Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Kapal Goyang Kapten
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Kapal Goyang Kapten rilis 5 September 2019. Sejumlah pemain sebagian besar datang dari komika. Sudah ketebak dong, arah genre film ini kemana? Ya, komedi. Dibalut cerita yang unik, seperti apa film yang berdurasi 110 menit ini?
Maluku jadi latar belakang cerita film yang dimulai dengan kedatangan sejumlah wisatawan lokal. Mereka disambut Babe Cabita yang berperan sebagai Gomgom yang berakting sebagai pemandu wisata. Perannya banyak sekali di sini yang memang ia bekerja sendiri.
Gelak tawa sudah muncul di sini yang kemudian terus bertambah setelah kedatangan pemain lain, seperti Arief Didu yang berperan sebagai dokter dan suami dari Asri Welas yang berperan sebagai Tante Puspa. Plus Romaria Simbolon yang mengerjain Gomgom yang berperan sebagai kara, anak dari Dokter Burhan dan Tante Puspa.
Pemain film
Wajah-wajah cantik juga menghiasi film dengan segmen penonton remaja ini. Ada Yuki Kato yang berperan sebagai Tiara. Lalu, ada Naomi Papilaya sebagai Salma dan Andi Anisa sebagai Noni.
Saat roadshow di Semarang
Dari para Komika sendiri selain Babe Cabita dan Arief Didu, ada nama-nama seperti Acho yang berperan sebagai Cakka, Yusril Fahriza sebagai Darto yang menjadi pasangan Salma, Ananta Rispo sebagai Agung dan Mamat Alkatiri sebagai Bertus.
Oh ya, ada Ge Pamungkas yang berperan sebagai Daniel. Kali ini perannya tidak banyak mengundang tawa. Ge lebih serius dan sedikit cengeng karena nasibnya menjadi anak orang kaya. Bahkan dalam cerita, ia diberikan bagian suasana pria yang jatuh cinta.
Pemain senior ada dua orang, Roy Marten sebagai Ayah Daniel dan Mathias Muchus yang berperan sebagai pak Sentot. Plus ditemani Ryma Gembala yang seharusnya kami masukkan dalam daftar pemain perempuan di sini.
Cerita film
Cerita dimulai dari kedatangan orang-orang yang ingin berlibur ke Maluku yang nantinya terjebak di sebuah pulau yang dianggap tak berpenghuni dan punya cerita horor.
Film Kapal Goyang Kapten rilis 5 September 2019. Film berdurasi 110 menit ini bergenre drama komedi dengan kategori penonton 13+. Di Semarang tayang di bioskop Paragon. #Kofindopic.twitter.com/Z0JQaxJnjY
Saat semua sedang berada di kapal, menikmati suasana, datang penjahat yang ingin mencuri benda-benda berharga para wisatawan lokal. Para pembajak sebenarnya memiliki rencana sempurna untuk segera pergi setelah menuntaskan pekerjaannya.
Hanya saja, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Malah para penjahat keikut arus dengan menjadi bagian dari wisatawan yang ditawan berada di pulau kosong.
Saat semua cemas karena memikirkan bagaimana mereka bisa pulang dan cara hidup di pulau, datang sosok yang awalnya dianggap penunggu pulau (baca hantu).
Semua cerita mendadak baik-baik saja setelah perjumpaan dengan si bapak yang telah lama menghuni pulau. Rupanya ia sudah terdampar lebih dari 10 tahun di pulau.
Berbagai cara coba dilakukan untuk dapat kembali pulang. Meski akhirnya pulang juga, banyak hal yang terjadi di pulau. Ya di sinilah cerita itu sesungguhnya di mulai. Pertemanan, kerja sama, hingga tumbuh rasa cinta.
Cerita sempat datar ketika datang konflik. Padahal suguhan tawa hampir dari awal sudah membuat kuping kami panas. Maklum, penonton di bangku atas benar-benar meluapkan ekspresinya.
Bicara horor, sugesti yang ditempatkan tentang pulau sudah menawarkan kepada penonton untuk berhenti tertawa. Sayangnya, ngebawa pemain Komika membuat runyam jadinya.
Adegan Babe yang menceritakan kesereman hutan dengan ciri-ciri makhluk yang malah akhirnya menceritakan dirinya sendiri adalah bagian yang kami suka.
Pesona Maluku
Meski tidak ditampilkan secara utuh layaknya film dokumentar, pesona lokasi syuting yang diambil dari Maluku, tepatnya di pulau Ambon dan di kepulauan Tual, sangat indah untuk dilewatkan.
Entah, apakah film ini bagian dari promosi tempat atau sekedar tambahan untuk membungkus cerita film yang ditulis oleh Muhadkly Acho & Awwe.
Trailer film
...
Film Kapal Goyang Kapten memiliki cerita yang ringan. Gelak tawa penonton saat kami ikut dalam rangkaian roadshow film memang sesuai dengan kehadiran para komika yang menjadi pembeda.
Selain menawarkan tawa dan cerita yang berbeda, film ini bisa jadi alternatif untuk bahan traveling, semisal kamu ingin liburan. Sudah menonton?
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Peringatan Hari Blogger Nasional tahun 2026 ini genap memasuki usianya yang ke-19 tahun. Momentum yang datang bersamaan dengan riuhnya bising dunia digital yang rasanya makin tak karuan. Di luar sana, orang-orang media sedang sibuk mengeluhkan fenomena homeless media —akun-akun agregator anonim yang tinggal comot sana-sini, memotong video, menempel berita tanpa keringat, tapi meraup cuan dari atensi instan. Informasi berseliweran begitu cepat, lalu lenyap ditelan algoritma esok paginya. Belum lagi cerita-cerita dari kawan-kawan sesama blogger yang belakangan blog pribadinya mendadak ditawar orang dengan angka belasan hingga puluhan juta rupiah. Buat sebagian orang, blog dilihat sekadar sebagai aset digital: diternak, dibesarkan metriknya, lalu dilepas demi uang tunai. Tapi buat para perawatnya, tawaran itu ditepis begitu saja. Seperti kata kawan kami, Ditya Pandu dari Tuxlin Blog, saat menolak meminang blog pribadinya: “Ini bukan soal aset digital, tapi sebuah catatan perjalanan pribad...
Masih ingat dengan tulisan kami yang mengulas soal bonus Google AI Plus selama 6 bulan dari XL Axiata ? Promo itu didapat setelah kami membeli paket FlexMax 7GB 28 hari seharga 25 ribu rupiah pada bulan Juli kemarin. Nah, ada kejadian unik di bulan Oktober ini. Pas kami memutuskan untuk tidak mengaktifkan paket internet seluler XL, fitur Google AI Plus-nya malah ikut-ikutan nonaktif 😆 Kami tentu tak menduganya dan ini menjadi pengalaman menarik yang ingin kami bagikan di blog. Kan siapa tahu ada pembaca yang mengalami nasib serupa. Alasan kami tidak mengaktifkan paket internet apa pun dari XL Axiata kali ini sebenarnya sederhana: karena harga yang ditawarkan sering berubah-ubah. Sebelumnya, kami sempat mendapat harga yang pas di kantong. Namun, pada bulan berikutnya harga sudah berganti, dan bukannya konsisten, malah cenderung naik. Dari situlah, kami mencoba rehat sejenak dari langganan data. Tak disangka, ada "kejutan" kecil di balik keputusan kecil tersebut. Realita Ekosi...
Akhirnya kami merilis tulisan ini di blog meski agendanya sendiri sudah lewat beberapa waktu. Kami memang sempat hadir langsung menikmati kemeriahannya di lapangan. Namun, tentu saja seperti biasa, kehadiran kami ini murni atas inisiatif pribadi untuk memantau dinamika kota, bukan karena undangan resmi apalagi bagian dari kerja sama dengan penyelenggara MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Ketika Kota Semarang didaulat menjadi tuan rumah perhelatan MTQ Nasional XXXI, gaungnya memang tidak hanya berhenti pada arena utama atau lomba tilawah di dalam gedung. Ada denyut kemeriahan yang sengaja dihidupkan ke ruang-ruang publik, salah satunya lewat kehadiran Karnaval Nostalgia Dugderan yang digelar pada Jumat, 18 September 2026 lalu. Menariknya, kehadiran karnaval ini sempat memantik tanya di kalangan pengamat jalanan. Pasalnya, belum lama berselang, warga Semarang sudah disuguhi kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ. Praktis, dalam hitungan satu bulan yang sama, ada dua arak-arakan budaya besar yang...
Comments
Post a Comment