Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Sharing Pengatahuan Kegawatdaruratan, Dinkes Kota Semarang Undang Banyak Relawan

Selasa kemarin, tanggal 9 Mei, Dinas Kesehatan Kota Semarang kembali mengadakan acara yang membagikan informasi dengan mengundang awak media, komunitas relawan Kota Semarang dan kami, para pemilik blog. Tema besar yang jadi bahan diskusi adalah pengetahuan kegawatdaruratan Kota Semarang.

Bertempat di Bakso dan Steak Pak Djono yang berada di jalan Kenconowungu,  acara cukup ramai karena dihadirin banyak relawan Kesehatan. Kami baru mengetahui keberadaan mereka, syukurlah kami turut hadir.

Dari daftar absen yang kami lihat, beberapa relawan yang datang adalah

  • Miksemar
  • Bankom Polrestabes Semarang
  • Sarda Jateng
  • Info Taruna Semarang
  • Relawan Semarang Hebat
  • Relawan Call Center 112
  • Mungkin masih ada lagi yang belum tercatat
Yang menarik dari relawan adalah mereka sudah dibekali kemampuan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu sehari-hari atau SPGDTs. Bahkan, membawa tas emergency kit yang selalu siap dalam keadaan apapun.


Inovasi Dinkes Kota Semarang

Acara utama sendiri dimulai dengan persentasi dari Drg. Rahma Defu, M.Kes yang memaparkan tentang SIMPANGLIMA, yaitu Sinergitas dalam Penanganan Gawat darurat Terpadu secara Lintas Sektro dan Bersama Masyarakat.


Bagaimana pengaruh Call sepanjang tahun 2022. Dimana ada ribuan kasus yang terjadi dengan penyebaran terbanyak ada di kawasan Semarang Barat. 

Lalu, juga ada persebaran layanan Ambulance Hebat yang saat ini jumlahnya sekitar 6 unit kendaraan yang tersebar di 6 lokasi di Kota Semarang. Tahun ini sepertinya akan ada tambahan.

Yang cukup menarik perhatian kami adalah Panic Button yang sudah bisa diakses namun sementara hanya bisa lewat website ambulanhebat.semarangkota.go.id. Sepertinya website sekarang sedang maintenance.

Tombol 'Panic Button' adalah inovasi yang terus disempurnakan melengkapi Call Center yang sudah ada seperti 112, 1500-132 dan 119. Hubungi nomor ini apabila mengalami kegawatdaruratan di Kota Semarang.

Masih banyak hal yang sebenarnya ingin kami bagikan mengenai pemaparan beliau yang memiliki informasi menarik. Kami akan sambung di halaman lainnya nanti.


Video ini kami ambil saat acara, dimana tim Ambulance Hebat unboxing tas emergency yang sering dibawa relawan. Sangat lengkap sekali isinya. Video kami bagi-bagi, karena shorts hanya bisa upload berdurasi 1 menit saja. 

...

Lewat acara ini, DKK Kota Semarang beerharap kesadaran masyarakat untuk Kota Semarang lebih hebat. Apalagi adanya kehadiran relawan Kesehatan yang akan saling membantu. 

Banyak upaya dan inovasi yang terus dilakukan untuk melayani masyarakat Kota Semarang, terutama layanan kegawat daruratan yang lebih efisien dan cepat. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?