Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Semarang Melawan Corona
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Sejarah akan mencatat bagaimana dampak virus Corona atau COVID-19 atau Pneumonia Coronavirus Disease 2019 sangat berdampak pada banyak negara, termasuk Indonesia. Semarang sebagai salah satu kota besar juga tidak ingin tinggal diam. Bagaimana kota ini melawan Corona?
Pagi ini, semua tampak normal. Tak ada rasa khawatir seperti yang terjadi di media sosial. Roda sepeda yang kami kayuh sangat lancar dengan kondisi cuaca yang cerah.
Kami melintasi pemilik bengkel 24 jam yang ada di jalan sedang tertidur lelap di sofa yang terlihat empuk baginya. Lalu lintas yang sudah ramai lalu lalang.
Orang-orang yang bersemangat bersepeda seperti kami tanpa masker diwajah. Ibu-ibu dan perempuan muda yang tetap berbelanja di tukang sayur dan petugas kebersihan yang sudah rajin menyapu jalan.
Pemandangan yang normal seperti sebelum berita Corona menyebar ini rasanya terlalu aneh bila melihat media sosial yang membuat rasa khawatir jadi berlebihan. Apakah ini karena Semarang mendapatkan kota wisata terbersih atau memang kesadaran masyarakat yang tinggi?
Situs siagacorona.semarangkota.go.id
Roda ban sepeda kami mengarah ke jembatan Citarum. Kami pikir tidak akan menemukan himbauan atau informasi tentang Corona yang dilakukan Pemerintah Kota.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Syukurlah pikiran itu berhenti ketika melintas sebelum jembatan. Baliho besar dengan wajah Mas Hendi, Wali Kota Semarang yang dibuat konsep komik, terlihat dengan warna merah mendominasi. Tulisannya mudah dibaca 'Kenali & Cegah Virus Corona COVID-19'.
Saat melihat informasi dikemas di dalam baliho, mata kami tertuju pada situs siagacorona.semarangkota.go,id. Kami sudah mengeceknya dan berfungsi dengan baik semua info yang dibuat sesederhana tersebut.
Mulai dari telepon darurat, info seputar COVID-19, data ODP & PDP, jadwal penyemprotan Disinfektan, hingga rujukan pasien. Dan masih banyak lagi.
Bahkan situs siagacorona Pemkot Semarang sudah terhubung dengan situs pusat (covid19.go.id) dan Jawa Tengah (corona.jatengprov.go.id).
Penyemprotan Disinfektan Massal
Pemerintah Kota Semarang lewat Dinas Kesehatan juga tidak tinggal diam dengan apa yang terjadi. Kami baru mengetahui bahwa Dinkes Kota Semarang melakukan penyemprotan Disinfektan Massal.
Bahkan di dalam situs siagacorona ditaruh jadwal penyemprotan. Beberapa penyelenggaranya diantaranya selain Dinkes adalah Relawan, TNI, Dinas Pertanian, Pramuka, BPBD. Kota Lama bahkan berada diurutan pertama yang dilakukan penyemprotan pada tanggal 15 Maret 2020.
#bergerakbersamalawancorona
Bila baliho yang kami lihat merupakan salah satu cara Semarang melawan Corona lewat offline, termasuk penyemprotan, maka tagar #bergerakbersamalawancorona adalah cara melawan lewat online, maksud kami media sosial.
Kampanye yang dilakukan dengan tagar ini memang kebanyakan didengungkan akun pemerintahan, tapi kami tetap berharap perlawanan ini dapat menyentuh pengguna media sosial lainnya.
Tantangan terbesarnya adalah bagaimana meluruskan berita-berita hoax. Mas Hendi, sebagai salah satu influencer besar di Kota Semaran (karena beliau juga Wali Kota) mau tidak mau terus bekerja keras memberi edukasi lewat media sosial pribadinya.
Tidak mudah, tapi kami yakin bisa melewatinya
Akhirnya roda sepeda kami mulai berjalan pelan karena sudah dekat rumah. Tubuh kami berkeringat dan ini merupakan bagian dari cara kami mencoba tetap tangguh saat melawan Corona. Olahraga, makan-makanan yang sehat adalah bagian penting saat ini untuk tetap kebal (imun) saat ini.
