Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Melihat Pertunjukan Tari Sufi Multiculture di Pekalongan


Pekalongan punya banyak tempat menarik di kunjungi, bukan hanya museum dan kampung batik, tapi juga Pendopo Cahyo Kedathon atau lebih dikenal dengan Sanggar Tari Sufi Multiculture yang berada di Jalan Progo, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Sebelum dikenal sebagai Sanggar Tari Sufi Multiculture, komunitas ini lebih dikenal dnegan majelis zikir yang sering mengadakan perkumpulan. Lalu sekitar tahun 2009, Disbudpar Pekalongan mulai melirik komunitas ini untuk tampil di PRPP Semarang mewakili Pekalongan.

Karena dukungan pemerintah, komunitas ini berkembang hingga saat ini dengan tetap menjaga dan melestarikan budaya Jawa Tengah yaitu Gamelan yang dikolaborasi dengan Tari Sufi (Wirling Darwis).

Masih di hari pertama FamTrip Jateng di Pekalongan, setelah makan malam peserta diajak untuk berkunjung ke Sanggar Tari Sufi Multiculture. Saat sampai disini, kami disambut oleh Habib Muhammad, lelaki keturunan Arab yang menyambut kami di Sanggar Tari Sufi (22/04).

Alunan gamelan menyapa begitu sampai di Sanggar Tari Sufi. Saya kira disini bukan sanggar tari sufi, karena ada musik gamelan, lebih ke sanggar seni Jawa. Tapi ternyata tebakan salah.

Setelah masuk si sanggar dan mengambil tempat duduk didepan para pemain gamelan tadi, sayup – sayup suara musik berubah seperti terbang jawa yang khas dimainkan pada malam hari dengan lantunan dzikir. 

Lagi, tebakan salah. Karena gamelan yang mengiri lantunan dzikir, yah... mirip dengan terbang jawa hanya instrumennya yang berbeda, yaitu Gamelan.

Setelah mendengarkan beberapa lagu, acara dilanjutkan dengan perkenalan dari Habib Muhammad dan komunitas Tari Sufi Multiculture. Dan pertunjukan Tari Sufi yang diiringi gamelan benar – benar menghipnotis peserta FamTrip, termasuk saya malam itu. Edan... keren Tari Sufi dengan musik gamelan pas banget kolaborasinya.

Acara selanjutnya adalah diskusi dengan Disbudpar Pekalongan tentang pariwisata, budaya dan Tari Sufi Multiculture. Sanggar Tari Sufi Multiculture ini diharapkan bisa menjadi Omah Budaya dan komoditas tujuan wisata di Pekalongan.

by @moiismiy
*Artikel diperbarui 30 Oktober 2019

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📱 PlayFix Android & Laptop Service Semarang: Mampukah Bertahan di "Lahan Panas" Jalan Kartini?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang