Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Review] Hotel Garuda Kopeng
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Hotel yang berada diantara gunung Telomoyo ini bisa jadi alternatif buat kamu yang ingin menginap. Harga satu malamnya berkisar 190 ribuan hingga 380 ribu rupiah. Berencana menaklukkan puncak gunung Telomoyo yang memiliki ketinggian 1.894 mdpl?
Kamis siang (20/2), kami mendapatkan kesempatan menginap satu hari di hotel Garuda Kopeng. Kedatangan kami dalam rangka kegiatan yang bertajuk 'Live in di Hotel' dari Disporapar Jateng.
Setelah tiba, kami hanya diberi kesempatan untuk menaruh barang-barang dahulu. Jangan membayangkan tempat menginap kami malam ini di sini seperti hotel pada umumnya. Yang ada, malah kebayang hotel Plaza Semarang dengan suasana menginap ala wisma. Maklum tiap peserta berbeda penempatan kamar.
Jumlah kamar
Kami baru bisa beristirahat setelah selesai semua acara yang berlangsung hingga malam. Kebenaran kali ini kami mendapatkan kamar yang berada di bagian tengah. Kalau kamu menggunakan kendaraan ke sini, kamu bisa menaruhnya di depan kamar.
Jumlah kamar hotel Garuda Kopeng sendiri berjumlah 32 kamar yang terdiri dari :
8 kamar VIP twin bed
6 kamar twin bed dengan kapasitas hunian 12 orang
16 kamar single bed
2 kamar triple bed dengan kapasitas hunian 6 orang.
Karena letaknya yang berada disekitar pegunungan, kamar di sini tanpa menggunakan AC. Bagusnya itu menghemat listrik buat pengelola. Tapi buat tamu yang tidak siap (pakaian seperti jaket), bersiap kedinginan.
Selimut yang kami gunakan tidak mampu menahan dingin yang menusuk tubuh. Bahkan menginjakkan lantai benar-benar sangat dingin.
Fasilitas hotel
Untuk kamu ketahui, hotel Garuda Kopeng dikelola langsung oleh Pemprov Jateng. Kami baru tahu ada yang beginian. Maka tidak heran, hotel ini fasilitasnya tidak selengkap hotel yang dikelola manajemen hotel yang profesional.
Sejarahnya sendiri, awalnya hotel Garuda dikelola oleh Biro Umum Setda Provinsi Jawa Tengah yang pada saat itu hanya 5 kamar. Kemudian tahun 1996 sampa 2002 dikelola oleh KPBD Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah kamar sebanyak 5 kamar.
Dan tahun 2002 sampai tahun 2016, hotel dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebelum sekarang berganti menjadi Disporapar Jawa Tengah.
Di kamar sendiri, fasilitas kamar yang tersedia sebenarnya lebih dari cukup. Sudah ada televisi, meski kanalnya tidak lengkap. Colokan listrik tersedia, tapi sangat terbatas. Jangan lupa bawa sambungan colokan, biar bisa gunakan banyak.
Kamar mandinya lumayan dan sudah ada air panas. Kami pikir tanpa air panas, kami nggak kebayangkan bagaimana kami mandi di sini. Handuk dan sabun sudah ada. Untuk pasta gigi dan sikat gigi, sebaiknya kamu bawa sendiri dari rumah.
Lemari penyimpanan pakain tersedia, namun jangan berharap mencari sendal hotel. Di sini tidak ada. Untuk akses internet semacam wifi, ini juga terbatas jaraknya. Karena kami sedikit jauh dari kamar yang berada satu gedung dengan lobi, akses internet hanya dapat mengandalkan jaringan seluler.
Beruntung jaringan seluler lancar jaya di sini. Untuk sarapan, kami tidak mengerti apakah ada atau tidak. Ini mengingat karena adanya kegiatan kunjungan, sarapan yang disediakan ini hanya untuk peserta seperti kami atau sebagai tamu.
Bangunan dari jaman kolonial
Kami tak punya banyak waktu untuk menjelajah hotel secara keseluruhan seperti tur hotel pada umumnya yang beberapa kali kami lakukan di Semarang dengan melihat tiap kamar. Apalagi di sini sangat banyak dan beda ruangan.
