Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Pertama Kali ke Jakarta Aquarium Safari

Dari namanya aja sudah bisa ditebak apa yang akan kami lihat. Aquarium?? Pasti ada banyak ikan-ikan dong. Namun seperti apa konsepnya di dalam, kami jadi penasaran. Ini pengalaman yang menakjubkan tentunya.

Kunjungan kali hanya bersifat pribadi. Kebenaran ada kerabat yang mengajak pergi. Iya, sampai sejauh itu dari Kota Semarang ke Jakarta hanya untuk berwisata. Entahlah, kami hanya diajak saja.

Berada di mal

Kami tidak menyangka pengalaman berkunjung ke tempat wisata bernuansa safari berada di dalam mal. Tepatnya Neo Soho Podomoro City Mall. 

Padahal bayangin kami, tempat seperti ini akan lebih banyak berada di luar ruangan dengan angin sepoi-sepoi yang menyentuh kulit para pengunjung. 

Beli tiket via online

Di era serba teknologi sekarang ini, segala aktivitas dimudahkan. Termasuk memesan tiket Jakarta Aquarium yang harganya hampir 200 ribuan per-orangnya.

Karena kerabat sudah memesannya via online. Kami tidak perlu lama menunggu antrian untuk sekedar konfirmasi. Ini tips buat masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat wisata.

Masuk ke dungeon

Dungeon maksudnya adalah lorong yang lumayan gelap. Istilah yang sering kami temui saat membaca komik. Usai tiket kami dicek oleh petugas, kami diperbolehkan masuk dan seperti sedang masuk ke dungeon.

Kebanyakan pengunjung adalah keluarga, meski begitu beberapa pasangan muda juga memanfaatkan tempat ini sebagai tempat bersenang-senang.

Kaki kami baru melangkah beberapa meter, sudah langsung disuguhi dua kolam di sisi kanan dan kiri. Ada beberapa spesies ikan yang rasanya tidak pernah kami jumpai. Bila membaca referensi dari website Jakarta Aquarium, mereka punya 3.500 spesies di dalam.

Meski didominasi banyak binatang yang hidup di air, ada juga binatang di luar air. Salah satunya seperti gambar yang ada di halaman ini. Bahkan, beberapa binatang termasuk langka karena kami tidak pernah melihatnya sepanjang hidup.

Semua sudah diatur dan ditata sedemikian rupa. Pengunjung hanya perlu mengikuti alur yang tiap sudutnya selalu membuat takjub. 

Dari akuarium kecil, sedang, besar hingga raksasa, semua ada di sini. Apakah ada ikan hiu di sana saat kami menunjuk ikan yang sedang malas bergerak. 

Lalu, itu ada juga ikan yang dikenal sebagai monster karena bisa memakan daging yang biasa dilhat dalam film-film. Ya, itu ikan piranha.

Pertunjukan

Semua pengunjung sepertinya sedang menunggu-nunggu. Sebuah ruangan yang memang didesain seperti teater dengan panggung tersedia di sudut ruangan yang latarnya kolam raksasa.

Kami sendiri beruntung bisa menyaksikan karena jika bukan hari libur, pertunjukan hanya ada sekali dalam sehari. Kami saat itu menyaksikan jam yang sore hari.

Cerita yang pasti akan disukai anak-anak dan membuat semua orang akan juga bertepuk tangan. Dukungan audio yang sangat baik dan cerita yang menarik menjadi hidangan penutup buat kami sebelum meninggalkan lokasi.

Semakin spesial pertunjukannya dengan aksi para putri duyung di dalam kolam renang raksasa. Sayang, kebijakan pengelola tidak memperbolehkan pengunjung merekam aksi pentas tersebut. 

Bahkan, jika bisa merekam dan beredar secara luas, mereka tak segan-segan melaporkan karena mereka sudah mendaftarkan hak cipta atraksi tersebut. Tapi tenang, sebelum acara utamanya dimulai, pengunjung diperbolehkan merekam atau mengambil gambar. Seperti gambar di atas.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Sisi Lain Grand Opening Cardea Semarang: Menikmati Menu Hotel di Kawasan Jangli