Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Lewat Desiminasi Informasi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Semarang Bagikan Info Seputar Covid-19 Hingga Inovasi Kesehatan


Bertajuk gathering selama 2 hari, Dinas Kesehatan Kota Semarang memanfaatkan momentum acara sebagai kedekatan mereka dengan para undangan yang berasal dari wartawan, pemilik media online, blogger hingga admin media sosial untuk membagikan informasi soal koronavirus. Kami pikir ini sangat berharga, karena dari sumbernya langsung.

Kegiatan yang digelar tanggal 16-17 Oktober ini dilaksanakan di Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang. Hampir 1 tahun rasanya kami tidak terlibat kegiatan yang biasa dilakukan DinKes. 

Sudah siap 1 tahun sebelum pandemi

Meski kehadiran Kepala Dinas tidak sampai selesai acara, informasi yang dibagikan Pak Abdul Hakam  sangat menggiurkan. Maksudnya banyak informasi menarik yang jarang kami tahu.

Kata beliau, kita mulai memasuki musim hujan. Meski pandemi covid-19 sangat penting, kita juga harus memikirkan penyakit lain yang bakal menemani periode ini (hujan). Seperti Demam Berdarah dan Diare.

Selama masa kepemimpinan beliau, sudah banyak program yang dihadirkan. Meski itu upgrade dari sebagian yang lama. Puskesmas paling diangkat agar lebih optimal pelayanannya. Bahkan selama pandemi Puskemas diberikan kelonggaran waktu layanannya.

Puskesmas 5G yang diartikan tiap katanya, mulai dari 

  1. Gratis
  2. Gesit
  3. Gak antri
  4. Gak ribet
  5. Go Cashless
Adalah salah satu inovasi baru yang dihadirkan. Layanan ini menjadi penting saat Pandemi sekarang karena efektivitasnya yang mengurangi sentuhan atau kerumunan. Inovasi ini pun menurut beliau banyak kota-kota lain yang menginginkan untuk diterapkan juga. Lihat di sini tentang Puskesmas 5G yang sudah kami tulis.

Namun tantangannya sekarang adalah orang-orang merasa takut pergi ke Puskesmas dan Rumah Sakit. Selain itu, Puskesmas juga sedang diupayakan untuk dapat bisa menjemput pasien. Entah kapan ini terjadi.

Inovasi lainnya juga terkait Puskesmas adalah tentang rawat inap. Di Semarang ada kurang lebih 10 Puskesmas yang sudah melakukan ini.

Mobilitas tinggi, penyebab salah satu penyebaran Covid-19

Orang-orang saat ini yang dibutuhkan adalah edukasi kata beliau. Menyiapkan fasilitas protokol kesehatan semakin ke sini hanya akan semakin diabaikan. Tentu sebagian masyarakat, tidak semua. Apalagi seperti aktivitas di pasar saat kami bertanya.

Beliau berharap, peserta khususnya, atau masyarakat dapat memberikan saran tentang upaya edukasi yang seperti apa diharapkan masyarakat. Kita tidak bisa menghalangi aktivitas, seperti bisnis dan yang berhubungan dengan isi perut (ekonomi). 

Tapi bagaimana mengatakan bahwa 3 M itu sangat penting. Mulai dari mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker. Karena menurut beliau, mobilitas tinggi adalah salah satu penyebab covid-19.

 'Kesadaran protokol kesehatan itu sulit, tapi suruh rapid test cepat', kata beliau.

Usia produktif rawan covid


Dari data status pasien Covid hingga Minggu ke-41, kelompok umur 50-55 tahun menempati jumlah tertinggi untuk kasus Covid sebanyak 666. 

Sedangkan yang meninggal, kelompok umur 55-60 tahun paling banyak dengan jumlah angka berada di 119 data meninggal.

Yang cukup menarik dan perlu digarisbawahi adalah usia produktif 20-45 tahun. Kasus covid-nya cukup tinggi ketimbang mereka yang sudah berumur tua diantara 60-70 tahun.

...

Informasi dari kegiatan berikutnya masih ada lagi. Kami pikir ini sudah cukup dulu. Sudah panjang. Nanti kami update berikutnya karena masih ada yang berhubungan dengan pandemi covid-19 di Kota Semarang.

Selama pandemi, Dinas Kesehatan Kota Semarang memang paling serin dicari untuk dimintai informasi seputar perkembangan koronavirus. Tentu acara ini sangat penting untuk terus terhubung dengan pembuat informasi semacam wartawan, bloger maupun pegiat media sosial.

Akhirnya kami bisa kembali mengikuti kegiatan seperti ini. Dinas Kesehatan Kota Semarang memang sering mengadakan kegiatan yang melibatkan bloger. Tahun ini karena pandemi, banyak yang tertunda jadinya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali