkunjung. 

Memori Kampoeng Semarang 

Setelah masuk dan parkir kendaraan, entah kenapa memori Kampoeng Semarang yang berada di jalan Kaligawe seketika muncul dipikiran kami. Lho, kok bisa sih. Kami juga terheran-heran karena ekspetasi kami sebelumnya mengatakan tempat wisata ini penuh warna-warni bangunannya.

Ternyata bangunan besar yang tampak dari luar memiliki 2 akses masuk dengan pintu utamanya lebih ke sisi pusat belanja. Ada banyak ragam barang yang berhubungan dengan wisata seperti kaos bertulis Semarang, pernak-pernik, blangkon, produk UMKM, jajanan dan sebagainya.

Makanya memori Kampoeng Semarang langsung terlintas di kepala kami karena ini sangat mirip. Hanya beda konsep saja sepertinya. Jadi, semacam pusat oleh-oleh gitu. Mampir saja kalau selesai berkunjung ke Kota Semarang dan melanjutkan kota lain atau malah pulang.

Eh, ngomong-ngomong apa kabar Kampoeng Semarang ya?

Tempat yang kami cari sebenarnya

Karena tujuan kami bukan membeli barang buat oleh-oleh atau khas dari Kota Semarang, langkah kami akhirnya menemukan pintu samping menuju tempat yang kami cari sebenarnya.

Ya, inilah gambaran yang sering kami lihat di platform video pendek atau media sosial berupa bangunan ala-ala jadul yang penuh warna-warni. Tempat yang memanjakan mata dan spot berfoto di era kamera selfie sudah sangat menjamur. 

Aksesnya seperti masuk ke sebuah gang  di pinggir kota. Hanya ada jalan lurus yang dihimpit bangunan unik dengan beragam pernak-pernik. Setiap bangunan, ada kuliner yang ditawarkan kepada pengunjung.

Bahkan, para penjualnya sudah menerapkan pembayaran non tunai lewat QRIS. Itu adalah hal baik buat kami yang jarang membawa uang di dompet. Padahal memang nggak ada uangnya.

Salah satu media referensi yang kami baca, konsep tempat di sini mirip dengan Kota Cartagena di Kolombia. Kota yang memang dikenal wisatanya yang banyak terdapat situs warisan dunia. Dan saat kami cek di google image, itu memang sedikit mirip.

Karena ini pertama kalinya, kami tidak menyia-nyiakan saat ke sini. Salah satunya mencoba virtual reality (VR) yang membawa kami ke dunia yang berbeda. Adanya alat peraga (seperti gambar), membuat tubuh kami bergerak sendiri merespon keadaan yang kami lihat lewat alat berbentuk kacamata.

Lainnya, kami hanya membuat banyak kenangan dengan foto-foto yang memang sangat menarik dari sisi desain bangunannya. Beberapa kuliner kami juga mencobanya karena rasa penasaran.

📝 Bukan postingan berbayar atau kerja sama.

...

Potensi kawasan Semarang Timur memang tidak terbatas. Kehadiran Koeta Toea bisa dikatakan jadi alternatif tempat tujuan wisata yang bisa ditawarkan.

Buat menghabiskan akhir pekan dan hari libur, Koeta Toea juga bisa jadi tujuan meski kami tidak tahu akan sepadat apa nantinya. Bila melihat akun resmi instagram-nya, mereka punya banyak agenda acara dan konsep yang berubah-ubah. Itu salah satu strategi yang kami pikir memang sudah seharusnya. 

Bagaimana denganmu, sudah pernah mampir?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

🏥 Sisi Lain Grand Opening Cardea Semarang: Menikmati Menu Hotel di Kawasan Jangli

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026