Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Penggunaan QR Code di Tiket Masuk Lawang Sewu

Pengalaman kami berlanjut usai menyelesaikan transaksi di loket pembayaran sebelum masuk. Dengan kertas yang kami pegang, kami bergegas menuju pintu masuk. Dan jangan lupa, tolong jangan langsung dibuang tiketnya.

Desainnya bisa dilihat seperti di atas, sangat sederhana. Kami baru sadar teknologi QR Code atau kode RC (Respons Cepat) sudah digunakan saking lamanya tidak mampir ke sini. Dan juga, belum pernah bahas ini di blog.

QR Code

Semenjak kembali populer tahun 2020 karena pandemi, QR Code yang sudah ada sejak tahun 1994 mendapatkan perhatian kami untuk terus membawanya ke blog.

Yah, kita tahu sejak tahun 2020, orang-orang banyak dianjurkan mengurangi sentuhan atau terhubung dengan tempat-tempat umum seperti tempat wisata. Kode QR dianggap sebuah solusi dan ternyata semakin banyak dipakai sekarang ini. Termasuk masuk ke Lawang Sewu.

Mengurangi kertas

Saat tiba di ruangan masuk yang sudah terdapat alat pemindai, seperti gambar di atas, kertas tiket yang tadi dipegang lalu dipindai atau scan di sana. Tenang saja, ada petugas yang akan membantu apabila kesulitan.

Saat kami coba, tidak ada masalah. Tiket terbaca dengan baik. Lalu, penghalang berbentuk segi panjang yang berwarna chrome sudah bisa didorong dan kita sudah bisa masuk ke tujuan utama.

Di masa depan, entah kapan, kami berharap penggunaan kertas yang dijadikan bukti masuk bisa dikurangin. Apalagi penerapan pembelian tiket sudah bisa gunakan aplikasi atau non tunai.

Selain lebih menghemat bahan baku, juga tidak menimbulkan sampah apabila berserakan nantinya. Tentu kami melihatnya tidak sekarang, mengingat tidak semua pengunjung akan memiliki smartphone apabila sedang berkunjung ke Lawang Sewu.

Karena kami pikir, hanya dengan menunjukan smartphone yang sudah tersedia tiket dengan kode QR di layarnya, sudah cukup untuk terbaca di mesin pemindai. Mari berharap ke sana.

...

Ada perubahan apa saja di Lawang Sewu? Bila kamu familiar dengan tempat ini, tentu rasanya tidak ada yang banyak berubah. Ditunggu artikel berikutnya, karna langkah kami baru saja tiba di dalam.

Tentang postingan QR Code, kamu bisa baca-baca dulu di sini sambil nunggu kami update. Kami punya cukup banyak artikel tentang pemanfaatan kode respon cepat ini. Siapa tahu terinspirasi. 😊

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali