Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

🕌 Menjemput Maghrib di Jantung Kota: Tradisi Buka Puasa di Masjid Raya Baiturrahman Semarang

Tahun lalu, suasana buka puasa di Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Semarang hanya kami dokumentasikan dalam bentuk galeri foto. Namun Ramadan kali ini, kami ingin menceritakannya lebih dalam di sini. Sebab, Baiturrahman lebih dari sekadar destinasi berburu takjil gratis; ia adalah ruang tamu paling inklusif di jantung Kota Semarang.

Rabu sore (25/2), stang sepeda kami arahkan menuju kawasan Simpang Lima. Masjid yang kini genap berusia 52 tahun ini adalah saksi bisu sejarah. Sejak diresmikan tahun 1974, ia telah melihat bagaimana Simpang Lima bertransformasi dari lapangan terbuka menjadi pusat gravitasi ekonomi dan sosial yang modern. Inilah alasan kuat mengapa kami memasukkan masjid ini ke dalam daftar kunjungan wajib Ramadan setelah MAJT, MAS, Pekojan, dan Layur.

Arsitektur Lokal di Tengah Modernitas

Keistimewaan Baiturrahman terletak pada lokasinya yang sangat strategis. Meski dikepung gedung tinggi, masjid ini tetap mempertahankan identitas lokal dengan atap limasan. Selain nilai estetika, bentuk ini sangat efektif untuk sirkulasi udara dan adaptasi terhadap iklim tropis Semarang yang lembap.

Pasca revitalisasi besar-besaran tahun 2021-2022, area publiknya terasa lebih luas dan terbuka. Hal ini juga berdampak pada fasilitas parkir. Jika tahun lalu kami sempat khawatir dan memilih parkir "nyempil" di dekat pos masuk, kali ini petugas justru mengarahkan kami ke deretan motor dekat taman yang lebih nyaman. Menariknya, untuk pengguna sepeda, kami tetap tidak dikenakan biaya parkir alias gratis.

Kajian Iftar Ramadhan: Literasi di Balik Marmer

Jika Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) punya program "KURMA", maka Masjid Raya Baiturrahman konsisten dengan nama Kajian Iftar Ramadhan. Program ini sebenarnya memiliki esensi yang sama, hanya saja dikemas dengan suasana yang berbeda.

Menunggu berbuka sambil mendengarkan kajian di dalam ruang utama yang megah selalu menyenangkan. Niat awal yang mungkin hanya ingin mencari tempat berbuka, justru berujung pada siraman rohani yang mengedukasi. Duduk di atas karpet hijau yang empuk dengan dinding marmer yang dingin memberikan ketenangan tersendiri di tengah hiruk-pikuk Simpang Lima di luar sana.

Sedikit catatan untuk tim media sosial masjid, kami sempat kesulitan mencari jadwal tema kajian harian. Informasi akhirnya kami temukan di akun Instagram resmi YPKPI Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah (@mrb.jateng). Namun, akan lebih baik jika tema harian ditampilkan secara detail seperti yang dilakukan akun @majt_jateng agar jamaah bisa mengetahui topik apa yang akan dibahas setiap harinya.

Momen Berbuka yang Estetis

Usai kajian, momen yang ditunggu pun tiba. Masih konsisten dengan tradisi tahun-tahun sebelumnya, pihak masjid membagikan nasi kotak dan air mineral kepada jamaah saat kajian mendekati akhir.

Spot paling favorit untuk menyantap hidangan buka puasa adalah teras depan pintu masuk. Duduk di anak tangganya yang estetis sambil memandang wajah Simpang Lima dan lampu-lampu kota yang mulai menyala terasa sangat mewah bagi kami. Selain itu, lorong di sebelah pintu utama juga menjadi primadona; begitu azan berkumandang, area ini langsung penuh oleh jamaah.

Mereka yang berbuka di sini datang dari berbagai latar belakang; mulai dari mahasiswa rantau, pekerja kantoran yang tak sempat pulang, hingga musafir yang sedang transit. Termasuk kami, yang sengaja datang demi menuntaskan rindu pada suasana komunal di Baiturrahman.



...

Kami selalu bersyukur bahwa Masjid Baiturrahman tetap menjadi ruang yang terbuka bagi siapa saja, terutama di bulan suci yang penuh berkah ini. Di tengah modernisasi Semarang yang kian masif, tradisi buka bersama di sini tetap menjadi "jangkar" yang menjaga keseimbangan sisi religius dan sosial kota.

Sudah 52 tahun ia berdiri, dan semoga tahun depan kami masih diberi kesempatan untuk kembali berjumpa dalam harmoni yang sama.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

💻 Kupas Tuntas ASUS No.1 Quality & Service Semarang: Dari Uji Durabilitas Zenbook hingga Garansi 3 Tahun

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

💻 Pengalaman Unik Mampir ke Orbit Computer Semarang yang Ternyata Satu Bangunan dengan Hotel dan Disambut AI Chatbot

💻 Prediksi Terbukti! ASUS Googlebook 14 Hadirkan Standar Baru Laptop Premium Berbasis AI

📌 Car Free Day Simpang Lima Ditiadakan Dua Minggu Gara-Gara MTQ Nasional