Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Melihat Lebih Dekat Pameran KAWS: Holiday Indonesia

Candi Prambanan menjadi perhatian selama bulan Agustus karena kehadiran boneka raksasa berwarna pink yang disebut KAWS. Selain bentuk dan gayanya yang unik (rebahan sambil menutup wajah), adalah lokasinya yang didunakan. Wow, Prambanan!?

Tidak ada rencana sama sekali untuk kami bisa mengunjungi karya seni instalasi seniman kontemporer Amerika Serikat, Brian Donnelly ini. Apalagi harus keluar kota dan tidak ada yang kasih apa-apa (transportasi).

Namun seketika saja kesempatan itu tiba. Hari Selasa sore, tanggal 29 Agustus 2023, akhirnya kami bisa melihat secara langsung dan sangat dekat seperti apa KAWS itu. Apalagi saat di sana, pengunjungnya cukup banyak meski bukan akhir pekan.

Menarik perhatian kaum muda 

Alasan kami bisa ada di sini karena dalam rangka menjemput kerabat yang datang ke Jogja lewat bandara. Mumpung perjalanan pulang kembali ke Kota Semarang, kami akhirnya memutuskan mampir. Kami beruntung saat itu, mengingat waktu masuk Candi Prambanan akan tutup pukul 5 sore.

Tiket yang sudah di tangan setelah pesan via aplikasi online memudahkan waktu kami tidak sia-sia saat menuju ke dalam. Ya, sudah lama sekali kami tidak ke kawasan Candi Prambanan. Bahkan kami lupa bahwa postingan di blog dotsemarang juga belum ada.

Matahari akan terbenam menjadi pemanis kala langkah kami menuju lokasi. Dari kejauhan sudah nampak bentuk raksasan berwarna pink tersebut. 

Yang tidak menyangka, hilir mudik pengunjung yang rasanya sangat banyak terlihat di sana. Bahkan, sesampai di depan KAWS itu sendiri malah lebih banyak orang-orangnya yang melihat seperti kami.

Kaum muda yang kami lihat didominasi generasi Z saat kami perhatikan. Sekitar 10 orang bahkan masih memakai seragam Sekolah Menengah Atas di sekitar area. Ya, itu luar biasa antusiasnya meski masih hari Selasa.

KAWS yang tur ke Indonesia merupakan lokasi ke-10 dari 10 negara yang disambangi dan pertama kali dipamerkan di lokasi situs warisan dunia UNESCO. Sedangkan keberadaannya sendiri di Prambanan sudah sejak tanggal 19 Agustus dan berakhir akhir bulan tanggal 31 Agustus. Beruntung kami masih sempat melihatnya.

...

Dilihat dari dekat, KAWS yang diberi pagar pembatas berupa tali yang diikatkan di kayu seperti balon raksasa yang berisi udara. Bila jeli mengambil gambar, KAWS akan tampak sangat lebih menarik saat belakangnya berlatar Candi Prambanan.

Sisi lainnya, ada tempat berbentuk rumah dengan beberapa tenda ala kafe yang tersedia banyak tempat duduk. Sepertinya di sana  tempat merchandise yang bisa dibeli. Sayang saat kami di sana, tempatnya sudah tutup.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Sisi Lain Grand Opening Cardea Semarang: Menikmati Menu Hotel di Kawasan Jangli