Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Tenripada, Film Kedua yang Tidak Tayang di Bioskop Semarang Tahun 2020


Jumlah film Indonesia yang tayang terbatas di bioskop Semarang tahun ini melonjak lebih cepat ketimbang tahun 2019. Hingga bulan Maret, sudah ada 2 film yang tidak tayang. Untuk diketahui, tahun lalu baru satu film yang tidak tayang di bulan Maret.

Setelah film Kajeng Kliwon yang menjadi film pertama yang tidak tayang di Semarang, kini giliran film Tenripada yang menyusul sebulan berikutnya.

Film berdurasi 83 menit ini dirilis tanggal 12 Maret bersamaan film Mariposa dan Buku Harianku. Pekan kedua bulan Maret ini menjadi panggung buat film Mariposa yang banyak mendapatkan layar bioskop.

Film karya Anak Makassar
Dua tahun terakhir kami membicarakan film yang tidak tayang di bioskop Semarang pasti arahnya ke Makassar. Sineas di sana geliatnya luar biasa. Kami sangat mengapresiasi dan berharap itu juga terjadi diberbagai kota di tanah air.

Film karya anak  Makassar masih menjadi momok untuk ditayangkan di bioskop Semarang. Termasuk tahun 2020 ini. Semoga tahun ini ada satu film dari Makassar yang ditayangkan di Semarang, bahkan seluruh bioskop di Indonesia.

Kisah cinta yang berakhir tragis

Mengutip situs makassar.terkini.id, film yang disutradarai Rere Art2tonic ini mengangkat kisah cinta yang sangat romantis namun berakhir sangat tragis.

Film ini juga bagian dari kerjasama Paramedia Indonesia dengan Fakultas Teknik Industri, Universitas Muslim Indonesia (FTI  UMI) Makassar.

Lagi-lagi isu yang dibawa film dari Makassar masih seputar Silariang atau kawin lari yang dianggap melanggar adat menurut masyarakat.

Dua karakter dalam film ini, Syamsir dan Melati bersiap menjalin hubungan yang lebih serius, yaitu tunangan. Namun pada hari penting tersebut, Melati pergi dengan laki-laki lain. Dan hal inilah yang dianggap Silariang.

Silariang merupakan hal yang memalukan bagi keluarganya dan juga bagi keluarga calon tunangan. Ada 2 hal untuk menyikapi Silariang. Dalam kutipan yang ada di video trailer, caranya dengan dibuang dari keluarga atau cara yang kedua, dibunuh.

Artikel terkait :

Comments