Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Ada Angkringan di Lawang Sewu

Mungkin kami tidak akan tahu tentang angkringan ini, andai tidak ke Lawang Sewu bulan Juni kemarin. Angkringan yang sangat familiar buat kami, kali ini terasa lebih istimewa. Terutama keberadaannya. Seperti apa suasana dan harga menu hidangannya?

Minggu siang, 20 Juni 2021. Masih sebelum PPKM Darurat diberlakukan, mengunjungi Lawang Sewu masih baik-baik saja. Tentu dengan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah kunjungan. Tidak heran setelah masuk ke dalam, orang yang main ke sini tidak begitu banyak.

Angkringan di dalam Lawang Sewu

Buat kami yang jarang-jarang mampir, tentu ini hal menarik untuk dibawa ke blog. Kapan lagi melihat angkringan ada di dalam Lawang Sewu, tepatnya di halaman tengah yang ada pohon besarnya.

Siang itu, alunan musik yang dibawakan seniman (keroncong) menjadi backsound suasana yang memberi semangat untuk kami yang langsung mendekat ke lokasi angkringan.

Ternyata sudah beberapa bulan di sini kata orang yang melayani pesanan kami. Dari harga yang ditawarkan untuk menu-menunya memang terbilang ramah di kantong. 

Daftar menu

Ada teh, kopi klotok, jahe, gorengan, variasi nasi dan sebagainya adalah menu-menu yang dihadirkan dalam angkringan ini. Selengkapnya tentang harganya bisa dilihat dalam gambar bawah ini.

Konsep yang menyesuaikan

Namanya juga angkringan, maka gerobaknya pun tentu ada di sana. Hanya saja, mungkin untuk meminimalisir cuaca, diberi tenda yang menutupi hingga tempat duduk.

Selain itu, beberapa meter dari gerobak, ada tempat duduk yang dibuat dengan konsep menarik. Benar-benar menyesuaikan dengan lokasi. Kita tahu, Lawang Sewu adalah salah satu destinasi wisata dan juga ikon yang paling menonjol di Kota Semarang.

Strategi pengelola

Entah bagaimana angkringan bisa masuk. Kami tak bertanya tentang itu terlalu jauh. Kami pikir ini adalah strategi pengelola, apalagi pandemi saat ini yang meruntuhkan banyak tempat wisata dalam hal kunjungan.

Inovasi memang harus dilakukan untuk menjawab tantangan yang ada. Apakah konsep ini adalah jawabannya? 

...

Akhirnya kami pesan kopi klotok setelah puas melihat-lihat tempat yang menarik di bangunan Lawang Sewu. Kedatangan kami ke sini dalam rangka menemani seseorang yang baru pertama kali mengunjungi Kota Semarang. 

Kamu mau kami temani juga?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?