Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Seperti Apa Penerapan Protokol Kesehatan di Candi Gedong Songo?

Candi Gedong Songo adalah salah satu tempat wisata yang boleh dibuka saat pandemi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini telah mengantongi izin dari satgas covid dan dinas terkait. Lalu, seperti apa penerapan protokol kesehatan yang dilaksanakan?

Tujuan kedua setelah mengunjungi Susan Spa & Resort adalah Candi Gedong Songo. Entah sudah berapa kali kami ke sini. Yang pasti, tempat ini selalu menarik untuk dikunjungi. Terutama suasana alamnya yang ngangenin.

Masih dalam rangka kegiatan 'Jateng On The Spot 2020' oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, kami berkesempatan melihat lebih dekat bagaimana pengelola memanfaatkan momentum pandemi.

Protokol kesehatan

Kegiatan kali ini lebih menarik karena dalam rombongan membawa sejumlah peserta dari kalangan influencer. Tentu, pengalaman foto yang dibagikan di media sosial sepertinya menjadi menarik karna mereka.

Sebelum melangkah masuk, himbauan wajib menggunakan masker telah dicantumkan lewat spanduk yang dibentangkan dekat dengan papan tulisan Candi Gedong Songo. Ini sangat penting menurut kami.

Bila biasanya kami menemukan wastafel protable, maka kali ini wastafelnya lebih didesain lebih memanjang, mirip tempat wudhu. Orang-orang banyak yang cukup patuh untuk lekas cuci tangan dengan menggunakan sabun.

Coba tebak, siapa yang mengecek suhu tubuh dengan thermogun di sana? Ternyata selain petugas dari pengelola, ada aparat yang menggunakan corak loreng-loreng mirip TNI. Pengelola benar-benar sangat serius sebelum pintu masuk area.

Setelah rombongan dirasa lengkap, kami melanjutkan menuju pintu loket. Himbauan kembali kami lihat di gerbang masuk dengan tulisan 'jaga jarak di titik kuning'.

Lihat gambar, seperti apa maksud titik kuning yang dibuat dengan desain bulat berwarna kuning yang berada di bawah kaki rekan-rekan kami. Beberapa orang memang tidak menyadari simbol gambar tersebut. Wajar karena adaptasi kebiasaan baru masih tidak mudah diterapkan.

Tidak mudah menjaga kesadaran tiap orang

Karena tiketing sudah diurus panitia, kami hanya perlu masuk saja dengan mengikuti prosedur dari petugas tiket. Untuk diketahui, harga tiket di Candi Gedong Songo harganya adalah 10 ribu rupiah.

Menyenangkan bisa kembali merasakan udara di sini. Meski tidak begitu ramai sebelum pandemi saat kami tanya ke beberapa ibu-ibu penyewa tikar, buat mereka tempat ini adalah penghasilan tetap yang patut disyukuri.

Yang jadi perhatian kami adalah pengunjung yang setelah masuk ke dalam. Mereka memang menggunakan masker, namun karena yang datang kebanyakan keluarga, terkadang kami melihat mereka terlalu dekat.

Ini memang jadi tantangan tersendiri bagi pihak pengelola maupun pengunjung yang lain. Karena bila dipikir setelah melewati protokol kesehatan seperti mencuci tangan, cek suhu tubuh, mereka merasa aman. Padahal jaga jarak selama di dalam juga sangat perlu perhatian.

...

Setelah buka selama pandemi, salah satu dampak yang dialami dari Candi Gedong Songo adalah ditutupnya akses ke semua candi. Pengunjung tetap bisa menikmati kawasan, tapi untuk bisa foto ke area candi, masih belum diperbolehkan.

Kamu yang ke sini, tentu dipersilahkan. Tapi harus ingat, jaga jarak setelah berada di dalam, ya. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?