Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Perbedaan Sate Ayam Blora dengan Sate Lainnya, Ada Kuah Opornya!


Ciri khas Sate Blora ini tentu menjadi kekayaan kuliner tersendiri bagi bangsa Indonesia. Apakah kami saja yang baru pertama kali mengetahui bahwa Sate ayam di Blora disajikan dengan kuah opor?

Ini adalah pengalaman berharga kami di luar Semarang saat berkunjung ke Kabupaten Blora dalam lanjutan perjalanan kami mengikuti rombongan peserta International Gamelan Festival 2018 (IGF).

Sebuah acara penyambutan dengan sajian ala pesta rakyat dipersembahkan pemerintah setempat. Salah satu kuliner yang disajikan adalah Sate Ayam Blora.

Pake kuah

Jika selama ini kamu menikmati sate ayam dengan bumbu biasanya seperti kami, maka selamat, kamu termasuk orang yang baru tahu seperti kami.


Sate ayam Blora disajikan dengan cara yang berbeda dari sate kebanyakan. Daging ayam pada sate sebelum dibakar rupanya sudah dibumbui dengan bawang putih, gula merah dan ketumbar.

Bumbu kacangnya mirip bumbu gado-gado yang biasa kami lihat. Cara menikmatinya bisa bersama nasi atau lontong yang kemudian ditaburin bawang goreng.

Yang spesial sebelum disajikan kepada kami sebelum disantap adalah siraman kuah opor pada hidangan. Wah, kami benar-benar terkesima karena ini yang pertama kali.

Kuah opor dengan cita rasa gurih yang hanya menggunakan santan sedikit saat disantap terasa manis yang berasal dari gula dan ketumbar yang dibakar kemudian dicocol dengan saus kacang yang nikmat.

Kami sendiri habis dua piring. Sudah tidak bisa ditambah lagi karena kegiatan kami bukan untuk berwisata sebenarnya. Ya, ini benar-benar nikmat. Terutama pengalamannya.

...

Tentu saja kuliner Blora masih banyak lagi, namun kami hanya bicara sesuai pengalaman saja. Itu artinya yang kami rasakan itu yang kami bawa ke blog ini.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Loko Wisata Cepu ini, Rabu (15/8), rombongan peserta IGF juga disambut dengan seni budaya bernama Tayuban. Postingan berikutnya, kami akan sedikit membahas Tayuban yang berasal dari kata Tayub.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📱 PlayFix Android & Laptop Service Semarang: Mampukah Bertahan di "Lahan Panas" Jalan Kartini?

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026