Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Bukan Social Distancing, Tapi Physical Distancing Sekarang


Semenjak wabah Corona bermunculan di beberapa negara, istilah social distancing sangat sering kami dengar. Bahkan sudah menjadi tagar di mana-mana yang digunakan di media sosial. Namun istilah tersebut, sebaiknya diganti. WHO sudah menganjurkan untuk menggantinya menjadi physical distancing.

Apa arti Physical distancing ? Mengutip situs wartaekonomi, physical distancing adalah melakukan jaga jarak fisik antar manusia, sehingga yang dihindari bukan hanya kerumunan.

Dalam laman resmi Organisasi Kesehatan Manusia (WHO) tertulis: "Tindakan jaga jarak fisik (physical distancing), seperti membatalkan acara olahraga, konser dan pertemuan besar lainnya sehingga dapat membantu memperlambat penularan virus."

Sejak Jumat kemarin (20/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengganti frasa social distancing menjadi physical distancing.

Ini karena physical distancing lebih menekankan pada jarak fisik, bukan jarak sosial. Orang-orang masih harus tetap terhubung. Dengan membatasi jarak, diharapkan dapat mencegah virus Corona menyebar lebih banyak. Masyarakat diharapkan untuk menjaga jarak sekitar 2 meter dengan orang lain.


Manusia adalah makhluk sosial, tidak mungkin mengisolasi hubungan sosial. Apalagi di era teknologi sekarang. Itu artinya berhubungan sosial tidak bisa dilarang. Hanya saja untuk menjaga jarak fisik. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?