Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Belajar Membatik di Museum Batik Pekalongan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Hari pertama kegiatan Jateng On The Spot, Jumat (13/12), adalah berkunjung ke salah satu Kota Kreatif Dunia di bidang kerajinan dan seni rakyat, yaitu Pekalongan. Di tujuan awal, para peserta diajak membuat batik dengan teknik cap. Seperti apa suasananya?
Ini adalah kunjungan kali kedua kami ke Museum Batik Pekalongan yang buka setiap hari mulai jam 8 pagi hingga jam 3 sore. Tahun 2015, kami pernah ke sini dengan kegiatan yang kurang lebih sama.
Menawarkan pengalaman
Apakah kamu menyukai batik? Bila punya kesempatan, mampirlah ke sini untuk melihat beragam koleksi batik yang tentu saja menambah wawasanmu. Tiap tahun, museum punya tema yang dijadikan konsep besar dalam pameran yang diselenggarakan di 3 ruangan yang ada di dalam museum.
Tahun ini, Museum Batik Pekalongan mengangkat tema 'Satu Dekade Pengakuan Batik Indonesia Sebagai Warisan Budaya Dunia'. Beragam batik, bahkan alat-alat yang digunakan, dihadirkan di sini.
Sebelum melihat ruangan dengan beragam tema batik yang membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia, kami beserta rombongan menuju ruang workshop terlebih dahulu.
Ya, datang ke sini bukan saja mendapatkan banyak informasi, tapi juga menawarkan pengalaman yang bakal tidak terlupakan. Kami diajak membuat batik dengan teknik cap. Semua sudah dipersiapkan dari pihak museum.
Sangat mudah dan menyenangkan
Tidak mudah juga maksudnya untuk orang yang baru pertama kali. Tapi dengan bantuan pihak museum yang memberikan pelatihan, kami hanya mengikuti intruksi saja seperti yang dilakukan.
Kain putih yang sudah tersedia tinggal diberi cap batik yang bahannya tersedia di sebelah meja yang akan kami beri cap. Beberapa rekan bloger ada yang percaya diri melakukannya, beberapa lainnya ada yang sangat serius dan juga, selalu tersenyum ketika kami godain.
Setelah proses pencap-an selesai, kami disuruh menunggu karena proses akhirnya akan dilakukan pihak museum, yaitu pewarnaan dari seluruh kain. Kain putih yang sudah dicap akan direndam dengan pewarna dan dijemur biar hasilnya terlihat.
Sambil menunggu, kami diajak melihat ruang pameran. Namun karena kami datang hari Jumat, waktunya buat salat Jumat, kegiatan tur batik dihentikan sejenak.
Masjid yang berada di sebelah Museum adalah sesuatu yang tak kami pikirkan sebelumnya. Untuk bagian tur batik, kami akan buatkan di halaman berikutnya. Cerita untuk sesi ini, kami akhiri sampai di sini dulu. Ditunggu lanjutannya.
...
Museum Batik Pekalongan sebagai institusi pelestarian batik memang menjadi tempat konservasi koleksi kain batik dan menjadi pusat penelitian mengenai batik.
Ketika tujuan kunjunganmu ke Pekalongan, mampirlah. Hanya dengan tiket masuk 5 ribu rupiah untuk dewasa, dan seribu rupiah untuk anak-anak atau pelajar, di sini kita bisa berwisata edukasi dan sejarah.
Tidak perlu khawatir tentang koneksi internet di sini, karena diantara fasilitas Museum Batik Pekalongan, salah satunya tersedia free wifi.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Melintas di atas Jembatan Kartini pada awal Januari 2026, pandangan kami tertuju pada kerumunan warga di bantaran sungai. Di sela langit yang mulai sering mendung, pemandangan orang-orang yang masih asyik bermain layang-layang menarik perhatian kami. Fenomena ini sebenarnya biasa, namun terasa langka mengingat Semarang sudah masuk musim penghujan. Gambar di atas yang kami ambil 5 Januari kemarin tersebut sekaligus memicu ingatan kami pada sebuah agenda besar yang sempat heboh namun kini seolah hilang ditelan angin. Janji yang Belum Tertepati Pernah mendengar rencana Kota Semarang menjadi tuan rumah Festival Layang-Layang Internasional ? Kami sempat memasukkan acara ini dalam daftar event wajib pantau di bulan Agustus 2025 . Seharusnya, festival ini menjadi bagian dari kemeriahan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah. Namun, mendekati hari H, gembar-gembornya mendadak senyap. Informasi terakhir yang kami dapatkan, acara digeser ke tanggal 12-13 Oktober 2025 dengan lokasi di Awann C...
Comments
Post a Comment