Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Kapal Goyang Kapten
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Kapal Goyang Kapten rilis 5 September 2019. Sejumlah pemain sebagian besar datang dari komika. Sudah ketebak dong, arah genre film ini kemana? Ya, komedi. Dibalut cerita yang unik, seperti apa film yang berdurasi 110 menit ini?
Maluku jadi latar belakang cerita film yang dimulai dengan kedatangan sejumlah wisatawan lokal. Mereka disambut Babe Cabita yang berperan sebagai Gomgom yang berakting sebagai pemandu wisata. Perannya banyak sekali di sini yang memang ia bekerja sendiri.
Gelak tawa sudah muncul di sini yang kemudian terus bertambah setelah kedatangan pemain lain, seperti Arief Didu yang berperan sebagai dokter dan suami dari Asri Welas yang berperan sebagai Tante Puspa. Plus Romaria Simbolon yang mengerjain Gomgom yang berperan sebagai kara, anak dari Dokter Burhan dan Tante Puspa.
Pemain film
Wajah-wajah cantik juga menghiasi film dengan segmen penonton remaja ini. Ada Yuki Kato yang berperan sebagai Tiara. Lalu, ada Naomi Papilaya sebagai Salma dan Andi Anisa sebagai Noni.
Saat roadshow di Semarang
Dari para Komika sendiri selain Babe Cabita dan Arief Didu, ada nama-nama seperti Acho yang berperan sebagai Cakka, Yusril Fahriza sebagai Darto yang menjadi pasangan Salma, Ananta Rispo sebagai Agung dan Mamat Alkatiri sebagai Bertus.
Oh ya, ada Ge Pamungkas yang berperan sebagai Daniel. Kali ini perannya tidak banyak mengundang tawa. Ge lebih serius dan sedikit cengeng karena nasibnya menjadi anak orang kaya. Bahkan dalam cerita, ia diberikan bagian suasana pria yang jatuh cinta.
Pemain senior ada dua orang, Roy Marten sebagai Ayah Daniel dan Mathias Muchus yang berperan sebagai pak Sentot. Plus ditemani Ryma Gembala yang seharusnya kami masukkan dalam daftar pemain perempuan di sini.
Cerita film
Cerita dimulai dari kedatangan orang-orang yang ingin berlibur ke Maluku yang nantinya terjebak di sebuah pulau yang dianggap tak berpenghuni dan punya cerita horor.
Film Kapal Goyang Kapten rilis 5 September 2019. Film berdurasi 110 menit ini bergenre drama komedi dengan kategori penonton 13+. Di Semarang tayang di bioskop Paragon. #Kofindopic.twitter.com/Z0JQaxJnjY
Saat semua sedang berada di kapal, menikmati suasana, datang penjahat yang ingin mencuri benda-benda berharga para wisatawan lokal. Para pembajak sebenarnya memiliki rencana sempurna untuk segera pergi setelah menuntaskan pekerjaannya.
Hanya saja, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Malah para penjahat keikut arus dengan menjadi bagian dari wisatawan yang ditawan berada di pulau kosong.
Saat semua cemas karena memikirkan bagaimana mereka bisa pulang dan cara hidup di pulau, datang sosok yang awalnya dianggap penunggu pulau (baca hantu).
Semua cerita mendadak baik-baik saja setelah perjumpaan dengan si bapak yang telah lama menghuni pulau. Rupanya ia sudah terdampar lebih dari 10 tahun di pulau.
Berbagai cara coba dilakukan untuk dapat kembali pulang. Meski akhirnya pulang juga, banyak hal yang terjadi di pulau. Ya di sinilah cerita itu sesungguhnya di mulai. Pertemanan, kerja sama, hingga tumbuh rasa cinta.
Cerita sempat datar ketika datang konflik. Padahal suguhan tawa hampir dari awal sudah membuat kuping kami panas. Maklum, penonton di bangku atas benar-benar meluapkan ekspresinya.
Bicara horor, sugesti yang ditempatkan tentang pulau sudah menawarkan kepada penonton untuk berhenti tertawa. Sayangnya, ngebawa pemain Komika membuat runyam jadinya.
Adegan Babe yang menceritakan kesereman hutan dengan ciri-ciri makhluk yang malah akhirnya menceritakan dirinya sendiri adalah bagian yang kami suka.
