Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Menjelajah Hutan Mangrove Pandansari Brebes
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Kami tak punya gambaran ketika diajak ke Desa Wisata Mangrove Pandansari. Mendengar Mangrove, yang kami ingat adalah hutan bakau. Di Semarang malah ada juga. Lalu, apa istimewanya tempat ini yang kami kunjungi dalam rangka kegiatan promosi yang dilakukan Disporapar Jateng.
Setelah mengunjungi Pabrik Gula Jatibarang, Sabtu menjelang siang (14/12/2019), bus yang kami tumpangi langsung meluncur Desa Kaliwlingi yang masih satu daerah di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Yang menarik dalam perjalanan adalah aktivitas masyarakat yang berkecimpung sebagai petani garam hingga nelayan. Tampak ramai hingga tanpa sadar lokasi yang dituju sudah sampai. Sebelum ke lokasi utama, kami menikmati makan siang dulu di Joglo Mangrove.
Kami disambut Pokdarwis dan sekaligus berkenalan dan mengutarakan niat kunjungan yang merupakan bagian dari kegiatan promosi. Kami senang dengan keramahan mereka. Bahkan kami diberikan suguhan pertunjukkan tarian yang dibawakan anak muda sekitar. Ini luar biasa.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Lokasi utama yang ingin dituju akhirnya sudah berada di depan mata. Bus kami harus berhenti di parkiran yang sudah tersedia. Hutan Mangrove Pandansari sendiri dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Mangrove Pandansari (Dewi Mangrove Sari) dengan konsp pemberdayaan masyarakat dan anggotanya masyarakat sekitar.
Mereka melakukannya sudah seperti pekerja profesional yang mengelola sebuah tempat wisata. Dari sisi pakaian, tiketing, pengaturan arus pengunjung, layanan dan sebagainya.
Menggunakan perahu
Untuk menuju lokasi utama, kami harus berjalan kaki beberapa ratus meter. Banyak tambak yang menjadi pemandangan saat kaki kami terus melangkah.
Tempat wisata di sini juga sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Banyak pedagang yang membuka lapak dari sekedar menaruh meja hingga ada yang dibuatkan khusus untuk para pedagang.
Akhirnya kami sampai di dermaga kecil dengan banyak perahu yang disiapkan untuk kami. Kami tidak membayangkan akan menaiki perahu. Tapi untunglah ada pelampung sebagai pengaman diri bila terjadi sesuatu.
Karena tiap perahu dibatasin jumlahnya, rombongan kami yang kurang dari 20 orang, dibagi menjadi 2 perahu. Kurang dari 20 menit setelah perahu kami berjalan tiba di lokasi semacam pulau tersendiri dari tempat kami berjalan tadi.
Masyarakat sekitar yang berjualan
Dalam perjalanan, hutan mangrove menjadi pemandangan yang terlihat indah. Apakah karna ini pengalaman wisata yang jarang kami temukan di Jawa Tengah?
Bila sebelah kanan adalah mangrove, maka sebelah kiri kami sudah terbentang lautan luas yang tidak terlihat ujungnya. Orang-orang di dalam perahu tidak henti-hentinya mengabadikan lewat kamera dan sangat berisik karena terkesan.
Tidak bisa diselesaikan hanya beberapa jam
Perahu yang membawa kami sudah tiba di dermaga kedua. Pengelola lagi-lagi sudah mempersiapkan segalanya. Kami pikir akan langsung bertemu dengan tujuan utama kami, namun lagi-lagi kami harus berjalan beberapa puluh meter. Apakah ini yang disebut pulau pasir?
Sesaat setelah berjalan melewati jembatan, kami langsung disambut para pedagang yang sudah menempati tempatnya masing-masing. Benar-benar menggiurkan untuk tidak mencoba salah satu kuliner di sana.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Jembatan Asmara Brug
Hanya ada 3 tempat yang kami kunjungi di pulau yang separuhnya berisi hutan mangrove, yaitu jembatan yang dikenal dengan nama Asmara Brug, Taman ikan Glogod dan Menara Pandang.
Apakah ini menara yang dimaksud?
Ikan glogod
Sepertinya masih ada satu tempat lagi yang katanya dipenuhi hamparan daratan yang dikelilingi perairan lautan dan perairan bekas tambak. Semacam bibir pantai. Sayang waktunya tidak cukup untuk didatangi semua.
Kami hanya dibatasi beberapa jam saja, ini mengingat ada satu tempat lagi yang harus dikunjungi sesuai jadwal hari kedua yang sudah dibuat.
Salah satu kesan yang tidak mungkin kami lupakan adalah ikan Glodog. Kami baru tahu tentang ikan ini yang bisa hidup di darat (airnya menyusut). Mereka seperti binatang melata yang menggemaskan.
