Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Semarang dan Kanker
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Awal bulan Februari, Semarang kembali menjadi tuan rumah Run Against Cancer 2020. Ini menarik, meski kami tidak hadir pada waktu itu. Kota tempat kami tumbuh ini terus berusaha memfasilitasi berbagai kegiatan, termasuk bagaimana arah Semarang menjadi Kota Sehat.
Hari ini, 14 Februari, sebagian orang merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine. Kami jadi ingat saat mengikuti kegiatan tur Pasar Gang Baru kemarin. Kasih sayang tidak terbatas pada pasangan, tapi pertemanan.
Semarang adalah salah satu Kota yang memiliki destinasi Kuliner yang menarik. Maka tidak salah, kegiatan tur kemarin kami sangat bersemangat untuk menjelajah kekayaan kuliner daerah Pecinan.
Hari Kanker
Salah satu keuntungan mengikuti tur adalah membuat tubuh kita bergerak. Bersenang-senang tapi juga sehat. Bayangkan, jalan kaki hampir 1 km tidak terbayangkan bila tidak memiliki motivasi dan kebersamaan.
Bagian akhir dari perjalanan ini adalah kami menikmati susu di STMJ Karang Doro. Lagi-lagi sehat itu murah dan menyenangkan.
Berkumpul bersama teman-teman dalam satu kegiatan memang memberi sensasi berbeda ketimbang jalan sendiri. Mungkin bila kegiatannya dilakukan pas hari Valentine, kami akan bagi-bagi (susu) cokelat. Tapi bayar sendiri-sendiri.
Akan tetapi, dibalik kesenangan ada penyakit yang mengintai. Edukasi kesehatan memang mudah didapatkan, tapi dalam obrolan bersama, kadang kita lupa sudah memakan apa saja yang seharusnya bisa dihindari.
Gaya hidup seolah menutup informasi yang bersemayang dalam pikiran. Seperti mendengar Hari Kanker yang jatuh pada tanggal 4 Februari. Itu hanya informasi yang ada ditelinga, pikiran? Cuma sedikit, coba aja lagi (sambil menikmati cemilan).
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Bulan Maret, Kota Semarang akan sangat sibuk. Ibu Kota rencananya akan kedatangan perwakilan dari Kabupaten dan Kota sebanyak 500 lebih.
Semarang kembali jadi tuan rumah yang lagi-lagi berhubungan dengan kesehatan. Padahal, awal Februari sudah menjadi tuan rumah acara lari bareng kanker. Ini akan sangat sibuk.
Kami berharap dapat terlibat dan melihat lebih dekat, apa saja misi yang dibawa acara ini. Kesehatan sangat - sangat penting bagi perkembangan Kota.
Sambil menunggu acara itu akan diselenggarakan, tahukah kamu bahwa di Kota Semarang ada tempat yang memberikan fasilitas pada pasien yang terdiagnosa kanker? CanHope office, salah satu unit dari Parkway Cancer Center (PCC) yang berada di jalan Erlangga.
Semarang tidak sendiri sebagai salah satu kota yang terdapat CanHope office, ada Jakarta, Bandung, Medan, Solo, Surabaya, dan Yogyakarta. Tentu kamu juga sangat bangga kan, Kota kita tidak terlewatkan.
...
Menjadi lebih sehat banyak cara dapat dilakukan. Semarang tidak sekedar surga bagi pecinta makanan tapi juga sebagai fasilitasitator berbagai kegiatan yang berhubungan dengan tema-tema kesehatan, salah satunya.
Semua dukungan besar ini kembali lagi ke individunya masing-masing. Apakah kita peduli dengan diri sendiri atau sekedar berbicara lewat caption di media sosial?
Mari mulai hari ini peduli dengan diri sendiri. Bergerak minimal 30 menit setiap hari, konsumsi buah, dan menjaga pola istirahat. Kalau bukan diri kita sendiri yang mengingatkan, lalu siapa?
Penasaran ada acara apa bulan Maret nanti di kota Semarang. Aku pernah juga ikut acara jalan-jalan di kota lama, bahkan muter nya sampe Klenteng Gang Lombok, Johar, Petolongan, 3 km aja ada
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Cerita kali ini sedikit menggelitik sekaligus menjadi tamparan renyah bagi kami. Bagaimana tidak? Selama bertahun-tahun, setiap kali pulang dari Uptown Mall BSB City menuju pusat Kota Semarang, kami selalu melakukan kesalahan konyol dalam memilih tempat menunggu bus. Kemana saja kami selama ini? Momen "Aha!" yang Mengubah Sudut Pandang Bagi pengelola blog yang sudah belasan tahun mengulas dinamika dan transportasi di Kota Semarang, menemukan hal baru di sudut kota yang sering dikunjungi itu rasanya magis. Namun, bagaimana jika momen penemuan itu sebenarnya adalah sebuah pengakuan dosa karena baru menyadari rute yang benar setelah bertahun-tahun keliru? Jujur, kami baru saja mengalaminya. Semua ini terungkap pada kunjungan kami ke Uptown Mall di kawasan BSB City pada tanggal 23 Mei kemarin. Kunjungan tersebut sebenarnya membawa misi lain, yaitu menonton film Keluarga Suami Adalah Hama di bioskop—sebuah ulasan film yang juga sudah kami bagikan di postingan sebelumnya. Namun, ...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Penasaran ada acara apa bulan Maret nanti di kota Semarang. Aku pernah juga ikut acara jalan-jalan di kota lama, bahkan muter nya sampe Klenteng Gang Lombok, Johar, Petolongan, 3 km aja ada
ReplyDeleteHahaha... wuih mantabsss
Delete