Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Semarang Kota Kelima, Sosialisasi Buku Proyek Desain : Dasar Pengadaan & Pengelolaan Jasa Desain di Indonesia
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Buku ini saat diperkenalkan seperti sebuah buku sakti bagi pelaku desain karena jadi pedoman untuk lebih mendorong dan juga mengapresiasi, apalagi desain merupakan bidang utama ekonomi kreatif yang mencatat pertumbuhan tinggi setiap tahunnya.
Bertempat di Tekodeko, Jumat sore (4/12), Kota Lama Semarang, kami turut menghadiri sosialisasi buku yang telah dibuat sejak tahun 2017 dan selesai dicetak tahun 2019.
Tahun ini sendiri, buku yang memiliki sampul berwarna orange sudah masuk cetakan kedua. Kita dapat mendownload versi PDF-nya bila tertarik. Namun saat kami cari di situs Kemenparekraf, sangat sulit menemukannya. Tapi baca sampai bawah, kami memiliki PDF-nya.
Buku Pedoman
Ada 3 pembicara acara yang bertajuk 'Bincang Ragam Desain' yang dihadiri para awak media. Ya, acaranya seperti konferensi pers, tidak heran banyak media yang turut diundang. Dari sisi kiri, ada Adi Nugroho (Dewan Pengawas AIDIA), Damang Sarumpaet (Mewakilik Kemenparekraf) dan Noel Febry Ardian (Sekjen HDMI).
Peluncuran buku yang difasilitasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini berkolaborasi dengan enam asosiasi yakni
ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia)
AIDIA (Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia)
ADPII (Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia)
HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia)
HDMI (Himpunan Desainer Mebel Indonesia)
IFC (Indonesia Fashion Chamber)
Buku yang lahir awalnya dari keresahan karena kurangnya apresiasi terhadap proses desain ini, dapat dijadikan sebagai pedoman bagi pelaku desain di tanah air.
Karena dunia profesi desain tidak punya acuan standar, maka dengan buku ini dapat menjembatani hal tersebut. Seperti penetapan harga desain. Dulu hanya harga perkiraan sendiri, sekarang ada ketentuan yang dapat menjadi referensi.
Pengaruhnya tentu bukan hanya kepada para pelaku desain, tapi klien seperti pemerintah, perusahaan dan sebagainya. Dan bagi yang membacanya, dapat lebih tertarik tentang profesi desain.
Terutama anak muda yang ingin menjadikan desain sebagai pekerjaan. Di Semarang, ada beberapa perguruan tinggi yang terdapat jurusan desain. Ini tentu kabar baik buat mereka di masa depannya.
"Dengan buku ini, profesi desain jadi lebih baik". Damang Sarumpaet .
Peran asosiasi
Buku ini menurut Damang Sarumpaet yang juga sebagai Anggota Dewan ADPII, sangat diapresiasi di perguruan tinggi. Kebanyakan referensi buku tentang desain berasal dari luar negeri. Dengan buku ini, jadi acuan bagi perguruan tinggi untuk program jurusan desain mereka.
Keterlibatan asosiasi desain dalam buku ini, bahkan profil asosiasi terdapat di dalam buku itu sendiri, dapat menjadi dorongan agar lebih segera membuat standar kompetisi. Peran asosiasi desain sangat penting.
Bagaimana mengapresiasi profesi desain. Seperti etika profesi yang juga tertuang di dalam buku, semisal berbicara kekayaan intelektual.
Perkembangan desain
Menurut Noel Febry, ini adalah momentum untuk membangun profesi desain di Indonesia. Apalagi melihat perkembangan desain di tanah air yang sampai mengundang desain ahli dalam sebuah proyek.
Dengan buku ini, peran seorang desain bisa diperhitungkan atau bisa diukur. Sektor ekonomi kreatif, profesi desain adalah salah satu penyokongnya.
"Seseorang akan mendapatkan haknya dari buah pikirnya". Noel Febry Ardian.
Buku ini juga dapat digunakan sebagai pengembangan strategi untuk menghire seorang desainer.
Semarang Kota terakhir
Penerbitan buku ini menjadi titik tolak dari Gerakan Sadar Desain yang digaungkan dalam membangun ekosistem desain yang bermartabat.
Kegiatan Gerakan Sadar desain ini sendiri dilangsungkan di 5 Kota, yaitu Yogyakarta, Denpasar, Bandung, Tangerang Selatan dan Semarang sebagai kota terakhir.
Bila kegiatan Bincang Ragam Desain hanya dihadiri awak media, maka untuk talkshow dengan judul Sosialisasi dasar Pengadaan dan Pengelolaan Jasa Desain digelar dengan online atau daring.
Siaran langsung yang dilakukan dari Bank Mandiri tersebut bisa ditonton lewat Youtube sekarang ini.
Saat ini program dilanjutkan dengan mempersiapkan riset dan penerbitan buku Standar Harga Jasa Desain dan Standar Remunerasi Profesi Desain di Indonesia.
Download buku PDF
Saat acara berlangsung, kami mencarinya ke situs Kemenparekraf dan berhasil menemukan link download-nya. Namun saat menuliskan ini, beberapa hari kemudian, kami kehilangan alamatnya.
Beruntung kami yang sudah mendownload buku versi PDF-nya ini. Kamu yang tertarik, bisa download di sini. Gratis dan tinggal buka saja.
...
Buku proyek desain sendiri merupakan buku pertama dari tiga seri buku yang tengah disusun dan diterbitkan oleh Kemenparekraf/Baparekraf yang secara keseluruhan akan berisi sembilan bab pembahasan.
Tiga diantaranya merupakan bahasan utama yakni, tentang pemahaman desain, proyek desain, dan asosiasi desain di Indonesia.
Ada juga pembahasan tambahan seperti jenis pengadaan proyek desain, mengenal pekerjaan, membuat pembiayaan, hingga memilih desainer yang tepat dan yang terakhir ada pembahasan tentang aspek hukum & etika profesi desain di Indonesia. (Referensi penutup haloindonesi.co.id)
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Ada kalanya semesta punya cara sendiri untuk merencanakan sesuatu. Awalnya, kami sama sekali tidak punya rencana untuk meremajakan smartphone tahun ini. Ponsel andalan yang lama terpaksa harus "pensiun" karena menemui ajalnya, sementara biaya perbaikannya terasa tidak masuk akal jika harus dikeluarkan. Sempat dipinjami ponsel cadangan oleh teman, tapi rasanya kurang leluasa karena perangkatnya sudah terlalu uzur. Singkat cerita, keputusan berat diambil untuk meminang perangkat baru. Pilihannya jatuh pada sebuah smartphone 5G terjangkau yang kebetulan mendarat di tangan: Motorola Moto G45 5G . Tentu saja ada alasan tersembunyi di balik pembelian yang agak dipaksakan ini. Apalagi kalau bukan rasa penasaran tingkat tinggi untuk menjajal langsung seberapa ngebut jaringan 5G di Kota Semarang, setelah operator seluler seperti XL Axiata resmi memperluas jaringannya. Maka, agenda uji coba pun dirancang. Lokasinya dipilih yang paling ikonik sekaligus paling padat di jantung Kota Se...
Awal bulan November, kami membuka tulisan tentang Chromebook yang sudah dirilis ASUS secara global tahun 2023. Memang sih perangkatnya sudah lawas, apalagi ketersediaannya bakal sulit dicari. Meski begitu, alasan kami membawanya ke blog karena salah satu fiturnya mirip dengan ExpertBook Ultra . Membayangkan laptop ini dari sisi harga tentu bak langit dan bumi. Pagi ini (3/11), sebelum menulis blog, kami membuka kotak masuk email seperti biasanya. Terakhir kali kami mengulas perangkat Chromebook adalah pada awal Februari lalu, dan setelah itu tidak banyak perangkat sejenis yang kami bawa ke blog. Kebetulan semangat kami lagi bagus pagi ini, hasilnya kami memutuskan untuk berkenalan dengan ASUS Chromebook CR11 Flip (CR1104F). Ini adalah perangkat konvertibel 2-in-1 yang dirancang khusus oleh ASUS untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi sekolah. Setelah kami telusuri lebih dalam lewat penelusuran di internet, kami baru menyadari bahwa Chromebook tangguh ini ternyata memiliki nasib yang sam...
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment