Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Dikenalkan Sejak Tahun 2010 di Semarang, Seperti Apa Catur Gajah ?


Salah satu hal menarik bila kamu berkunjung ke Pasar Imlek Semawis adalah Catur Gajah. Stannya tidak begitu besar atau mewah, namun cukup untuk 4 orang bermain saling hadap-hadapan. Sudah tahu tentang permainan yang berasal dari Tionghoa ini?

Sering hadir di agenda tahunan kawasan Pecinan Semarang, kami baru sadar jika belum pernah membawa catur gajah atau yang disebut Xiang Qi ini di blog dotsemarang. Entah, kemana saja kami pergi saat di acara.

Acara Pasar Imlek Semawis kemarin tentu tak kami sia-siakan untuk melihat dari dekat. Saat ditawarkan untuk bermain, kami langsung gugup dan menolaknya secara halus. Maklum, masih orang awam dan pasti itu sulit.

Namun kami terus diyakinkan oleh salah satu orang (wanita) yang duduk di sana, dengan suasana ramai, beliau berkata "jika mengerti bermain catur yang biasa, hitam putih, pasti bisa bermain catur gajah. Beberapa hari untuk lebih memahami."

Bukan sekedar olahraga

Kami tak begitu lama di sana dan sekedar memperhatikan. Bagi masyarakat Tionghoa, catur gajah bukan sekedar olahraga saja. Melainkan budaya yang sudah turun temurun dan telah berusia lebih dari 3 ribu tahun.

Dan juga memiliki makna cerita antara 2 kerajaan yaitu, Chu dan Han yang berperang. Bila kamu memenangkan permainan tersebut, berarti kamu menjatuhkan raja lawan.

Di Semarang sejak tahun 2010

Selalu hadir di acara Pasar Imlek Semawis, Catur Gajah ternyata sudah dikenalkan di Semarang sejak tahun 2010, mengutip situs Suara Merdeka yang sudah terbit bulan Maret 2019.

Bahkan di Jawa Tengah sendiri, melihat spanduk, permainan yang menjadi olahraga ini memiliki kepengurusan, yakni Persatuan Xiangqi Indonesia (XIQI) Pengprov Jawa Tengah. Pengurus XIQI, sebagian besar berasal dari mantan pengurus Percasi. 

”Bila telah terbiasa bermain catur, belajar Catur Gajah paling hanya butuh dua hari saja untuk bisa memainkannya. XIQI Jateng saat ini punya sepuluh atlet dengan usia bervariatif. Mulai dari usia 10 tahun hingga 80 tahun.” Lina Listiani, salah satu tokoh Catur Gajah Semarang. 

Cara memainkan


Sayangnya kesempatan diajak bermain waktu itu kami tolak, karena gugup, pengalaman menulis cara memainkan catur gajah tidak kami miliki.

Masih mengutip dari situs suaramerdeka.com, bila papan catur biasa yang kami mainkan berbentuk kotak hitam dan putih, catur gajah ini berbeda. Papan hanya tergambar garis-garis sebagai penanda jalur berjalan. Kunci permainan ini terletak pada bidak Pao.

Bidak Pao ini kerap digunakan untuk menyerang lawan-lawannya sekaligus bertahan. Termasuk mematikan bidak raja. Kalau dipermainan catur biasa, bidak Pao ini langkahnya menyerong. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali