Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Nasi Ulam Bunga Telang, Keberagaman dalam Satu Sajian


Warna nasinya yang tidak biasa saja, berwarna biru, sudah menarik perhatian. Ditambah menu lauk pauk yang mengitarinya. Belum lagi cara memakannya. Dikemas dalam satu tampah, nasi ulam bunga telang bukan sekedar kuliner siap makan, tapi juga memiliki filosofi tersendiri.

Kami tak menyangka di bulan puasa, kami dapat menikmati hidangan tradisi khas peranakan Malaysia dan Singapura ini. Menu ini masuk dalam paket bukber yang tersedia di Indische cafe dan Orange Brown Cafe, masih satu keluarga

Nasinya imut

Kata kenalan kami, saat kami bagikan menu nasi ulam bunga telang di media sosial, nasinya disebut imut. Ini mengacu pada warnanya yang berwarna biru.


Warna biru ini rupanya berasal dari kelopak bunga telang. Jenis tanaman rambat yang biasa digunakan sebagai pewarna makanan alami. Dan tentu saja, bunga telang memiliki banyak manfaat kesehatan.

Saat kami mencobanya setelah waktu berbuka puasa tiba, nasinya ada rasanya. Kami jadi teringat nasi uduk yang juga memiliki rasa pada nasinya.

Untuk menu yang melengkapi nasi, terdapat sambel goreng ati, telur, gereh, ayam rempah, wortel, sayuran, sambel matah, serundeng, ikan asin, satai lilit 

Cara memakannya, dicampur jadi satu


Nasi ulam bunga telang yang diantar langsung ini dari tempatnya ini diperuntukkan dimakan ramai-ramai. Satu tampah ini dapat dinikmati hingga maksimal 5 orang.

Dibungkus dengan sangat baik, jangan berpikir untuk langsung memakannya. Kita harus mengikuti petunjuk cara memakannya, yaitu mencampur semua menu jadi satu kesatuan. 

Seperti terdengar aneh, tapi sebenarnya ini cara yang unik. Mirip makan nasi bancakan yang dimakan ramai-ramai. Momen seperti puasa sekarang ini, makan nasi ulam terasa sangat menyenangkan.

Filosofi nasi ulam bunga telang

Seperti yang kami bilang di awal bahwa hidangan ini bukan hanya sekedar kuliner, tapi memiliki filosofi tersendiri yang memiliki banyak arti.

Warna biru nasi merupakan simbol dari perdamaian, harmoni, persatuan, kebenaran dan kepercayaan. Sedangkan menu-menu pelengkapnya melambangkan perbedaan dan keberagaman yang saling mendukung dan menguatkan.

Diaduk menjadi satu, rata, menjadi kekuatan baru yang lebih hebat, dashyat dan lebih gurih. Memakan bersama-sama keluarga, sahabat atau kerabat, memberi suasana guyub rukun penuh damai.


...

Saat pertama kalinya mencobanya, hal pertama yang dilakukan adalah mencampurnya. Sungguh, itu butuh sedikit usaha. Ada plastik yang disertakan, plus kerupuk melinjo.

Beragam rasa jadi satu dalam mulut kami, dan membuat nasi ulam rasanya semakin bertambah. Pedas, manis, asin dan entahlah tahu-tahu sudah masuk dalam tenggorokan kami. Ini adalah sensasi yang tak pernah kami rasakan.

Nasi ulam bunga telang sendiri bila kamu tertarik untuk mencobanya, apalagi masa pandemi corona begini, bisa dipesan antar. Buka saja akun Instagramnya @orangebrown.smg atau @indische_cafe.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🎬 Tren Pemasaran Film Indonesia di Threads: Tiket Gratis, Riuhnya Agensi Kilat, Hingga Realita Kreator di Lapangan

📶 Nyoba Wi-Fi Publik Pemkot Semarang di Tri Lomba Juang: Adem Tempatnya, Gimana Kecepatannya?

🔥 Menemukan Petis Kangkung di Jalan Jolotundo: Kuliner Legendaris Semarang yang Bertahan di Tengah Dinamika Kota

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

🏛️ Menelusuri FKL 2026 di Pagi Menjelang Siang: Usia ke-15 yang Senyap di Balik Bayang-Bayang MTQ Nasional