Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Belajar Membatik di Museum Batik Pekalongan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Hari pertama kegiatan Jateng On The Spot, Jumat (13/12), adalah berkunjung ke salah satu Kota Kreatif Dunia di bidang kerajinan dan seni rakyat, yaitu Pekalongan. Di tujuan awal, para peserta diajak membuat batik dengan teknik cap. Seperti apa suasananya?
Ini adalah kunjungan kali kedua kami ke Museum Batik Pekalongan yang buka setiap hari mulai jam 8 pagi hingga jam 3 sore. Tahun 2015, kami pernah ke sini dengan kegiatan yang kurang lebih sama.
Menawarkan pengalaman
Apakah kamu menyukai batik? Bila punya kesempatan, mampirlah ke sini untuk melihat beragam koleksi batik yang tentu saja menambah wawasanmu. Tiap tahun, museum punya tema yang dijadikan konsep besar dalam pameran yang diselenggarakan di 3 ruangan yang ada di dalam museum.
Tahun ini, Museum Batik Pekalongan mengangkat tema 'Satu Dekade Pengakuan Batik Indonesia Sebagai Warisan Budaya Dunia'. Beragam batik, bahkan alat-alat yang digunakan, dihadirkan di sini.
Sebelum melihat ruangan dengan beragam tema batik yang membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia, kami beserta rombongan menuju ruang workshop terlebih dahulu.
Ya, datang ke sini bukan saja mendapatkan banyak informasi, tapi juga menawarkan pengalaman yang bakal tidak terlupakan. Kami diajak membuat batik dengan teknik cap. Semua sudah dipersiapkan dari pihak museum.
Sangat mudah dan menyenangkan
Tidak mudah juga maksudnya untuk orang yang baru pertama kali. Tapi dengan bantuan pihak museum yang memberikan pelatihan, kami hanya mengikuti intruksi saja seperti yang dilakukan.
Kain putih yang sudah tersedia tinggal diberi cap batik yang bahannya tersedia di sebelah meja yang akan kami beri cap. Beberapa rekan bloger ada yang percaya diri melakukannya, beberapa lainnya ada yang sangat serius dan juga, selalu tersenyum ketika kami godain.
Setelah proses pencap-an selesai, kami disuruh menunggu karena proses akhirnya akan dilakukan pihak museum, yaitu pewarnaan dari seluruh kain. Kain putih yang sudah dicap akan direndam dengan pewarna dan dijemur biar hasilnya terlihat.
Sambil menunggu, kami diajak melihat ruang pameran. Namun karena kami datang hari Jumat, waktunya buat salat Jumat, kegiatan tur batik dihentikan sejenak.
Masjid yang berada di sebelah Museum adalah sesuatu yang tak kami pikirkan sebelumnya. Untuk bagian tur batik, kami akan buatkan di halaman berikutnya. Cerita untuk sesi ini, kami akhiri sampai di sini dulu. Ditunggu lanjutannya.
...
Museum Batik Pekalongan sebagai institusi pelestarian batik memang menjadi tempat konservasi koleksi kain batik dan menjadi pusat penelitian mengenai batik.
Ketika tujuan kunjunganmu ke Pekalongan, mampirlah. Hanya dengan tiket masuk 5 ribu rupiah untuk dewasa, dan seribu rupiah untuk anak-anak atau pelajar, di sini kita bisa berwisata edukasi dan sejarah.
Tidak perlu khawatir tentang koneksi internet di sini, karena diantara fasilitas Museum Batik Pekalongan, salah satunya tersedia free wifi.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Masih ingat dengan tulisan kami yang mengulas soal bonus Google AI Plus selama 6 bulan dari XL Axiata ? Promo itu didapat setelah kami membeli paket FlexMax 7GB 28 hari seharga 25 ribu rupiah pada bulan Juli kemarin. Nah, ada kejadian unik di bulan Oktober ini. Pas kami memutuskan untuk tidak mengaktifkan paket internet seluler XL, fitur Google AI Plus-nya malah ikut-ikutan nonaktif 😆 Kami tentu tak menduganya dan ini menjadi pengalaman menarik yang ingin kami bagikan di blog. Kan siapa tahu ada pembaca yang mengalami nasib serupa. Alasan kami tidak mengaktifkan paket internet apa pun dari XL Axiata kali ini sebenarnya sederhana: karena harga yang ditawarkan sering berubah-ubah. Sebelumnya, kami sempat mendapat harga yang pas di kantong. Namun, pada bulan berikutnya harga sudah berganti, dan bukannya konsisten, malah cenderung naik. Dari situlah, kami mencoba rehat sejenak dari langganan data. Tak disangka, ada "kejutan" kecil di balik keputusan kecil tersebut. Realita Ekosi...
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Keramaian di lini masa media sosial seperti Threads dan X pada 27 Oktober kemarin menarik perhatian kami. Di antara deretan unggahan peringatan Hari Blogger Nasional , perbincangan tentang tiket bioskop seharga Rp25.000 bergulir begitu masif. Awalnya kami mengira ini sekadar aksi promo berkala dari penyedia layanan e-wallet atau aplikasi ticketing . Namun ketika mengetahui bahwa promo bertajuk Cinema Day ini diusung serentak oleh Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), kami menyadari ada strategi pemasaran menarik yang sedang dimainkan di industri hiburan layar lebar tanah air. Bukan Sekadar Diskon, Ini Soal "Aksi Kolektif" Selama ini, kita terbiasa melihat promo bioskop yang berjalan sendiri-sendiri. Cinepolis punya Tuesday Special , XXI bekerja sama dengan bank tertentu, atau CGV dengan membership card -nya. Strategi individual ini memang efektif menjaga loyalitas basis pengguna masing-masing, tetapi dampaknya terhadap kebiasaan pasar secara luas cenderung t...
Comments
Post a Comment