Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Ada Angkringan di Lawang Sewu

Mungkin kami tidak akan tahu tentang angkringan ini, andai tidak ke Lawang Sewu bulan Juni kemarin. Angkringan yang sangat familiar buat kami, kali ini terasa lebih istimewa. Terutama keberadaannya. Seperti apa suasana dan harga menu hidangannya?

Minggu siang, 20 Juni 2021. Masih sebelum PPKM Darurat diberlakukan, mengunjungi Lawang Sewu masih baik-baik saja. Tentu dengan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah kunjungan. Tidak heran setelah masuk ke dalam, orang yang main ke sini tidak begitu banyak.

Angkringan di dalam Lawang Sewu

Buat kami yang jarang-jarang mampir, tentu ini hal menarik untuk dibawa ke blog. Kapan lagi melihat angkringan ada di dalam Lawang Sewu, tepatnya di halaman tengah yang ada pohon besarnya.

Siang itu, alunan musik yang dibawakan seniman (keroncong) menjadi backsound suasana yang memberi semangat untuk kami yang langsung mendekat ke lokasi angkringan.

Ternyata sudah beberapa bulan di sini kata orang yang melayani pesanan kami. Dari harga yang ditawarkan untuk menu-menunya memang terbilang ramah di kantong. 

Daftar menu

Ada teh, kopi klotok, jahe, gorengan, variasi nasi dan sebagainya adalah menu-menu yang dihadirkan dalam angkringan ini. Selengkapnya tentang harganya bisa dilihat dalam gambar bawah ini.

Konsep yang menyesuaikan

Namanya juga angkringan, maka gerobaknya pun tentu ada di sana. Hanya saja, mungkin untuk meminimalisir cuaca, diberi tenda yang menutupi hingga tempat duduk.

Selain itu, beberapa meter dari gerobak, ada tempat duduk yang dibuat dengan konsep menarik. Benar-benar menyesuaikan dengan lokasi. Kita tahu, Lawang Sewu adalah salah satu destinasi wisata dan juga ikon yang paling menonjol di Kota Semarang.

Strategi pengelola

Entah bagaimana angkringan bisa masuk. Kami tak bertanya tentang itu terlalu jauh. Kami pikir ini adalah strategi pengelola, apalagi pandemi saat ini yang meruntuhkan banyak tempat wisata dalam hal kunjungan.

Inovasi memang harus dilakukan untuk menjawab tantangan yang ada. Apakah konsep ini adalah jawabannya? 

...

Akhirnya kami pesan kopi klotok setelah puas melihat-lihat tempat yang menarik di bangunan Lawang Sewu. Kedatangan kami ke sini dalam rangka menemani seseorang yang baru pertama kali mengunjungi Kota Semarang. 

Kamu mau kami temani juga?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🎬 Menengok LOFF 2026 dari Luar Pagar: Menanti Pintu Sinema Semarang Benar-benar Terbuka ke Layar Lebar

🛕 Pura Agung Giri Natha Semarang: Oase Religi Tradisi Bali di Atas Bukit Gajahmungkur

🚌 Plot Twist Trans Semarang di Uptown Mall: Bertahun-tahun Salah Halte, Ternyata Pulangnya Lewat Sini!

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi