Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Menginap di Aloft Hotel Jakarta Wahid Hasyim

Perjalanan jauh kami akhirnya tiba juga di salah satu hotel Jakarta. Perasaan ini rasanya sudah lama tidak kami rasakan. Hotel Aloft, begitu nyebutnya. Ini pengalaman pertama kalinya kami menginap di hotel berbintang 4 ini. Seperti apa suasana kamarnya?

Bulan September, cuaca begitu bersahabat menyertai perjalanan kami kali ini. ASUS Indonesia kembali mengundang para member blogger-nya yang sudah 2 tahun tidak bertemu karena pandemi Covid-19.

Gerbang metal detector

Seperti biasa tiap menginap di hotel Jakarta, tamu harus melewati gerbang metal detector. Sesuatu yang jarang kami temui di Kota Semarang. Ada sih, tapi bisa dihitung dengan jari.

Sebenarnya tidak masalah, tapi bawaan kami yang terlalu berat yang kemudian membuat ribet. Belum lagi jika keluar masuk hotel dan di sana dijaga security. Ya, harus masuk lagi ke pemeriksaan metal detector.

Konsep milenial banget

Masuk ke lobi, pandangan mata tidak langsung menuju ke meja resepsionis seperti biasanya. Arah depan, ada sofa empuk yang didesain menarik. Arah kiri, baru deh terlihat meja resepsionis. Tapi ada yang aneh. Mejanya berada di tengah seperti bola-bola.

Belum lagi sebelah resepsionisnya, ada tempat nongkrong yang asyik dengan berbagai macam jajanan. Kalau mau, jangan lupa dibayar ya. Karna itu tidak gratis.

Kamar dengan meja yang mengarah ke luar

Karena menginap di sini bukan dalam rangka liburan atau staycation, kamar yang diberikan bukanlah dengan kasur satu orang. Melainkan dua kasur. Sangat luas untuk kamar tipe ini menurut kami.

Saat membuka pintu, jendela yang luas di sana sudah dikonsep dengan meja dan kursi. Itu artinya tempat kerja kami kali ini punya gairah agar lebih semangat nanti untuk membuat konten.

Dua tempat tidur yang bersebelahan juga sangat besar. Ini kalau digabung bakalan cukup buat 4 orang. 

Kami menginap di sini selama 2 malam. Bakal berantakan pastinya. Untung teman kamar kami adalah orang yang sudah sangat kenal. Bakal banyak belajar kepada beliau tentunya.

Oh ya, mereka juga punya setrika pakaian. Sesuatu yang sangat dibutuhkan apabila ingin menghadiri acara. Sayangnya kami tidak menggunakannya selama di sana.

Tempat makan

Datang hari pertama, kami semua (semua blogger) makan malam di sekitar lobi. Ada ruangan tersendiri di sana yang tengahnya ada meja bilyarnya. Wah, mancing untuk main nih meski pada akhirnya hingga pulang belum bisa main juga di sana.

Apakah ini tempat makannya? Nanti sarapan di sini esoknya? Ternyata hanya untuk makan malam kami saja. Di sini ada bar juga dan selama makan malam kami dihibur dengan musik tunggal.

Sedangkan sarapan, ruangannya hanya terlihat memanjang. Bila tempat duduk kurang, ada banyak spot yang bisa digunakan. Bisa di luar ruangan, hingga dekat dengan pintu lift. Lebih dari cukup sebenarnya untuk kami semua yang sarapan pagi di sini.

Kami menyukai es krim yang jadi menu terakhir diantara menu-menu yang dihidangkan. Harapannya ingin seperti di Hotel Pullman sih, tapi harus melihat kondisi juga. Cukup bervariasi dan banyak juga menu yang dihidangkan.

...

Lokasinya yang strategis, bahkan dekat dengan gedung Sarinah, membuat ASUS memilih Aloft Hotel Jakarta Wahid Hasyim untuk tempat menginap kami kali ini.

Pemandangan Jakarta, terutama ikonnya di sana bisa terlihat. Ya, itu Monas. Sudah lama sekali kami tidak ke sana. Dulu, awal-awal dotsemarang lahir, Monas jadi saksi kami berdiri dan menapakkan kaki di jagad dunia perbloggeran. Kalau tidak salah tahun 2010 😅lamaaa.

Terima kasih, ASUS Indonesia.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali