Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Mengunjungi Lokasi Lekker Paimo, Jajanan Legendaris Kota Semarang

Usai mengajak kerabat kami wisata kuliner Semarang ke Nasi Pindang Kudus, esok harinya kami melanjutkan ke Lekker Paimo. Sekian tahun dari berdirinya dotsemarang, baru tahu tempatnya dan ternyata dekat saja.

Leker, sebagian orang mungkin sudah familiar dengan jenis jajanan ini. Mengambil nama Paimo yang merupakan pembuatnya, Lekker Paimo sudah ada sejak tahun 1979. Jika kamu telusuri sejarahnya di google, akan ada banyak referensi yang bisa kamu baca.

Pertama kali

Andai kami tidak menemani kerabat, mungkin kami tidak akan tahu di mana Lekker Paimo. Padahal lokasinya dekat dengan tempat futsal New Golden Pringgading yang pernah kami posting tahun 2021. Yaelah... 😅

Suasananya terbilang ramai saat kami kunjungi kemarin awal tahun (1/1/24). Bahkan, membuat jalanan macet karena yang mengunjungi sebagian terlihat membawa roda empat.


Kami pikir hanya ada satu alat produksi yang digunakan. Bisa meleleh menunggunya, lihat gambar. Namun saat pesanan kami disebut namanya, kami diarahkan ke lokasi lainnya yang berada di dalam gang. Hanya perlu berjalan kaki beberapa meter.

Sebuah rumah bertingkat dengan kondisi yang lebih baik saat menunggu di sana. Berbeda dengan yang pertama, sebagian pembeli banyak yang berdiri. Meski sebenarnya sudah disediakan tempat duduk di sampingnya.

Cara pesan

Namanya juga pertama kali, kami sedikit kebingungan karena banyaknya pembeli. Ternyata oleh si Ibu yang membantu aktivitas, kami disuruh menulis pesanannya di kertas yang tersedia di ruang sebelah. Di sana juga tersedia daftar menunya.

Usai menulis apa saja yang ingin dipesan, tinggal serahkan secarik kertas tersebut ke mereka. Lalu, hanya tinggal menunggu saja untuk dipanggil. Bila ramai banget, maka akan diarahkan seperti tulisan sebelumnya. Pindah ke lokasi ke dua.

...

Kami saking antusiasnya lupa mengambil foto lekernya. Tahu-tahu sudah habis di dalam mulut. Leker adalah jajanan yang unik dengan porsinya yang terasa sedikit buat kami. Berarti harus beli lebih dari satu. 😅

Ada banyak ragam menu, tapi kami memilih yang sederhana saja. Daftarnya bisa kamu lihat, eh nanti kami posting di halaman lainnya saja.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?