Gambar yang tanpa watermark adalah milik @nyipenengah
Sebelum kami pergi dari hotel, hari kepulangan, kami menyempatkan diri berbincang dengan Bapak Yosis Ariyanto yang bertanggung jawab sebagai koordinator hotel.
Bangunan ini masih asli, menunjuk bangunan yang digunakan sebagai lobi. Bangunan ini peninggalan Belanda. Beliau tidak mengetahi secara detail tahun berapa.
Hanya menurut cerita, dulunya ini adalah wisma Garuda yang merujuk dari kata Garuda dengan singkatannya 'Gabungan Buruh Dagang' yang pada waktu itu masih ada kolonial di sini.
Dulunya bangunan ini atapnya menggunakan sirap, bukan genteng seperti yang kamu lihat. Di sini banyak transaksi dagang yang dilakukan oleh para pedagang untuk bertukar barang dan menjadi pasar.
Pak Yosis yang masuk tahun 2002 juga menjelaskan bahwa tempat ini dibuka secara umum tahun 1990-an. Sebelumnya, tempat ini hanya dipakai orang-orang dari kantor Gubenuran. Semisalnya ada kegiatan, tempat ini digunakan.
Tarif hotel Garuda Kopeng
Hotel Garuda sudah dilengkapi kamera pengawas atau CCTV. Dan juga, ada bangunan baru (lebih modern) yang dibangun pada tahun 2013 dengan tipe bangunan 2 lantai yang diberi nama Elang.
Tamu yang menginap di sini biasanya dari kalangan mahasiswa dan tamu yang berkeluarga. Bila ingin gunakan ruang meeting, di sini juga tersedia.
Tipe tarif kamar hotel :
Elang 1-2 - Rp 385.000
Elang 3-18 - Rp192.000
Rajawali 1-8 - Rp 220.000
Garuda 1,2,5 - Rp 330.000
Garuda 3,4 - Rp 297.000
Garuda 6 - Rp 220.000
Fasilitas TV, air panas
* Tambah kasur Rp 75.000/malam
* Tambah orang Rp 35.000/malam
*Data harga ini dapat berubah sewaktu-waktu bila pihak hotel mengubahnya.
Gedung Pertemuan (Merbabu)
4 Jam - Rp 350.000
6 Jam - Rp. 400.000
12 jam - Rp. 600.000
Standar meeting
Wisata menarik disekitar Hotel Garuda Kopeng
Kami sudah di bis dan dalam perjalanan menuju lokasi wisata di sekitar hotel. Salah satu wisata yang menarik, awal kedatangan kami, yang dekat hotel adalah Puncak Telomoyo. Menggunakan Jip, kami beserta rombongan dari hotel menuju lokasi. Nanti kami ceritakan keseruannya.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Tempat lainnya adalah yang kami kunjungi pagi hari sebelum sarapan pagi, yaitu Desa Menarik. Desa ini pernah kami kunjungi. Lihat di sini halaman yang sudah dipublish. Ada beberapa info baru dari desa menari, nanti juga kami ceritakan.
Dan terakhir, ada Top Selfie Pinusan Kragilan yang memanfaatkan rindangnya pepohonan Pinus. Oh ya, Ketep Volcano Centre yang kami kunjungi dalam perjalanan kembali pulang ke Semarang juga alternatif lokasi wisata sekitar hotel.
Info hotel
Beralamat di jalan Raya Salatiga - Magelang KM 14 Kopeng, Kabupaten Semarang, hotel berada pada jalur wisata Kopeng - Ketep. Hanya 500 meter dari lokasi. Untuk menghubungi hotel, bisa lewat telepon 0298 318178.
...
Dengan keterbatasan fasilitas, hotel Garuda Kopeng tetaplah salah satu rekomendasi penginapan yang berada di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.
Pemandangan pagi hari Gunung Merbarbu sangat indah untuk dilewatkan. Tips kami, bawalah jaket yang tebal dan sendal. Takutnya kamu tidak kuat dengan cuaca dingin seperti kami. Jadi ingat tahun 2013 saat menginap di Wonosobo, penginapannya dingin juga.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment