Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

7 Sifat Utama Generasi Z


Ketika kami memposting tentang laptop baru ASUS yang dikenalkan bulan Mei, kami harus sedikit kerja keras untuk mengulasnya. Yang menyita perhatian adalah kami harus membuka buku yang pernah kami beli tentang generasi Z. Dalam artikel tersebut, kami sudah menyinggung beberapa sifat utama generasi Z.

Kali ini kami ingin bicara (menulis) hanya tentang gen Z dalam satu halaman. Tidak ada produk atau hal lain yang dihubungkan. Kami ingin murni membagikannya.

Dalam buku yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul 'Generasi Z, memahami karakter generasi baru yang akan mengubah dunia kerja', diterbitkan tahun 2018, ada 7 sifat utama yang ditulis di sana.
  1. Figital
  2. Hiper-kustomisasi
  3. Realistis
  4. Fomo
  5. Weconomist
  6. DIY (Do-It-Yourselft)
  7. Terpacu
Figital, lebih merujuk kepada kelahiran mereka yang pertama yang sudah tidak ada batasan dunia virtual dan dunia nyata. Virtual merupakan bagian realistis mereka. Ketika kecanggihan teknologi tidak mendukung tempat mereka bekerja, keputusan yang diambil sangat mempengaruhi mereka.

Hiper-kustomisasi, dari namanya sudah bisa ditebak. Mereka akan memiliki pikirannya sendiri dan berusaha keras dan melakukan kustomisasi atau penyesuaian, baik tentang identitas maupun pekerjaan. Mereka menyukai sesuatu yang berbeda daripada yang sudah umum.

Realistis, bagian ini tentu kami anggap mengerti. Degan sikap ini, buku yang ditulis David Stillman dan Jonah Stillman ini menyebutkan bahwa perguruan tinggi dan universitas akan mengalami kesulitan menghadapi sikap realistis mereka.

FOMO, istilah ini sudah sering kami dengar. Intinya, mereka tidak ingin melewatkan sesuatu. Kabar baiknya, mereka berada di barisan terdepan dalam tren dan kompetisi.

Weconomist, mereka lebih menyukai sesuatu yang dilakukan bersama-sama, seperti pesan transporatasi online semisalnya. Lebih pengen hemat dan praktis yang ingin mereka lakukan.

DIY,  melakukan sendiri. Banyaknya konten yang tersebar di internet, seperti google dan Youtube, generasi ini dapat melakukannya sendiri tanpa menunggu bantuan orang lain. Lebih mandiri.

Terpacu,  generasi ini sangat terpacu dan kompetitif. Saingan bagi mereka, sangatlah berarti ketimbang melakukan hal yang merugikan orang lain dengan cara yang tidak baik.

...

Generasi Z adalah mereka yang lahir dari tahun 1995 sampai 2012. Jumlah generasi ini yang kami lihat dari buku mencapai 72 juta (tahun 2018, saat buku ini terbit yang sudah diterjemahkan).

Generasi Z yang ditulis dalam buku terbitan Gramedia ini memang menyasar pada dunia kerja yang siap dimasuki para generasi Z. Entah, apakah buku ini masih beredar atau tidak. Yang pasti sangat menarik. 

Judul buku : Generasi Z, Memahami karakter generasi baru yang akan mengubah dunia kerja.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?