Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Review] Hotel Garuda Kopeng
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Hotel yang berada diantara gunung Telomoyo ini bisa jadi alternatif buat kamu yang ingin menginap. Harga satu malamnya berkisar 190 ribuan hingga 380 ribu rupiah. Berencana menaklukkan puncak gunung Telomoyo yang memiliki ketinggian 1.894 mdpl?
Kamis siang (20/2), kami mendapatkan kesempatan menginap satu hari di hotel Garuda Kopeng. Kedatangan kami dalam rangka kegiatan yang bertajuk 'Live in di Hotel' dari Disporapar Jateng.
Setelah tiba, kami hanya diberi kesempatan untuk menaruh barang-barang dahulu. Jangan membayangkan tempat menginap kami malam ini di sini seperti hotel pada umumnya. Yang ada, malah kebayang hotel Plaza Semarang dengan suasana menginap ala wisma. Maklum tiap peserta berbeda penempatan kamar.
Jumlah kamar
Kami baru bisa beristirahat setelah selesai semua acara yang berlangsung hingga malam. Kebenaran kali ini kami mendapatkan kamar yang berada di bagian tengah. Kalau kamu menggunakan kendaraan ke sini, kamu bisa menaruhnya di depan kamar.
Jumlah kamar hotel Garuda Kopeng sendiri berjumlah 32 kamar yang terdiri dari :
8 kamar VIP twin bed
6 kamar twin bed dengan kapasitas hunian 12 orang
16 kamar single bed
2 kamar triple bed dengan kapasitas hunian 6 orang.
Karena letaknya yang berada disekitar pegunungan, kamar di sini tanpa menggunakan AC. Bagusnya itu menghemat listrik buat pengelola. Tapi buat tamu yang tidak siap (pakaian seperti jaket), bersiap kedinginan.
Selimut yang kami gunakan tidak mampu menahan dingin yang menusuk tubuh. Bahkan menginjakkan lantai benar-benar sangat dingin.
Fasilitas hotel
Untuk kamu ketahui, hotel Garuda Kopeng dikelola langsung oleh Pemprov Jateng. Kami baru tahu ada yang beginian. Maka tidak heran, hotel ini fasilitasnya tidak selengkap hotel yang dikelola manajemen hotel yang profesional.
Sejarahnya sendiri, awalnya hotel Garuda dikelola oleh Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah yang pada saat itu hanya 5 kamar. Kemudian tahun 1996 sampa 2002 dikelola oleh KPBD Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah kamar sebanyak 5 kamar.
Dan tahun 2002 sampai tahun 2016, hotel dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebelum sekarang berganti menjadi Disporapar Jawa Tengah.
Di kamar sendiri, fasilitas kamar yang tersedia sebenarnya lebih dari cukup. Sudah ada televisi, meski kanalnya tidak lengkap. Colokan listrik tersedia, tapi sangat terbatas. Jangan lupa bawa sambungan colokan, biar bisa gunakan banyak.
Kamar mandinya lumayan dan sudah ada air panas. Kami pikir tanpa air panas, kami nggak kebayangkan bagaimana kami mandi di sini. Handuk dan sabun sudah ada. Untuk pasta gigi dan sikat gigi, sebaiknya kamu bawa sendiri dari rumah.
Lemari penyimpanan pakain tersedia, namun jangan berharap mencari sendal hotel. Di sini tidak ada. Untuk akses internet semacam wifi, ini juga terbatas jaraknya. Karena kami sedikit jauh dari kamar yang berada satu gedung dengan lobi, akses internet hanya dapat mengandalkan jaringan seluler.
Beruntung jaringan seluler lancar jaya di sini. Untuk sarapan, kami tidak mengerti apakah ada atau tidak. Ini mengingat karena adanya kegiatan kunjungan, sarapan yang disediakan ini hanya untuk peserta seperti kami atau sebagai tamu.
Bangunan dari jaman kolonial
Kami tak punya banyak waktu untuk menjelajah hotel secara keseluruhan seperti tur hotel pada umumnya yang beberapa kali kami lakukan di Semarang dengan melihat tiap kamar. Apalagi di sini sangat banyak dan beda ruangan.
Gambar yang tanpa watermark adalah milik @nyipenengah
Sebelum kami pergi dari hotel, hari kepulangan, kami menyempatkan diri berbincang dengan Bapak Yosis Ariyanto yang bertanggung jawab sebagai koordinator hotel.
Bangunan ini masih asli, menunjuk bangunan yang digunakan sebagai lobi. Bangunan ini peninggalan Belanda. Beliau tidak mengetahi secara detail tahun berapa.
Hanya menurut cerita, dulunya ini adalah wisma Garuda yang merujuk dari kata Garuda dengan singkatannya 'Gabungan Buruh Dagang' yang pada waktu itu masih ada kolonial di sini.
Dulunya bangunan ini atapnya menggunakan sirap, bukan genteng seperti yang kamu lihat. Di sini banyak transaksi dagang yang dilakukan oleh para pedagang untuk bertukar barang dan menjadi pasar.
Pak Yosis yang masuk tahun 2002 juga menjelaskan bahwa tempat ini dibuka secara umum tahun 1990-an. Sebelumnya, tempat ini hanya dipakai orang-orang dari kantor Gubenuran. Semisalnya ada kegiatan, tempat ini digunakan.
