Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Menyantap Sate Blengong, Kuliner Khas Brebes


Bukan hanya unik dari namanya, tapi daging yang digunakan dan cara membuatnya yang tidak dibakar seperti pada umumnya. Kalau kamu sedang ke Brebes, cobain deh sate yang dikenal dengan nama sate Blengong ini.

Selain pengalaman menyantap sate khas Blora yang ada kuah opornya tahun 2018, kali ini kami mendapatkan pengalaman baru lagi dari Brebes saat kunjungan program wisata dari Disporapar Jawa Tengah akhir tahun 2019

Tentu ini menyenangkan ketika menjadi bagian dari tujuan kunjungan wisata. Ya, wisata kuliner khas adalah nilai terbaik untuk mempromosikan suatu kota.

Sate Blengong yang unik

Rencana awalnya ada rumah makan yang kami singgahi dan dijadwalkan mampir. Akan tetapi, satenya sudah habis. Sepertinya laris manis makanan ini.

Bareng media dan blogger

Alun-alun Brebes akhirnya menjadi tujuan makan malam kali ini. Banyak tenda-tenda yang berdiri dan menampilkan tulisan kuliner, salah satunya sate blengong.

Sebagai orang awam, yang tak pernah mendengar sate blengong, kami tak memikirkan seperti apa nantinya sate ini saat dihidangkan. Perasaan lapar adalah hal utama pada saat itu.

Suasana malam di alun-alun sangat ramai. Tak salah kami mampir, sekaligus berburu kuliner. Beberapa orang terlihat bersantai di tengah lapangan dengan alas seadanya. Dibagian pinggir, sebagian lagi sedang menikmati makanan yang  berasal dari tenda.

Akhirnya yang dinanti tiba. Kami terkesima dengan tusuk satenya yang super panjang. Lalu, ada kuahnya dan lontong yang menyempurnakan.


Sate blengong tidak menggunakan bahan daging ayam atau kambing atau juga, sapi. Sesuai namanya blengong, yang merupakan hewan hasil perkawinan silang antara bebek (jantan) dan enthog (betina). Bahkan dagingnya ini rendah lemak, empuk dan tidak amis.

Tidak ada asap yang mengganggu mata atau bau yang menusuk hidung. Meski ini jadi kuliner khas Brebes, sebagian dari kami ada yang memesan soto juga. Sayang, kami tidak mencobanya. 


Tusuk satenya panjang banget
..

Disebut Sate Blengong karena dagingnya. Meski tersedia di banyak tempat (Brebes), alun-alun tetap menjadi magnet untuk menyempurnakan tujuan wisata.

Tentu, ada tempat makan yang rekomendasi yang menghidangkan sate blengong. Hanya saja, tujuan wisata kami kali ini tidak mampir ke sana. 

Soal harga, sayangnya kami lupa bertanya saking penasaran dengan satenya. Dan bagaimana rasanya di lidah kami? Sepertinya pengalaman kali ini belum memuaskan. Mungkin karena capek atau butuh pilihan lain di tempat lain.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

🪁 Apa Kabar Festival Layang-Layang Internasional Semarang? Menanti di Awann Costa, Temu Asyiknya di BKT