Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Ketika Kota Lama Semarang Dihinggapi Bisnis Es Teh


Adalah Es Teh Tik atau Es Teh Kantong Plastik. Yang sudah buka sejak akhir tahun 2022 lalu. Pemilihan Kota Lama Sebagai lokasinya cukup jitu menurut kami. Strategis dan biaya sewanya tentu mahal. Lalu, bagaimana dengan harganya?

Disclaimer terlebih dahulu. Halaman ini bukan konten kerja sama atau berbayar. Hanya postingan biasa.

Trend es teh yang pernah kami tulis pertengahan tahun 2023, membuat kami terinspirasi untuk membawa brand es teh ini ke halaman blog dotsemarang.

Harga Es Teh Tik

Momen libur akhir tahun 2023 kemarin, membuat kami sedang berada di Kawasan Kota Lama Semarang. Kami tidak sengaja dan baru mengetahui keberadaan outlet Es Teh Tik ini yang bangunannya jadi satu dengan kafe Dijkstra yang berada diantara Spiegel dan Semarang Contemporary Art Gallery.

Saat kami mencari tahu mereka lewat Instagram yang beralamat id @estehtik.smg, harga awal buka mereka (promo) ditawarkan dengan harga 2 ribu rupiah. 

Seiring waktu, tentu harga promo tidak akan bertahan lama. Saat kami kunjungi, harga termurahnya yang awalnya 2 ribu tadi sudah menjadi 5 ribu rupiah. Varian menu minumannya juga beragam.

Tentu, kenaikan ini wajar menurut kami. Kota Lama sebagai salah satu kawasan favorit dan terkenal di Kota Semarang tidak mungkin dibiarkan begitu saja perputaran bisnisnya. Maksud kami harus dimanfaatkan betul lokasinya.

Bisnis es teh

Mungkin ada brand lain seperti Es Teh Tik yang lebih dulu ada di Kota Lama. Namun kami baru dapat momennya saat berada di dekat Es Teh Tik. Yang mana, mau tidak mau akhirnya mencoba secara langsung.

Di Kota Semarang, bisnis es teh semakin ramai saja untuk awal tahun 2024 ini. Di sekitar kawasan yang kami tinggalin, bahkan ada satu lokasi dengan beragam outlet yang berjualan es teh.

Pengaruh cuaca di Kota Semarang yang begitu terik saat cerah juga mempengaruhi bisnis ini. Mereka yang jeli melihat masalah jadi peluang, tentu memetik manfaatnya.

Sepertinya kami terlalu banyak berbicara (menulis) di halaman ini. Mari kita sudahi sampai sini. Silahkan mampir jika kamu penasaran. Sepertinya generasi Z sudah sebagian besar mengetahuinya, atau malah sudah mencobanya.

...

Es Teh di Kota Lama Semarang ini punya ciri khas unik sesuai namanya, es teh kantong plastik. Sepertinya ciri ini sudah dipakai oleh brand lainnya yang sudah lebih dulu hadir sejak tahun 2021. 

Artikel terkait :

Comments

  1. Saya juga ga sengaja mampir, pas terik nya Semarang membakar. Harga saat itu 3rb rupiah lumayan, buat dipegang menuju Stasiun Tawang.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

🎬 Tren Pemasaran Film Indonesia di Threads: Tiket Gratis, Riuhnya Agensi Kilat, Hingga Realita Kreator di Lapangan

📶 Nyoba Wi-Fi Publik Pemkot Semarang di Tri Lomba Juang: Adem Tempatnya, Gimana Kecepatannya?

🔥 Menemukan Petis Kangkung di Jalan Jolotundo: Kuliner Legendaris Semarang yang Bertahan di Tengah Dinamika Kota

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

🏛️ Menonton Pembukaan FKL 2026 dari Layar Kaca: Antara Kemegahan Seremoni dan Realitas Lapangan