Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Perbedaan Sate Ayam Blora dengan Sate Lainnya, Ada Kuah Opornya!


Ciri khas Sate Blora ini tentu menjadi kekayaan kuliner tersendiri bagi bangsa Indonesia. Apakah kami saja yang baru pertama kali mengetahui bahwa Sate ayam di Blora disajikan dengan kuah opor?

Ini adalah pengalaman berharga kami di luar Semarang saat berkunjung ke Kabupaten Blora dalam lanjutan perjalanan kami mengikuti rombongan peserta International Gamelan Festival 2018 (IGF).

Sebuah acara penyambutan dengan sajian ala pesta rakyat dipersembahkan pemerintah setempat. Salah satu kuliner yang disajikan adalah Sate Ayam Blora.

Pake kuah

Jika selama ini kamu menikmati sate ayam dengan bumbu biasanya seperti kami, maka selamat, kamu termasuk orang yang baru tahu seperti kami.


Sate ayam Blora disajikan dengan cara yang berbeda dari sate kebanyakan. Daging ayam pada sate sebelum dibakar rupanya sudah dibumbui dengan bawang putih, gula merah dan ketumbar.

Bumbu kacangnya mirip bumbu gado-gado yang biasa kami lihat. Cara menikmatinya bisa bersama nasi atau lontong yang kemudian ditaburin bawang goreng.

Yang spesial sebelum disajikan kepada kami sebelum disantap adalah siraman kuah opor pada hidangan. Wah, kami benar-benar terkesima karena ini yang pertama kali.

Kuah opor dengan cita rasa gurih yang hanya menggunakan santan sedikit saat disantap terasa manis yang berasal dari gula dan ketumbar yang dibakar kemudian dicocol dengan saus kacang yang nikmat.

Kami sendiri habis dua piring. Sudah tidak bisa ditambah lagi karena kegiatan kami bukan untuk berwisata sebenarnya. Ya, ini benar-benar nikmat. Terutama pengalamannya.

...

Tentu saja kuliner Blora masih banyak lagi, namun kami hanya bicara sesuai pengalaman saja. Itu artinya yang kami rasakan itu yang kami bawa ke blog ini.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Loko Wisata Cepu ini, Rabu (15/8), rombongan peserta IGF juga disambut dengan seni budaya bernama Tayuban. Postingan berikutnya, kami akan sedikit membahas Tayuban yang berasal dari kata Tayub.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

6 Alat Untuk Media Sosial

📝 Hari Blogger Nasional 2026: Merawat Rumah, Menjaga Ingatan

💻 Mengenal ASUS OMNI: Asisten Cerdas Offline dan Alasan di Balik Lahirnya Era AI PC

🎭 Karnaval Nostalgia Dugderan: Saat Tradisi Lokal Ikut Meriahkan Panggung MTQ Nasional di Kota Semarang