Harga tiket masuk wisata Mangrove Pandansari
Kami harap harganya tetap sama karena kami datang ke sini pada bulan Desember 2019. Untuk harga tiket masuk dibagi beberapa kategori seperti berikut :
Hari Senin - Sabtu
Dewasa - Rp. 20.000
Anak-anak - Rp. 10.000
Hari Minggu / libur
Dewasa - Rp. 25.000
Anak-anak - Rp. 10.000
Selain itu, di sini juga tersedia Banana boat dan Speed boat yang disewakan perorangnya seharga Rp. 30.000. Kalau kamu suka tantangan dan keseruan di atas air, permainan ini bisa dicoba.
Sebuah kiriman dibagikan oleh Dotsemarang (@dotsemarang) pada
Kamu yang menyukai alam pedesaan atau ingin berdarmawisata, atau sekedar traveling, bisa menginap di sini. Desa wisata Mangrove Pandansari memiliki banyak hal menarik untuk dilihat.
Pengelola bahkan menyediakan beberapa paket dari paket 1 hari hingga menginap 2 hari 1 malam. Harganya pun masih aman di kantong. Tersedia banyak homestay yang jadi alternatif untuk menginap.
Lain waktu kami akan menuliskan informasinya tentang paket mereka yang diberikan dalam bentuk brosur. Kami sendiri tidak menginap di sini karena tujuan kami hanya hutan wisata Mangrove.
Informasi
Kamu dapat mencari tahu lagi tentang Desa Wisata Mangrove Pandansari, termasuk hutan Mangrove dan pulau pasir di Instagram-nya yang bernama @dewimangrovesari. Sedangkan Twitter, bisa membuka akun @WMangrovesari.
Alamat sendiri berada di Pandansari, Kaliwlingi, Kec. Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dan nomor WhatsApp (tertera di brosur)
Fenomena ini sejatinya adalah strategi influencer marketing lapis kedua yang digerakkan oleh agensi. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar hanya untuk segelintir mega-influencer , mereka memilih menebar jala ke banyak akun kreator melalui sistem crowdsourcing . Syaratnya pun bervariasi, biasanya menyasar akun-akun dengan minimal followers di angka tertentu, misalnya 1.000 pengikut. Dengan mengerahkan puluhan hingga ratusan kreator secara serentak beberapa hari sebelum film rilis, terciptalah ilusi masif bahwa film tersebut sedang menjadi pusat perbincangan. Dari sudut pandang pemasaran, model ini memang sangat efektif mendongkrak awareness dalam waktu singkat. Begitu kami mencoba masuk ke dalamnya, kami biasanya ditarik ke dalam grup koordinasi—yang belakangan kami sadari isinya bukan cuma soal film, tapi juga berbagai penawaran kampanye lain dengan pola serupa. Dari pengalaman pribadi kemarin, perjalanannya ternyata cukup menguras energi hingga akhirnya kami memilih mundur karen...
Niat awalnya sebenarnya cuma mau mengecek info operasional terkait penutupan sementara area Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang pertengahan Juli kemarin. Tapi saat tiba di lokasi, perhatian kami justru teralih pada hal lain yang selama ini terlewatkan: keberadaan akses Wi-Fi gratis milik Pemkot Semarang. Minggu pagi (19/7), usai melipir sejenak menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Simpang Lima, setang sepeda langsung kami arahkan menuju kawasan GOR Tri Lomba Juang. Begitu sampai dan merogoh gawai untuk memastikan kabar penutupan kawasan tersebut, kami baru menyadari smartphone sudah otomatis terhubung ke jaringan internet nirkabel. Jaringannya tampaknya terintegrasi dengan akses Wi-Fi publik di Simpang Lima, sehingga gawai yang pernah terkoneksi akan langsung masuk tanpa perlu repot melakukan login ulang. Spot Duduk yang Nyaman dan Teduh Sambil bersiap mengetes kualitas koneksinya, kami mengamati suasana sekitar selasar. Terlihat beberapa pengunjung sedang asyik duduk santai...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Festival Kota Lama (FKL) Semarang resmi menginjak usianya yang ke-15 tahun pada penyelenggaraannya tahun ini. Digelar lebih panjang hingga 17 hari (4–20 September 2026) demi menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional, hajatan budaya ini kembali menyedot perhatian publik sejak malam pembukaannya yang megah. Namun, di balik kemilau panggung utama dan ramainya Pasar Malam Sentiling yang berkolaborasi dengan pasar malam tradisional, ada kontras menarik yang luput dari pandangan mata. Siapa pun yang mampir ke kawasan heritage sejak pagi menjelang siang hari—jauh sebelum gerbang area utama dibuka atau car free night dimulai—mendapati suasana yang berjalan normal seperti hari biasa. Kawasan tampak "hampa atribut" karena aturan ketat konservasi sejarah, ditambah kontras telak gema branding-nya yang seolah tenggelam di bawah bayang-bayang gegap gempita MTQ Nasional. Bagaimana rupa festival di usianya yang ke-15 ini jika diamati dari dinamika kunjungan harian di luar jam operasional ut...
Comments
Post a Comment