Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Melihat Lebih Dekat Pameran KAWS: Holiday Indonesia

Candi Prambanan menjadi perhatian selama bulan Agustus karena kehadiran boneka raksasa berwarna pink yang disebut KAWS. Selain bentuk dan gayanya yang unik (rebahan sambil menutup wajah), adalah lokasinya yang didunakan. Wow, Prambanan!?

Tidak ada rencana sama sekali untuk kami bisa mengunjungi karya seni instalasi seniman kontemporer Amerika Serikat, Brian Donnelly ini. Apalagi harus keluar kota dan tidak ada yang kasih apa-apa (transportasi).

Namun seketika saja kesempatan itu tiba. Hari Selasa sore, tanggal 29 Agustus 2023, akhirnya kami bisa melihat secara langsung dan sangat dekat seperti apa KAWS itu. Apalagi saat di sana, pengunjungnya cukup banyak meski bukan akhir pekan.

Menarik perhatian kaum muda 

Alasan kami bisa ada di sini karena dalam rangka menjemput kerabat yang datang ke Jogja lewat bandara. Mumpung perjalanan pulang kembali ke Kota Semarang, kami akhirnya memutuskan mampir. Kami beruntung saat itu, mengingat waktu masuk Candi Prambanan akan tutup pukul 5 sore.

Tiket yang sudah di tangan setelah pesan via aplikasi online memudahkan waktu kami tidak sia-sia saat menuju ke dalam. Ya, sudah lama sekali kami tidak ke kawasan Candi Prambanan. Bahkan kami lupa bahwa postingan di blog dotsemarang juga belum ada.

Matahari akan terbenam menjadi pemanis kala langkah kami menuju lokasi. Dari kejauhan sudah nampak bentuk raksasan berwarna pink tersebut. 

Yang tidak menyangka, hilir mudik pengunjung yang rasanya sangat banyak terlihat di sana. Bahkan, sesampai di depan KAWS itu sendiri malah lebih banyak orang-orangnya yang melihat seperti kami.

Kaum muda yang kami lihat didominasi generasi Z saat kami perhatikan. Sekitar 10 orang bahkan masih memakai seragam Sekolah Menengah Atas di sekitar area. Ya, itu luar biasa antusiasnya meski masih hari Selasa.

KAWS yang tur ke Indonesia merupakan lokasi ke-10 dari 10 negara yang disambangi dan pertama kali dipamerkan di lokasi situs warisan dunia UNESCO. Sedangkan keberadaannya sendiri di Prambanan sudah sejak tanggal 19 Agustus dan berakhir akhir bulan tanggal 31 Agustus. Beruntung kami masih sempat melihatnya.

...

Dilihat dari dekat, KAWS yang diberi pagar pembatas berupa tali yang diikatkan di kayu seperti balon raksasa yang berisi udara. Bila jeli mengambil gambar, KAWS akan tampak sangat lebih menarik saat belakangnya berlatar Candi Prambanan.

Sisi lainnya, ada tempat berbentuk rumah dengan beberapa tenda ala kafe yang tersedia banyak tempat duduk. Sepertinya di sana  tempat merchandise yang bisa dibeli. Sayang saat kami di sana, tempatnya sudah tutup.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

📌 Pembaruan Kebijakan & Privasi X Terbaru (September 2026): Apa Artinya Buat Kita dan Akun Komunitas Lokal?

💻 Menilik ASUS ExpertBook B9450: Laptop Eks Kantor Jepang 7 Jutaan

💻 Pengalaman Unik Mampir ke Orbit Computer Semarang yang Ternyata Satu Bangunan dengan Hotel dan Disambut AI Chatbot

🎪 Arak-arakan Tak Pernah Gagal: Mengamati Pawai Ta’aruf MTQ dari JPO Pandanaran Semarang