Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Apapun Produknya, Kuncinya di Pemasaran (Marketing)

Untuk memulihkan wisata di Jawa Tengah, kegiatan seperti ini bisa ditambah tahun depan. Agar promosinya lebih masif. Kalau bisa dalam setahun dilakukan sampai enam kali.

Begitulah pesan yang disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah, M Ngainirrichadl SHI yang kami dan peserta temui awal-awal kegiatan Jateng On The Spot 2020 di Dewani View Resto & Cafe, hari pertama (19/10).

Dampak pariwisata Jawa Tengah Saat pandemi

Sebelum beliau mulai sesinya, acara dimulai dengan sambutan Kepala Seksi Pengembangan Pasar Disporapar Provinsi Jateng, Tanti Apriani, yang mengungkapkan tentang pariwisata di Jawa Tengah yang mengalami penurunan yang tajam dibanding tahun sebelumnya.

5-6 bulan semenjak pandemi, para pelaku pariwisata kehilangan pekerjaan. Maka dengan dibukanya sekitar 430 tempat wisata lebih ini, sudah disetujui satgas masing-masing kota/kabupaten, harapannya kembali ke tatanan baru.

Pentingnya pemasaran

Pak Ngainirrichadl sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Disporapar Jateng. Kegiatan seperti ini jangan hanya sekedar seremonial, tapi benar-benar bisa menggerakkan potensi wisata Jawa Tengah.

Apapun produknya, kuncinya di pemasaran. Bagaimana adaptasi dengan perubahan, inovasi dengan perubahan dan inovasi apa yang bisa ditampilkan setelah dikunjungi. Mari bersama-sama kita pulihkan pariwisata Jawa Tengah sebagaimana sebelum pandemi.

Kegiatan semacam famtrip seperti ini adalah salah satu bagian dari pemasaran. Apalagi membawa sejumlah bloger, pegiat media sosial hingga media (wartawan).

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

🪁 Apa Kabar Festival Layang-Layang Internasional Semarang? Menanti di Awann Costa, Temu Asyiknya di BKT