Dengan ini juga berarti tulisan di halaman ini berakhir. Memang tidak mudah melawan Corona, tapi kami yakin upaya Pemerintah seperti yang ada di atas, masyarakat, dan semua pihak akan mampu melewati ini semua.
Benar-benar harus bekerja keras dan saling bahu membahu bekerja sama, terutama mengedukasi masyarakat lebih luas lagi.
*Tentu masih banyak upaya yang terus dilakukan, kami hanya membawa sedikit saja yang kami lihat di jalan.
Semoga Corona segera berakhir, tentunya dengan kesadaran masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah serta menjaga kesehatan tubuh dengan memperbanyak makan buah dan sayur.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Masih ingat dengan tulisan kami yang mengulas soal bonus Google AI Plus selama 6 bulan dari XL Axiata ? Promo itu didapat setelah kami membeli paket FlexMax 7GB 28 hari seharga 25 ribu rupiah pada bulan Juli kemarin. Nah, ada kejadian unik di bulan Oktober ini. Pas kami memutuskan untuk tidak mengaktifkan paket internet seluler XL, fitur Google AI Plus-nya malah ikut-ikutan nonaktif 😆 Kami tentu tak menduganya dan ini menjadi pengalaman menarik yang ingin kami bagikan di blog. Kan siapa tahu ada pembaca yang mengalami nasib serupa. Alasan kami tidak mengaktifkan paket internet apa pun dari XL Axiata kali ini sebenarnya sederhana: karena harga yang ditawarkan sering berubah-ubah. Sebelumnya, kami sempat mendapat harga yang pas di kantong. Namun, pada bulan berikutnya harga sudah berganti, dan bukannya konsisten, malah cenderung naik. Dari situlah, kami mencoba rehat sejenak dari langganan data. Tak disangka, ada "kejutan" kecil di balik keputusan kecil tersebut. Realita Ekosi...
Keramaian di lini masa media sosial seperti Threads dan X pada 27 Oktober kemarin menarik perhatian kami. Di antara deretan unggahan peringatan Hari Blogger Nasional , perbincangan tentang tiket bioskop seharga Rp25.000 bergulir begitu masif. Awalnya kami mengira ini sekadar aksi promo berkala dari penyedia layanan e-wallet atau aplikasi ticketing . Namun ketika mengetahui bahwa promo bertajuk Cinema Day ini diusung serentak oleh Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), kami menyadari ada strategi pemasaran menarik yang sedang dimainkan di industri hiburan layar lebar tanah air. Bukan Sekadar Diskon, Ini Soal "Aksi Kolektif" Selama ini, kita terbiasa melihat promo bioskop yang berjalan sendiri-sendiri. Cinepolis punya Tuesday Special , XXI bekerja sama dengan bank tertentu, atau CGV dengan membership card -nya. Strategi individual ini memang efektif menjaga loyalitas basis pengguna masing-masing, tetapi dampaknya terhadap kebiasaan pasar secara luas cenderung t...
Menutup bulan Oktober, perhelatan GIIAS 2026 rupanya masih bergulir. Usai menyapa Kota Semarang beberapa waktu lalu, rangkaian roadshow pameran otomotif berskala nasional ini melanjutkan perjalanannya hingga singgah di Kota Makassar. Informasi tersebut kami ketahui dari rilis pers yang rutin mendarat di kotak masuk surel kami. Dari sekian banyak catatan yang dibagikan, ada satu hal menarik yang menggelitik untuk diulas di blog menjelang akhir bulan ini: statistik jumlah pengunjung GIIAS Semarang yang ternyata masih betah bertahan di bawah angka 30 ribu. Jika ditarik sedikit ke belakang, pada penyelenggaraan tahun 2024 silam, total kunjungannya sempat menyentuh angka 30.070 orang. Namun, capaian tahun 2026 ini justru mengulang pola tahun sebelumnya. Rasanya seperti mengalami deja vu, di mana angkanya kembali tertahan di kisaran 28 ribuan. Konsisten di Angka 28 Ribuan Berdasarkan data resmi penyelenggara, GIIAS Semarang mencatatkan angka kunjungan sebanyak 28.876 orang selama lima hari p...
Semoga Corona segera berakhir, tentunya dengan kesadaran masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah serta menjaga kesehatan tubuh dengan memperbanyak makan buah dan sayur.
ReplyDelete