Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Berkunjung Ke Pasar Grosir Setono Pekalongan


Bis kami berhenti di dekat outlet batik, bagian belakang Pasar Grosir Setono. Ini waktunya turun dan melihat lebih dekat pasar yang hampir sebagian besar isinya batik semua dan jadi tujuan wisata bila berkunjung ke Pekalongan.

Kami langsung bergegas mencari toilet terdekat. Mengabaikan rekan-rekan bloger dan media yang masih semangat menjelajah tiap sudut tempat untuk dijadikan konten.

Jalan yang terbuat dari paving block mengingatkan kami dengan rumah (Semarang) dan Kota Lama. Mungkin ini ciri khasnya dan lebih ramah lingkungan rasanya. Bila rusak, bisa langsung diganti.

Menjadi tujuan wisata

Semenjak ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia, batik semakin banyak penggemar. Maka tak heran, bis kami langsung meluncur ke sini setelah mengunjungi Museum Batik dan Pabrik Limun.


Letaknya juga strategis yang berada tak jauh dari gerbang selamat datang Kota Pekalongan dan terminal Kota. Sayangnya saat kami tiba sudah menjelang sore hari. Tentu waktunya terbatas.

Toilet di sini rupanya lumayan banyak. Buat yang ingin mengambil uang lewat ATM, di sini juga sudah tersedia mesin-mesin ATM. Tidak perlu khawatir tentunya.

Pasar sendiri sudah berdiri sejak tahun 1941, namun ditetapkan sebagai tujuan wisata belanja, mengutip situs tourism.pekalongankota.go.id, sejak tahun 2000.

Demi memberi kenyamanan kepada wisatawan yang datang, lahan parkir yang disediakan juga sangat luas. Bis-bis bisa masuk dan parkir seperti kami yang berada di halaman belakang. Sedangkan kendaraan pribadi ditempatkan di halaman parkir depan pasar.

Jadi bila kamu sedang berada di Pekalongan, jangan lupa mampir ke sini. Nama pasar ini sudah cukup terkenal, siapa tahu ada batik yang cocok untuk dibawa pulang. Harganya pun beragam dari puluhan ribu hingga jutaan.




...

Kunjungan kami ke sini dalam rangka kegiatan famtrip bareng bloger yang dilaksanakan pada bulan Desember 2019. Selain Pekalongan, kami mengunjungi Brebes dan Tegal. Selengkapnya tentang program ini bisa dibuka di sini.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

📱 Dilema Resolusi 5G di Semarang dan Kabar Vakumnya ASUS Smartphone Tahun 2026

🏃‍♂️ 23 Semarang BTS Run: Strategi Jenius Memasarkan "Debu Proyek" Menjadi Gaya Hidup