Pesona Maluku
Meski tidak ditampilkan secara utuh layaknya film dokumentar, pesona lokasi syuting yang diambil dari Maluku, tepatnya di pulau Ambon dan di kepulauan Tual, sangat indah untuk dilewatkan.
Entah, apakah film ini bagian dari promosi tempat atau sekedar tambahan untuk membungkus cerita film yang ditulis oleh Muhadkly Acho & Awwe.
Trailer film
...
Film Kapal Goyang Kapten memiliki cerita yang ringan. Gelak tawa penonton saat kami ikut dalam rangkaian roadshow film memang sesuai dengan kehadiran para komika yang menjadi pembeda.
Selain menawarkan tawa dan cerita yang berbeda, film ini bisa jadi alternatif untuk bahan traveling, semisal kamu ingin liburan. Sudah menonton?
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Semarang di awal tahun 2026 ini masih menyimpan kejutan yang sama. Di tengah perubahan wajah kota yang semakin modern dan harga kebutuhan yang terus merangkak naik, ada satu sudut di Jalan Gajah Raya yang seolah "menolak" untuk ikut-ikutan tren kenaikan harga. Pada Jumat pertama bulan Januari (9/1), sebelum menunaikan ibadah salat Jumat, kami menyempatkan diri mampir sejenak ke Menara Al-Husna . Menara yang menjadi ikon Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini memang perlu kami perbarui informasinya, mengingat postingan terakhir kami di blog ini sudah berumur empat tahun sejak 2022 lalu. Masih Konsisten dengan Harga Lama & Support QRIS Saat melangkah menuju loket, kami sejujurnya sudah menyiapkan diri jika ada penyesuaian tarif. Namun, kejutan manis menanti di balik kaca loket. Harganya ternyata tetap konsisten di angka Rp10.000 per orang . Menariknya lagi, bagi kami yang jarang membawa uang tunai, pengelola sudah menyediakan opsi pembayaran QRIS atau non-tunai . Jadi, tid...
Kami benar-benar tidak menyangka jika Nabila Maharani turut diundang untuk meramaikan acara. Usai seluruh rangkaian prosesi utama digelar, penampilannya hadir memberi warna tersendiri. Seperti apa sebenarnya suasana saat ia naik ke atas panggung peluncuran Jawa Tengah Calendar of Event (CoE) 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo pada 28 November 2025 lalu? Jujur saja, kami baru bisa mengeluarkan postingan ini setelah beberapa bulan berlalu. Entah kenapa prosesnya terasa begitu lama, hingga rasanya momen sakral dari acaranya sendiri sudah mulai memudar saat tulisan ini dibagikan. Namun, memori tentang penampilannya malam itu terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Menutup Rangkaian dengan Hangat Bagi kami, pilihan menghadirkan Nabila adalah langkah yang sangat pas. Suaranya yang lembut dan karakternya yang membumi seolah menyatu sempurna dengan interior kayu serta tata cahaya panggung Ki Narto Sabdo yang syahdu. Momen ini seketika mengingatkan kami pada sosok Fanny Soegi yang juga menjad...
Kami kembali mengulas tentang gelaran PON Bela Diri Kudus yang sebelumnya sempat kami singgung di halaman blog lainnya . Meski tidak hadir secara langsung di lokasi pertandingan, event perdana ini tetap memiliki daya tarik yang sangat kuat untuk diulik, terutama jika kita melihatnya dari kacamata sport tourism . Secara definisi, sport tourism adalah kegiatan wisata yang dikombinasikan dengan olahraga, baik sebagai peserta maupun penonton. Dalam konteks ini, PON Bela Diri Kudus berhasil memenuhi seluruh kriteria tersebut dengan sangat apik. Momentum untuk Kalender Pariwisata Jawa Tengah Melihat kesuksesannya, sudah seharusnya Disporapar Jawa Tengah memasukkan event dua tahunan ini ke dalam kalender resmi mereka agar gaungnya semakin masif di masa mendatang. Apalagi dengan kepastian bahwa tahun 2027 nanti Kudus akan kembali menjadi tuan rumah, kami tentu berharap bisa kembali bersinergi dalam promosi digitalnya. Lantas, mengapa PON Bela Diri ini layak masuk kategori sport tourism ...
Comments
Post a Comment