Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Berapa Tarif Parkir Inap di Bandara Ahmad Yani Semarang Tahun 2020?


Bulan ini, kami mengunjungi bandara Ahmad Yani Internasional Semarang. Parkir bandara sekarang memiliki tempat khusus yang memang diperuntukkan untuk parkir. Aman dari cuaca, seperti hujan maupun panas. Tapi ada juga yang terbuka seperti gambar cover ini.

Salah satu pintu masuk menuju Ibu Kota Jawa Tengah adalah bandara. Gerbang di mana wisatawan lokal maupun manca datang untuk sekedar berkunjung maupun berwisata. Kami memulai dari sini untuk membantu Kota Semarang mendapatkan lebih banyak lagi kunjungan.

Lama tidak mampir ke bandara baru Semarang. Apakah ada sesuatu yang baru? Mungkin, iya. Namun kali ini kami tidak dalam rangka acara atau tur seperti yang pernah dilakukan.

Tarif parkir

Semenjak resmi beroperasi tahun 2018, kami belum membuat artikel terbaru tentang tarif parkir, khususnya buat yang menginap. Kami sepertinya kelupaan bahwa informasi seperti ini sangat penting.

Lokasi parkir di bandara baru ini, untuk motor berada di seberang gedung terminal bandara. Sedangkan Mobil berada di seberang gedung terminal bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani.

Selengkapnya bisa kamu lihat gambar yang kami screenshot dari situs bandara resmi ahmadyani-airport.com :


Tarif parkir inap

Gambar ini diambil tanggal 16 Januari 2020 saat kami berkunjung

Bila kamu memikirkan untuk menginapkan kendaraan, sebaiknya pilih tarif progresif. Jatuhnya lebih murah biasanya. Dihitungnya perjam.

Semisal mobil, parkir perjamnya adalah 4 ribu rupiah. Ditinggal selama 24 jam tinggal dikalikan saja menjadi 24x4.000 = 96 ribu rupiah.


Namun bila ingin lebih aman lagi, bisa melaporkan ke bagian parkir untuk memberitahu perihal menginap. Harganya sedikit lebih mahal.

Kami berbicara dengan petugas parkir, jika lewat kantor (parkir bandara) tarifnya mencapai 150 ribu rupiah.

Kalau tidak, gunakan tarif progresif saja. Itu berarti tidak melapor. Tapi petugas parkir tetap akan mengawasi kendaraan yang ditinggalkan.

Update

Kami mendapatkan info terbaru dari Twitter @angkasapura172 perihal tarif inap di bandara Ahmad Yani. Tarif inap di bandara berlaku tarif progresif. Lebih cara penghitungan.

Roda 2 untuk jam pertama dikenakan 3 ribu rupiah, lebih dari 12 jam menjadi 10 ribu rupiah dan untuk 24 jam menjadi 20 ribu rupiah.

Sedangkan roda 4, jam pertama dikenakan 6 ribu rupiah. Untuk jam selanjutnya dikenakan 4 ribu rupiah. Setelah 24 jam akan kembali ke perhitungan awal.
*Mohon maaf bila tarif ini sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

💻 Menilik ASUS ExpertBook B9450: Laptop Eks Kantor Jepang 7 Jutaan

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

🏛️ Menelusuri FKL 2026 di Pagi Menjelang Siang: Usia ke-15 yang Senyap di Balik Bayang-Bayang MTQ Nasional

📌 Pembaruan Kebijakan & Privasi X Terbaru (September 2026): Apa Artinya Buat Kita dan Akun Komunitas Lokal?

🚲 Evolusi Nyess di Semarang: Jajakan Sensasi Segar ala Gerobak Kekinian dengan Tagline "Segernya Sama, Serunya Beda"