Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Menjajal YouTube Create, Aplikai Editor Video Seluler dari YouTube
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Kamis kemarin (21/9), YouTube mengenalkan aplikasi terbarunya yang diperuntukkan pengguna seluler dengan harapan dapat meningkatkan level editing video mereka. Buat kami ini semacam kejutan karena tidak pernah berpikir ke arah sana. Langkah yang menarik untuk mengikuti jejak kompetitior.
Aplikasi YouTube Create sudah tersedia di Play Store dengan ukuran 50 Mb lebih. Saat ini, aplikasinya masih tahap beta. Itu artinya belum final dan akan terus disempurnakan.
Kesan pertama
Awal mengunduhnya, kami sangat bersemangat. Namun mendadak kehilangan rasa usai melihat sendiri bagaimana alat editornya di sana. Ya, itu terlalu sederhana. Dengan ukuran yang setengah 100 Mb, rasanya terlalu boros.
Bahkan dengan aplikasi editor sederhana semacam inShoot yang kami gunakan, YouTube Create masih kurang memuaskan kami. Namun karena versi beta, kami akan tetap menyimpannya di daftar aplikasi smartphone kami.
Langsung unggah ke YouTube
Salah satu kelebihan yang mungkin bisa dibanggakan saat pertama kami mencobanya adalah aplikasi ini langsung terhubung ke aplikasi utamanya, YouTube. Mirip dengan kompetitor.
Tentu ini memudahkan kami yang tidak perlu repot usai mengedit video dari mentah hingga jadi. Cukup praktis jika hanya membuat video sederhana di Shorts.
Alat editor
Kesan pertama yang sekilas melihat kesederhanaan aplikasinya, membuat kami ingin mencobanya langsung. Yang harus diperhatikan saat pertama kali usai menginstall aplikasi adalah kamu harus login dengan akun yang dipakai ke YouTube.
Kami memulai projek pertama kami dengan video ukuran kurang dari 15 detik. Pertama klik tanda plus, maka galeri perpustakaan file foto dan video kita akan muncul. Setelah memilih video, lalu klik impor.
Ternyata aplikasi membutuhkan waktu untuk menaruhnya di alat editornya dari galeri. Untunglah, itu tidak memerlukan koneksi internet untuk mengambilnya.
Tak banyak hal yang bisa kami beritahukan jika kamu sudah terbiasa dengan editor video semacam ini. Alat-alatnya sederhana dan tidak perlu tutorial untuk mencobanya.
Untuk mengubah ukuran bentuk video atau rasio aspek di YouTube Create, kita pilih 3 titik di kanan atas videonya. Di sana bisa diatur apakah videonya dibuat untuk Short (vertikal) atau biasa (horizontal). Hanya ada 3 ukuran saja di sana. Oh ya, satunya ukuran kotak.
Usai mengedit, bagaimana cara kita menyimpan videonya? Kembali ke titik tiga di kanan pojok atas, pilih ekspor di sana. Sementara ini hanya ada 2 pilihan kualitas ukuran video, yaitu 720 dan 1080. Untuk kami, biasanya memilih 720 karena demi menghemat paket data internet.
Lalu, setelah dipilih 720 akan ada pilihan lagi, apakah ingin langsung di upload ke Youtube atau bagikan (ke aplikasi lain). Bila sementara tidak ingin memilih, tinggal keluar saja dengan mengklik tombol close di sana. Videonya tersimpan?
Tentu saja, silahkan cek galeri dan buka folder download. Selain video tersimpan di sana, ada juga gambar yang ikut tersimpan. Entah kenapa ada gambar yang ikut tersimpan dan ukurannya juga besar (sebuah cover video?).
Fitur menarik dari YouTube Create
Meski alat editornya sederhana, Youtube Create punya beberapa fitur yang sangat menarik atau bahasanya keunggulan dari aplikasi sejenisnya. Informasi ini kami ambil dari halaman resmi YouTube (support.google.com).
Pembersihan audio: Hapus kebisingan latar belakang yang tidak diinginkan dengan mengetuk tombol sehingga suara Anda bersinar.
Teks otomatis: Secara otomatis menambahkan teks ke video Anda dalam bahasa Inggris, Hindi, dan Spanyol. Lebih banyak bahasa lagi yang akan datang!
Filter/efek/transisi: Tambahkan filter, efek, dan transisi dengan mudah untuk membuat video Anda menonjol.
Musik bebas royalti : Dapatkan akses ke ribuan lagu dan efek suara bebas royalti—semuanya dalam YouTube Create. Trek musik dan efek suara ini dilindungi hak cipta dan dapat digunakan secara bebas dalam video yang Anda monetisasi.
Publikasikan langsung ke YouTube: Buat dan publikasikan video Shorts dan video berdurasi panjang dengan lancar langsung ke saluran YouTube Anda hanya dengan mengetuk satu tombol.
...
Ini masih permulaan ditulis di sana. Tentu, bakal ada banyak fitur tambahan lagi seiring waktu berjalan. Kami tidak sabar menanti aplikasi YouTube Create ini dilepas tanpa embel-embel versi beta. Bagaimana denganmu? Sudah mencobanya?
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Comments
Post a Comment