Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Musim Penghujan, Waspada Penyakit DBD dan Diare

Akhir bulan Oktober hingga awal bulan November, hujan semakin rajin turun di Kota Semarang. BMKG sendiri memprediksi beberapa daerah akan mengalami puncak musim hujan terjadi bulan November. Waspada penyakit yang datang ini.

Dalam kegiatan bertajuk gathering selama 2 hari kemarin dari tanggal 16-17 Oktober, Dinas Kesehatan Kota Semarang mengingatkan tentang penyakit yang turun saat musim penghujan, yakni DBD dan Diare

Untuk DBD atau demam berdarah dengue, penyakit yang disebabkan nyamuk aedes aegypti ini biasanya meningkat saat musim peralihan atau pancaroba. Masyarakat diminta untuk memberantas sarang nyamuk dengan 3 M, yakni menguras, menutup dan mengubur wadah yang bisa menjadi genangan air.

Nyamuk ini, mengutip suara.com, biasanya menyerang siang dan sore hari, baik di dalam maupun luar rumah. Nyamuk Aedes berkembang biak di air yang tergenang dan jarang terbang menjauh dari 200 meter dari tempat berkembang biak.

Sedangkan penyakit Diare erat kaitannya dengan kebersihan individu. Lingkungan yang kotor menjadi salah satu penyebab penyakit ini, seperti tumpukan sampah yang mengundang banyak lalat.

Mencuci tangan yang sekarang jadi kebiasaan semenjak pandemi, merupakan salah satu cara pencegahannnya. 

Statistik 

Sesi kedua yang dibawakan oleh Kepala Bidang P2P (Pencegahan & Pengendalian Penyakit) dr. Mada Gautama, M.Kes, membawa persentasi sejumlah statistik tentang penyakit DBD.

Data yang tercatat hingga 30 September 2020 dalam slide memperlihatkan persentasi perbandingan jumlah kasus baru dari tahun 2019 dan 2020.

Bila tahun lalu, Kecamatan Tembalang rasionya paling tinggi. Maka tahun 2020, Mijen jadi yang paling tinggi.

Saat pandemi sekarang, ini jadi tantangan tersendiri. Terutama untuk pencegahannya yang juga harus memperhatikan protokol kesehatan. Masyarakat harus waspada tentang penyakit yang hadir saat musim penghujan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?