Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Punya Peran Penting Saat Pandemi, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Ajak Media dan Bloger Kunjungi 4 Destinasi Wisata

Sukses meluncurkan kampanye pemasaran lewat online dalam bentuk lomba-lomba seperti Blog maupun Vlog, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang juga tidak melupakan promosi offline dengan kegiatan yang sudah beberapa kali dilakukan, yaitu famtrip. 

Bertajuk 'One Day Trip Kabupaten Semarang Tahun 2020', Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang mengajak bloger dan jurnalis untuk terlibat kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 29 September, atau hari Selasa.

Ada 5 tempat yang kami singgahi, yaitu :

  1. Curug Gending Asmoro Kalongan.
  2. Kayangan Bukit Alfath.
  3. Bukit Cinta Rawa Pening.
  4. Kampung Rawa Ambarawa.
  5. Agrowisata Gunungsari Kopeng.

Semua tempat yang kami kunjungi ini dilakukan hanya satu hari. Karena sedang di masa pandemi, jumlah peserta dari kalangan bloger juga dikurangi dari biasanya. Jumlahnya hanya ada 13 bloger, dan 5 media yang berpartisipasi.

Protokol kesehatan

Untuk mencegah penyebaran koronavirus pada peserta, selama aktivitas, kami benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, membawa hand sanitizer sendiri dan menjaga jarak.

Mengenai jaga jarak, dari Dinas Pariwisata (DisPar) juga menyediakan 2 kendaraan bertipe Elf atau minibus. Jadi tempat duduk yang seharusnya dapat diisi 3 orang dalam satu kursi, hanya diperbolehkan 2 saja. 

Sedangkan dari tempat wisata yang semua kunjungi juga, semuanya sudah menerapkan protokol kesehatan. Penyediaan wastafel portable, hand sanitizer dan cek suhu tubuh serta bagaimana kami harus menjaga jarak benar-benar diberlakukan.

Ini adalah syarat tempat wisata di Kabupaten Semarang agar diperbolehkan dibuka selama masa pandemi. Dari total 52 tempat wisata di Kabupaten Semarang, sudah ada 40-an yang sudah siap.

Peran penting 

Selama masa pandemi ini, dunia pariwisata benar-benar terpukul. Bukan saja tempat wisatanya yang kehilangan banyak pengunjung, tapi dampaknya juga berpengaruh pada UMKM, kuliner, pengrajin souvenir.

Selain penurunan drastis, pola baru masyarakat sekarang yang hanya melihat dan mendengar lewat media-media, termasuk media sosial, juga berpengaruh yang berakibat hilangnya kepercayaan. Kalau ada visualnya lebih strategis dalam promosi.

Dengan menggandeng para bloger dan media, diharapkan meningkatkan kepercayaan pada masyarakat untuk tidak takut berwisata. Media sosial menempati peran strategis dalam penyaluran informasi. Terutama akun yang dikelola para pemilik blog.

'Media dan bloger memiliki peran penting. Selain menyalurkan informasi secara nyata, juga dapat mengedukasi masyarakat', Dewi Pramuningsih, Kepala DisPar Kabupaten Semarang.

Gambar cover: ajisettiawann (IG)

...

Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang kembali memaksimalkan strategi pemasaran offline dengan menggandeng bloger. Kami sendiri sudah beberapa kali terlibat aktivitas dan sepertinya baru ini media yang ikut dilibatkan. 

Biasanya untuk kegiatan bloger, hanya bloger saja yang terlibat. Saat pandemi seperti sekarang, memang diperlukan kekuatan informasi yang lebih besar. 

Ditunggu artikel tentang 4 tempat wisata yang kami kunjungi dan seperti apa penerapan protokol kesehatan yang diterapkan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?