Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Pertama Kali Ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)

Awal tahun 2023, kami punya pengalaman berharga saat mengunjungi bandara baru Yogyakarta yang berada di Kabupaten Kulon Progo. Jaraknya dari Tugu, lumayan jauh juga. Sepertinya harus ngatur waktu sebaik mungkin apabila ingin menggunakan transportasi lewat YIA.

Kami sendiri tidak ada rencana untuk ke sana (YIA). Hanya kebetulan saja dan jadilah artikel yang sedang kamu baca ini.

Meski jaraknya cukup jauh, bisa ditempuh hingga hampir 2 jam dari Tugu Jogja, jalanan yang dilewati untungnya lurus-lurus saja. Kami yang pertama kali tentu sedikit was-was apabila mengantar orang bepergian jadi terlambat.

Luas area 587 hektare

Mengutip website ekonomi.bisnis.com tahun 2021, luas Bandara YIA mencapai 587 hektare. Kami pikir memang lebih luas dari bandara di Kota Semarang.

Untuk masuk kendaraan roda empat saja, terdapat banyak pintu, khususnya mobil dengan ukuran standar. 

Sepanjang jalan setelah melewati gerbang masuk, pemandangan sekitar masih kosong. Seperti sedang mengunjungi taman dengan pemandangan kanan kiri rerumputan.

Untuk menuju keberangkatan, jalur yang dilewati harus naik ke atas. Atap megah dengan desain indah langsung menyapa mata kami selain orang-orang yang sudah sibuk dengan kepentingannya.

Pemandangan indah

Selesai mengantar di gedung keberangkatan, kami langsung menuju pulang melewati jalur menurun. Karena masih pagi, kami mendapatkan pemandangan indah di depan mata kami. Yah, itu luar biasa kami pikir.

Seperti sebuah cerita bersambung, bulan Februari kami kembali ke Jogja. Kali ini tidak mengantar, tapi menjemput. Bila sebelumnya hanya sekedar mampir, kali ini kami bisa sampai masuk ke dalam. Meski itu adalah bangunan untuk penjemputan saja.

Jalurnya sedikit berbeda dari keberangkatan sebelumnya. Kami tidak harus naik, tapi belok menuju bangunan lainnya. Mirip sedang masuk ke mal, kendaraan kami harus melewati beberapa tingkat sebelum tiba di parkir kendaraan untuk roda empat.

Ruang kedatangannya ternyata sangat luas juga. Bagi penumpang yang baru tiba, mereka harus melewati tangga atau naik lift untuk menuju ruang kedatangan. Itu lumayan jauh juga.

Entah kapan, kami bisa merasakan pengalaman langsung saat di dalam saat sedang keberangkatan. Harus melewati petugas, sensor dan ruang tunggu. 

...

Tambah lagi postingan yang dibawa dari Jogja. Sebenarnya, bahkan lebih banyak lagi di masa depan. Sepertinya tahun 2023, fokus kami tentang Semarang sudah berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami mohon maklum.

Beberapa hotel sudah ada di dekat Bandara YIA. Apakah pemilik bisnis hotel melihat peluangnya di masa depan? Bagaimana denganmu, ada pengalaman juga ke sini?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali