Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Penggunaan QR Code di Tiket Masuk Lawang Sewu

Pengalaman kami berlanjut usai menyelesaikan transaksi di loket pembayaran sebelum masuk. Dengan kertas yang kami pegang, kami bergegas menuju pintu masuk. Dan jangan lupa, tolong jangan langsung dibuang tiketnya.

Desainnya bisa dilihat seperti di atas, sangat sederhana. Kami baru sadar teknologi QR Code atau kode RC (Respons Cepat) sudah digunakan saking lamanya tidak mampir ke sini. Dan juga, belum pernah bahas ini di blog.

QR Code

Semenjak kembali populer tahun 2020 karena pandemi, QR Code yang sudah ada sejak tahun 1994 mendapatkan perhatian kami untuk terus membawanya ke blog.

Yah, kita tahu sejak tahun 2020, orang-orang banyak dianjurkan mengurangi sentuhan atau terhubung dengan tempat-tempat umum seperti tempat wisata. Kode QR dianggap sebuah solusi dan ternyata semakin banyak dipakai sekarang ini. Termasuk masuk ke Lawang Sewu.

Mengurangi kertas

Saat tiba di ruangan masuk yang sudah terdapat alat pemindai, seperti gambar di atas, kertas tiket yang tadi dipegang lalu dipindai atau scan di sana. Tenang saja, ada petugas yang akan membantu apabila kesulitan.

Saat kami coba, tidak ada masalah. Tiket terbaca dengan baik. Lalu, penghalang berbentuk segi panjang yang berwarna chrome sudah bisa didorong dan kita sudah bisa masuk ke tujuan utama.

Di masa depan, entah kapan, kami berharap penggunaan kertas yang dijadikan bukti masuk bisa dikurangin. Apalagi penerapan pembelian tiket sudah bisa gunakan aplikasi atau non tunai.

Selain lebih menghemat bahan baku, juga tidak menimbulkan sampah apabila berserakan nantinya. Tentu kami melihatnya tidak sekarang, mengingat tidak semua pengunjung akan memiliki smartphone apabila sedang berkunjung ke Lawang Sewu.

Karena kami pikir, hanya dengan menunjukan smartphone yang sudah tersedia tiket dengan kode QR di layarnya, sudah cukup untuk terbaca di mesin pemindai. Mari berharap ke sana.

...

Ada perubahan apa saja di Lawang Sewu? Bila kamu familiar dengan tempat ini, tentu rasanya tidak ada yang banyak berubah. Ditunggu artikel berikutnya, karna langkah kami baru saja tiba di dalam.

Tentang postingan QR Code, kamu bisa baca-baca dulu di sini sambil nunggu kami update. Kami punya cukup banyak artikel tentang pemanfaatan kode respon cepat ini. Siapa tahu terinspirasi. 😊

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?