Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Kolaborasi Dua Platform Film Saat Pandemi

WeTV dan iflix adalah yang kami maksud. Meski iflix dikabarkan sudah dibeli Tencent (WeTV), perusahaan raksasan teknologi China, kehadiran iflix tidak serta merta berganti nama meski dibeli. Namun menjadi kolaborasi yang berdampak membawa film Indonesia ikut ambil bagian di sana (platform).

Meski beritanya telah terdengar sejak Juni tentang platform asal Startup Malaysia ini dibeli, baru hari ini kami mengikuti info tentang WeTV.

Apalagi berita tentang kolaborasi WeTV dan iflix yang menggandeng MD Pictures untuk meluncurkan lebih dari 130 film-film terbaik MD Pictures.

Sejak Agustus sebenarnya WeTV dan iflix sudah mulai menayangkan film Indonesia seperti seperti Milly & Mamet, Si Manis Jembatan Ancol, Sweet 20, Mangkujiwo dan Kuntilanak 2. 

Sekarang, bulan Oktober, kedua platform tersebut menayangkan serial pendek ‘MALAPATAKA’ dan film-film lainnya yang banyak dibintangi pemain besar, seperti Reza Rahadian dan Prilly Latuconsina dalam film My Lecturer, My Husband di akhir tahun ini.

Tayang di 2 aplikasi

Kami kira dengan pembelian iflix, maka WeTV akan melebur dalam satu platform. Ternyata, tidak. Film-film Indonesia yang ditayangkan di sana, dapat ditonton di 2 platform.

Mungkin karena sudah memiliki basis pengguna masing-masing, maka tidak perlu dilakukan peleburan. Kira-kira apa perbedaan keduanya selain dalam satu manajemen (perusahaan)?

Tantangan menyaksikan film

Bagi sebagian orang, mungkin tidak masalah. Apalagi di masa pandemi saat ini. Orang-orang butuh banyak hiburan, seperti film contohnya.

Tapi hiburan yang datang kali ini benar-benar berlimpah dari sisi platform penyedia film. 

Kami tahu tidak mudah melewati hari demi hari saat ini. Apalagi pemasukan yang tidak menentu. Kecuali kamu yang bekerja.

Paket data adalah tantangan tersendiri. Untunglah, penyedia film tidak melupakan tombol unduh kepada penggunanya. Beberapa penyedia ada yang menyediakan secara gratis, dan sebagian sebaliknya. 

Kamu harus jeli untuk mendapatkannya. Dan tidak buru-buru juga semisal menginginkan tapi harus berbayar untuk mengambil videonya (unduh).

...

Sudah hampir 1 bulan kami tidak memiliki konten untuk dibawa ke blog. Melihat kolaborasi WeTV dan iflix cukup menarik. Ditambah banyaknya film Indonesia yang dibawa ke dalam platform.

Kerja sama dengan MD Pictures juga menarik untuk melihat film-film Indonesia didistribusikan dengan tepat dan dapat dikenal lebih luas.

Kami akan mencoba salah satu aplikasinya, kira-kira bagaimana denganmu?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

📶 Pengalaman Uji Jaringan 5G XL di CFD Simpang Lima Semarang: Pakai Motorola Moto G45 5G, Berapa Kecepatannya?

💻 Berkenalan dengan ASUS Chromebook CR11 Flip (CR1104F)

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai