Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Jejak Digital, Kematian dan Privasi

Sebuah bacaan menarik dan mendalam yang kami temukan dari artikel berlangganan yang dikirim Pocket ke kotak email kami ini membuat kami akhirnya membawanya ke blog dotsemarang. Karena berbahasa Inggris, agak sedikit sulit kami memahami meski maksudnya kami mengerti. Tertarik membacanya?

3 minggu lalu, artikel ini kami terima. Dalam email tersebut ada banyak artikel, salah satunya yang sedang dibahas di sini yang berjudul 'The Real Battle for Data Privacy Begins When You Die'. Oh ya, artikel aslinya ada paling bawah nanti.

Nasib jejak digital 

Dalam artikel yang sumber aslinya berasal dari bloomberg tersebut, pembaca disuguhkan sebuah masalah yang terjadi saat seseorang telah meninggal dan nasib jejak digitalnya di internet yang masih ada. Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh pihak keluarga yang ditinggalkan.

Apalagi era sekarang, sebagian besar orang-orang aktif di banyak platform. Saat meninggal, bagaimana data kita akan dikelola. Apakah perusahaan media sosial semacam Facebook akan menutupnya atau malah memanfaatkannya?

Jika dalam kehidupan nyata ada ritual dan adat istiadat untuk menangani jenazah orang secara fisik, lalu bagaimana dengan jenazah secara digital? 

Pertanyaan tersebut menarik, apalagi dalam artikel tersebut disodorkan sebuah kasus yang terjadi pada tahun 2012 di mana seorang gadis berusias 15 tahun meninggal. 

Keluarganya yang berduka meminta Facebook untuk menyerahkan pesan pribadinya dengan harapan dapat dipahami apakah kematiannya karena bunuh diri atau kecelakaan. 

Tentu, Facebook menolak. Menurut kebijakan perusahaan (FB) saat itu, tidak ada seorang pun yang dapat mengakses akun memorial, bahkan dengan kata sandi.

Buku 'The Afterlife of Data

Masalah ini rupanya diambil dari sebuah buku yang ditulis oleh Carl Ohman, asisten profesor ilmu politik dari salah satu universitas di Swedia.

Buku yang diterbitkan pada bulan April kemarin mengupas masalah ini tentang apakah bisa perusahaan bertanggung jawab terhadap data seseorang setelah meninggal.

Apakah perusahaan mungkin akan memonetisasi profil yang sudah meninggal hingga menjual data mereka. Atau bahkan sekadar membuangnya karena alasan menghemat ruang server.

Kami menulis ini tidak bermaksud mempromosikan buku tersebut. Kami lebih tertarik dari maksud artikel yang dibahas saja.

Pertarungan sebenarnya

Ini sungguh jadi pemikiran yang mendalam buat kami juga. Apa yang terjadi dengan karya-karya kami yang ada di blog maupun media sosial. Terutama akun pribadi, ada banyak privasi yang harus dilindungi.

Memang sudah banyak tips dan saran bagaimana cara menghapus jejak digital kita di internet, namun entah kenapa gara-gara membaca artikel ini jadi lebih memikirkannya lagi.

Apakah pertarungan sebenarnya memang akan terjadi usai pengguna meninggal? Bagaimana nasib keluarganya yang mereka cintai. Apakah akan jadi hantu digital di awan? Yakin tidak dieksploitasi?

...

Setelah beberapa minggu kami abaikan, akhirnya kami kembali membacanya. Kami sengaja membatalkan artikel lainnya untuk membawa artikel ini untuk diposting hari ini.

jika halaman ini kurang kamu pahami atau maksudnya tidak kamu temui, kamu bisa baca artikel aslinya di sini. Terutama kamu yang fasih berbahasa Inggris, artikel aslinya tentu akan lebih mudah dipahami lagi.

Kami harap postingan ini berguna dan sebagai renungan bersama.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

📶 Pengalaman Uji Jaringan 5G XL di CFD Simpang Lima Semarang: Pakai Motorola Moto G45 5G, Berapa Kecepatannya?

💻 Berkenalan dengan ASUS Chromebook CR11 Flip (CR1104F)

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026