Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Melihat Pertunjukan Tari Sufi Multiculture di Pekalongan


Pekalongan punya banyak tempat menarik di kunjungi, bukan hanya museum dan kampung batik, tapi juga Pendopo Cahyo Kedathon atau lebih dikenal dengan Sanggar Tari Sufi Multiculture yang berada di Jalan Progo, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Sebelum dikenal sebagai Sanggar Tari Sufi Multiculture, komunitas ini lebih dikenal dnegan majelis zikir yang sering mengadakan perkumpulan. Lalu sekitar tahun 2009, Disbudpar Pekalongan mulai melirik komunitas ini untuk tampil di PRPP Semarang mewakili Pekalongan.

Karena dukungan pemerintah, komunitas ini berkembang hingga saat ini dengan tetap menjaga dan melestarikan budaya Jawa Tengah yaitu Gamelan yang dikolaborasi dengan Tari Sufi (Wirling Darwis).

Masih di hari pertama FamTrip Jateng di Pekalongan, setelah makan malam peserta diajak untuk berkunjung ke Sanggar Tari Sufi Multiculture. Saat sampai disini, kami disambut oleh Habib Muhammad, lelaki keturunan Arab yang menyambut kami di Sanggar Tari Sufi (22/04).

Alunan gamelan menyapa begitu sampai di Sanggar Tari Sufi. Saya kira disini bukan sanggar tari sufi, karena ada musik gamelan, lebih ke sanggar seni Jawa. Tapi ternyata tebakan salah.

Setelah masuk si sanggar dan mengambil tempat duduk didepan para pemain gamelan tadi, sayup – sayup suara musik berubah seperti terbang jawa yang khas dimainkan pada malam hari dengan lantunan dzikir. 

Lagi, tebakan salah. Karena gamelan yang mengiri lantunan dzikir, yah... mirip dengan terbang jawa hanya instrumennya yang berbeda, yaitu Gamelan.

Setelah mendengarkan beberapa lagu, acara dilanjutkan dengan perkenalan dari Habib Muhammad dan komunitas Tari Sufi Multiculture. Dan pertunjukan Tari Sufi yang diiringi gamelan benar – benar menghipnotis peserta FamTrip, termasuk saya malam itu. Edan... keren Tari Sufi dengan musik gamelan pas banget kolaborasinya.

Acara selanjutnya adalah diskusi dengan Disbudpar Pekalongan tentang pariwisata, budaya dan Tari Sufi Multiculture. Sanggar Tari Sufi Multiculture ini diharapkan bisa menjadi Omah Budaya dan komoditas tujuan wisata di Pekalongan.

by @moiismiy
*Artikel diperbarui 30 Oktober 2019

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

🪁 Apa Kabar Festival Layang-Layang Internasional Semarang? Menanti di Awann Costa, Temu Asyiknya di BKT