Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Mahapatih Gajah Mada, Inovasi Big Data Kota Semarang

Mahapatih Gajah Mada merupakan upaya bergerak bersama dalam menghadapi issue/masalah masyarakat dengan menekankan paa kemandirian masyarakat dala mengatasi masalah sosial, ekonomi demi terciptanya masyarakat yang sehat dan kualitas hidup yang baik.

Paragraf di atas kami ambil dari tulisan yang ada di halaman Mahapatih Gajah Mada. Kami sedikit bingung dengan hadirnya Mahapatih Gajah Mada yang berbentuk buku yang diberikan kepada peserta saat Rakerkes bulan Juli kemarin.

Ya, itu dilaunching secara resmi oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang. Bahkan, dihadiri Wali Kota Semarang yang menandakan betapa pentingnya Mahapatih Gajah Mada ini. Namanya tentu tidak asing di telinga kita yang mengingatkan pada sebuah tokoh pada era kerajaan.

Tujuan

Kami sudah mencari informasinya di internet tentang Mahapahit Gajah Mada by Dinkes Kota Semarang ini, hasilnya nihil alias tidak ada.

Saat diluncurkan, kami mikir malah Mahapahit Gajah Mada akan hadir berupa aplikasi atau website. Mungkin saja ke depannya gitu, tapi seperti yang kamu lihat di dalam video di bawah nanti, itu adalah buku tebal berukuran majalah dengan kualitas sangat baik tiap halamannya.

Mengutip tulisan di halamannya, tujuan terciptanya Mahapahit Gajah Mada sendiri ada 3 hal. Diantaranya 

  • Meningkatkan Partisipasi aktif di Masyarakat
  • Membangun mutual learning
  • Menciptakan perubahan dalam pelayanan publik dan layanan kesehatan. 

Big data?

Alasan kamu menyebut Mahapatih Gajah Mada semacam big data karena isinya memang berupa data-data yang menggambarkan situasi masyarakat, wilayah, kekuatan dan permasalahan yang dihadapi. 

Kami pikir tidak ada Kota di Indonesia yang bisa memetakan hal seperti ini yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang lewat DKK Semarang.

Beberapa bocoran isinya seperti gambaran wilayah Kecamatan Se-Kota Semarang, Situasi Ketenagakerjaan, kondisi lingkungan kesehatan dan masih banyak lagi.

Kami sangat beruntung memiliki Mahapatih Gajah Mada ini. Kami harap, upaya big data ini bisa terealisasi ke bentuk digital di masa depan. Atau malah sudah ada dan kami saja yang tidak ngeh sebenarnya.

Artikel terkait :


Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

📱 Dilema Resolusi 5G di Semarang dan Kabar Vakumnya ASUS Smartphone Tahun 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren