Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Kapal Goyang Kapten
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Kapal Goyang Kapten rilis 5 September 2019. Sejumlah pemain sebagian besar datang dari komika. Sudah ketebak dong, arah genre film ini kemana? Ya, komedi. Dibalut cerita yang unik, seperti apa film yang berdurasi 110 menit ini?
Maluku jadi latar belakang cerita film yang dimulai dengan kedatangan sejumlah wisatawan lokal. Mereka disambut Babe Cabita yang berperan sebagai Gomgom yang berakting sebagai pemandu wisata. Perannya banyak sekali di sini yang memang ia bekerja sendiri.
Gelak tawa sudah muncul di sini yang kemudian terus bertambah setelah kedatangan pemain lain, seperti Arief Didu yang berperan sebagai dokter dan suami dari Asri Welas yang berperan sebagai Tante Puspa. Plus Romaria Simbolon yang mengerjain Gomgom yang berperan sebagai kara, anak dari Dokter Burhan dan Tante Puspa.
Pemain film
Wajah-wajah cantik juga menghiasi film dengan segmen penonton remaja ini. Ada Yuki Kato yang berperan sebagai Tiara. Lalu, ada Naomi Papilaya sebagai Salma dan Andi Anisa sebagai Noni.
Saat roadshow di Semarang
Dari para Komika sendiri selain Babe Cabita dan Arief Didu, ada nama-nama seperti Acho yang berperan sebagai Cakka, Yusril Fahriza sebagai Darto yang menjadi pasangan Salma, Ananta Rispo sebagai Agung dan Mamat Alkatiri sebagai Bertus.
Oh ya, ada Ge Pamungkas yang berperan sebagai Daniel. Kali ini perannya tidak banyak mengundang tawa. Ge lebih serius dan sedikit cengeng karena nasibnya menjadi anak orang kaya. Bahkan dalam cerita, ia diberikan bagian suasana pria yang jatuh cinta.
Pemain senior ada dua orang, Roy Marten sebagai Ayah Daniel dan Mathias Muchus yang berperan sebagai pak Sentot. Plus ditemani Ryma Gembala yang seharusnya kami masukkan dalam daftar pemain perempuan di sini.
Cerita film
Cerita dimulai dari kedatangan orang-orang yang ingin berlibur ke Maluku yang nantinya terjebak di sebuah pulau yang dianggap tak berpenghuni dan punya cerita horor.
Film Kapal Goyang Kapten rilis 5 September 2019. Film berdurasi 110 menit ini bergenre drama komedi dengan kategori penonton 13+. Di Semarang tayang di bioskop Paragon. #Kofindopic.twitter.com/Z0JQaxJnjY
Saat semua sedang berada di kapal, menikmati suasana, datang penjahat yang ingin mencuri benda-benda berharga para wisatawan lokal. Para pembajak sebenarnya memiliki rencana sempurna untuk segera pergi setelah menuntaskan pekerjaannya.
Hanya saja, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Malah para penjahat keikut arus dengan menjadi bagian dari wisatawan yang ditawan berada di pulau kosong.
Saat semua cemas karena memikirkan bagaimana mereka bisa pulang dan cara hidup di pulau, datang sosok yang awalnya dianggap penunggu pulau (baca hantu).
Semua cerita mendadak baik-baik saja setelah perjumpaan dengan si bapak yang telah lama menghuni pulau. Rupanya ia sudah terdampar lebih dari 10 tahun di pulau.
Berbagai cara coba dilakukan untuk dapat kembali pulang. Meski akhirnya pulang juga, banyak hal yang terjadi di pulau. Ya di sinilah cerita itu sesungguhnya di mulai. Pertemanan, kerja sama, hingga tumbuh rasa cinta.
Cerita sempat datar ketika datang konflik. Padahal suguhan tawa hampir dari awal sudah membuat kuping kami panas. Maklum, penonton di bangku atas benar-benar meluapkan ekspresinya.
Bicara horor, sugesti yang ditempatkan tentang pulau sudah menawarkan kepada penonton untuk berhenti tertawa. Sayangnya, ngebawa pemain Komika membuat runyam jadinya.
Adegan Babe yang menceritakan kesereman hutan dengan ciri-ciri makhluk yang malah akhirnya menceritakan dirinya sendiri adalah bagian yang kami suka.
Pesona Maluku
Meski tidak ditampilkan secara utuh layaknya film dokumentar, pesona lokasi syuting yang diambil dari Maluku, tepatnya di pulau Ambon dan di kepulauan Tual, sangat indah untuk dilewatkan.
Entah, apakah film ini bagian dari promosi tempat atau sekedar tambahan untuk membungkus cerita film yang ditulis oleh Muhadkly Acho & Awwe.
Trailer film
...
Film Kapal Goyang Kapten memiliki cerita yang ringan. Gelak tawa penonton saat kami ikut dalam rangkaian roadshow film memang sesuai dengan kehadiran para komika yang menjadi pembeda.
Selain menawarkan tawa dan cerita yang berbeda, film ini bisa jadi alternatif untuk bahan traveling, semisal kamu ingin liburan. Sudah menonton?
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment