Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Dikenalkan Sejak Tahun 2010 di Semarang, Seperti Apa Catur Gajah ?


Salah satu hal menarik bila kamu berkunjung ke Pasar Imlek Semawis adalah Catur Gajah. Stannya tidak begitu besar atau mewah, namun cukup untuk 4 orang bermain saling hadap-hadapan. Sudah tahu tentang permainan yang berasal dari Tionghoa ini?

Sering hadir di agenda tahunan kawasan Pecinan Semarang, kami baru sadar jika belum pernah membawa catur gajah atau yang disebut Xiang Qi ini di blog dotsemarang. Entah, kemana saja kami pergi saat di acara.

Acara Pasar Imlek Semawis kemarin tentu tak kami sia-siakan untuk melihat dari dekat. Saat ditawarkan untuk bermain, kami langsung gugup dan menolaknya secara halus. Maklum, masih orang awam dan pasti itu sulit.

Namun kami terus diyakinkan oleh salah satu orang (wanita) yang duduk di sana, dengan suasana ramai, beliau berkata "jika mengerti bermain catur yang biasa, hitam putih, pasti bisa bermain catur gajah. Beberapa hari untuk lebih memahami."

Bukan sekedar olahraga

Kami tak begitu lama di sana dan sekedar memperhatikan. Bagi masyarakat Tionghoa, catur gajah bukan sekedar olahraga saja. Melainkan budaya yang sudah turun temurun dan telah berusia lebih dari 3 ribu tahun.

Dan juga memiliki makna cerita antara 2 kerajaan yaitu, Chu dan Han yang berperang. Bila kamu memenangkan permainan tersebut, berarti kamu menjatuhkan raja lawan.

Di Semarang sejak tahun 2010

Selalu hadir di acara Pasar Imlek Semawis, Catur Gajah ternyata sudah dikenalkan di Semarang sejak tahun 2010, mengutip situs Suara Merdeka yang sudah terbit bulan Maret 2019.

Bahkan di Jawa Tengah sendiri, melihat spanduk, permainan yang menjadi olahraga ini memiliki kepengurusan, yakni Persatuan Xiangqi Indonesia (XIQI) Pengprov Jawa Tengah. Pengurus XIQI, sebagian besar berasal dari mantan pengurus Percasi. 

”Bila telah terbiasa bermain catur, belajar Catur Gajah paling hanya butuh dua hari saja untuk bisa memainkannya. XIQI Jateng saat ini punya sepuluh atlet dengan usia bervariatif. Mulai dari usia 10 tahun hingga 80 tahun.” Lina Listiani, salah satu tokoh Catur Gajah Semarang. 

Cara memainkan


Sayangnya kesempatan diajak bermain waktu itu kami tolak, karena gugup, pengalaman menulis cara memainkan catur gajah tidak kami miliki.

Masih mengutip dari situs suaramerdeka.com, bila papan catur biasa yang kami mainkan berbentuk kotak hitam dan putih, catur gajah ini berbeda. Papan hanya tergambar garis-garis sebagai penanda jalur berjalan. Kunci permainan ini terletak pada bidak Pao.

Bidak Pao ini kerap digunakan untuk menyerang lawan-lawannya sekaligus bertahan. Termasuk mematikan bidak raja. Kalau dipermainan catur biasa, bidak Pao ini langkahnya menyerong. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

🌙 Mengapa di Chromebook Tidak Ada Tombol 'Sleep'?