Tarif hotel Garuda Kopeng
Hotel Garuda sudah dilengkapi kamera pengawas atau CCTV. Dan juga, ada bangunan baru (lebih modern) yang dibangun pada tahun 2013 dengan tipe bangunan 2 lantai yang diberi nama Elang.
Tamu yang menginap di sini biasanya dari kalangan mahasiswa dan tamu yang berkeluarga. Bila ingin gunakan ruang meeting, di sini juga tersedia.
Tipe tarif kamar hotel :
Elang 1-2 - Rp 385.000
Elang 3-18 - Rp192.000
Rajawali 1-8 - Rp 220.000
Garuda 1,2,5 - Rp 330.000
Garuda 3,4 - Rp 297.000
Garuda 6 - Rp 220.000
Fasilitas TV, air panas
* Tambah kasur Rp 75.000/malam
* Tambah orang Rp 35.000/malam
*Data harga ini dapat berubah sewaktu-waktu bila pihak hotel mengubahnya.
Gedung Pertemuan (Merbabu)
4 Jam - Rp 350.000
6 Jam - Rp. 400.000
12 jam - Rp. 600.000
Standar meeting
Wisata menarik disekitar Hotel Garuda Kopeng
Kami sudah di bis dan dalam perjalanan menuju lokasi wisata di sekitar hotel. Salah satu wisata yang menarik, awal kedatangan kami, yang dekat hotel adalah Puncak Telomoyo. Menggunakan Jip, kami beserta rombongan dari hotel menuju lokasi. Nanti kami ceritakan keseruannya.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Tempat lainnya adalah yang kami kunjungi pagi hari sebelum sarapan pagi, yaitu Desa Menarik. Desa ini pernah kami kunjungi. Lihat di sini halaman yang sudah dipublish. Ada beberapa info baru dari desa menari, nanti juga kami ceritakan.
Dan terakhir, ada Top Selfie Pinusan Kragilan yang memanfaatkan rindangnya pepohonan Pinus. Oh ya, Ketep Volcano Centre yang kami kunjungi dalam perjalanan kembali pulang ke Semarang juga alternatif lokasi wisata sekitar hotel.
Info hotel
Beralamat di jalan Raya Salatiga - Magelang KM 14 Kopeng, Kabupaten Semarang, hotel berada pada jalur wisata Kopeng - Ketep. Hanya 500 meter dari lokasi. Untuk menghubungi hotel, bisa lewat telepon 0298 318178.
...
Dengan keterbatasan fasilitas, hotel Garuda Kopeng tetaplah salah satu rekomendasi penginapan yang berada di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Pemandangan pagi hari Gunung Merbarbu sangat indah untuk dilewatkan. Tips kami, bawalah jaket yang tebal dan sendal. Takutnya kamu tidak kuat dengan cuaca dingin seperti kami. Jadi ingat tahun 2013 saat menginap di Wonosobo, penginapannya dingin juga.
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Kehadiran Parjo (Pancong & Burjo) yang berkolaborasi dengan Padangju di Jalan Jolotundo sejak akhir Juni kemarin jelas bukan sekadar menambah daftar tempat nongkrong baru. Bagi kami yang gemar mengamati dinamika urban dan bisnis kuliner lokal di Kota Semarang, ekspansi brand besar dari Semarang Atas ini menjadi pemantik peta persaingan baru yang semakin sengit di kawasan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Jolotundo beberapa tahun terakhir memang sedang seksi-seksinya bersolek menjadi hub kuliner baru. Sebelum Parjo datang membawa hiruk-pikuk meja biliar dan operasional 24 jamnya, koridor jalan ini sudah lebih dulu dihidupkan oleh beberapa kedai kopi lokal. Dua di antaranya yang cukup mencolok dan sempat kami ulas adalah Kopi Maju 57 dan Bale Kompi —kedai kopi baru yang baru saja kami tulis pada bulan Mei 2025 lalu. Pertanyaannya, bagaimana kehadiran raksasa baru dari Tembalang ini memengaruhi ekosistem tempat ngopi yang sudah mapan di sekitarnya? Guncangan Efek FOMO Jangk...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Bagi sebagian besar orang, laptop tipis dan ringan sering kali diidentikkan dengan barang ringkih yang harus diperlakukan super hati-hati. Tapi, pemandangan berbeda justru tersaji di acara ASUS Media Gathering Semarang kemarin. Pihak ASUS Indonesia langsung mematahkan stigma tersebut lewat sebuah eksperimen ekstrem yang sukses membuat para blogger dan jurnalis di ruangan menahan napas. Targetnya adalah ASUS ExpertBook Ultra , sebuah laptop bisnis premium yang tebalnya cuma sekitar 1 sentimeter dengan bobot di bawah 1 kilogram. Di atas meja, laptop dalam kondisi tertutup ini mulai ditumpuk lempengan besi barbel. Tidak main-main, angkanya merangkak naik dari 10 kg, 30 kg, 50 kg, hingga menyentuh angka 100 kilogram! Ruangan sempat riuh, bahkan ada celetukan miris karena khawatir bodi laptopnya akan langsung melengkung atau layarnya retak menjadi serpihan. Namun, momen magis terjadi saat barbel diturunkan satu per satu dan laptop perlahan dibuka. Clack! Layar laptop langsung menyala nor...
Comments
Post a Comment