Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Kapal Goyang Kapten
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Kapal Goyang Kapten rilis 5 September 2019. Sejumlah pemain sebagian besar datang dari komika. Sudah ketebak dong, arah genre film ini kemana? Ya, komedi. Dibalut cerita yang unik, seperti apa film yang berdurasi 110 menit ini?
Maluku jadi latar belakang cerita film yang dimulai dengan kedatangan sejumlah wisatawan lokal. Mereka disambut Babe Cabita yang berperan sebagai Gomgom yang berakting sebagai pemandu wisata. Perannya banyak sekali di sini yang memang ia bekerja sendiri.
Gelak tawa sudah muncul di sini yang kemudian terus bertambah setelah kedatangan pemain lain, seperti Arief Didu yang berperan sebagai dokter dan suami dari Asri Welas yang berperan sebagai Tante Puspa. Plus Romaria Simbolon yang mengerjain Gomgom yang berperan sebagai kara, anak dari Dokter Burhan dan Tante Puspa.
Pemain film
Wajah-wajah cantik juga menghiasi film dengan segmen penonton remaja ini. Ada Yuki Kato yang berperan sebagai Tiara. Lalu, ada Naomi Papilaya sebagai Salma dan Andi Anisa sebagai Noni.
Saat roadshow di Semarang
Dari para Komika sendiri selain Babe Cabita dan Arief Didu, ada nama-nama seperti Acho yang berperan sebagai Cakka, Yusril Fahriza sebagai Darto yang menjadi pasangan Salma, Ananta Rispo sebagai Agung dan Mamat Alkatiri sebagai Bertus.
Oh ya, ada Ge Pamungkas yang berperan sebagai Daniel. Kali ini perannya tidak banyak mengundang tawa. Ge lebih serius dan sedikit cengeng karena nasibnya menjadi anak orang kaya. Bahkan dalam cerita, ia diberikan bagian suasana pria yang jatuh cinta.
Pemain senior ada dua orang, Roy Marten sebagai Ayah Daniel dan Mathias Muchus yang berperan sebagai pak Sentot. Plus ditemani Ryma Gembala yang seharusnya kami masukkan dalam daftar pemain perempuan di sini.
Cerita film
Cerita dimulai dari kedatangan orang-orang yang ingin berlibur ke Maluku yang nantinya terjebak di sebuah pulau yang dianggap tak berpenghuni dan punya cerita horor.
Film Kapal Goyang Kapten rilis 5 September 2019. Film berdurasi 110 menit ini bergenre drama komedi dengan kategori penonton 13+. Di Semarang tayang di bioskop Paragon. #Kofindopic.twitter.com/Z0JQaxJnjY
Saat semua sedang berada di kapal, menikmati suasana, datang penjahat yang ingin mencuri benda-benda berharga para wisatawan lokal. Para pembajak sebenarnya memiliki rencana sempurna untuk segera pergi setelah menuntaskan pekerjaannya.
Hanya saja, rencana tersebut tidak berjalan mulus. Malah para penjahat keikut arus dengan menjadi bagian dari wisatawan yang ditawan berada di pulau kosong.
Saat semua cemas karena memikirkan bagaimana mereka bisa pulang dan cara hidup di pulau, datang sosok yang awalnya dianggap penunggu pulau (baca hantu).
Semua cerita mendadak baik-baik saja setelah perjumpaan dengan si bapak yang telah lama menghuni pulau. Rupanya ia sudah terdampar lebih dari 10 tahun di pulau.
Berbagai cara coba dilakukan untuk dapat kembali pulang. Meski akhirnya pulang juga, banyak hal yang terjadi di pulau. Ya di sinilah cerita itu sesungguhnya di mulai. Pertemanan, kerja sama, hingga tumbuh rasa cinta.
Cerita sempat datar ketika datang konflik. Padahal suguhan tawa hampir dari awal sudah membuat kuping kami panas. Maklum, penonton di bangku atas benar-benar meluapkan ekspresinya.
Bicara horor, sugesti yang ditempatkan tentang pulau sudah menawarkan kepada penonton untuk berhenti tertawa. Sayangnya, ngebawa pemain Komika membuat runyam jadinya.
Adegan Babe yang menceritakan kesereman hutan dengan ciri-ciri makhluk yang malah akhirnya menceritakan dirinya sendiri adalah bagian yang kami suka.
Pesona Maluku
Meski tidak ditampilkan secara utuh layaknya film dokumentar, pesona lokasi syuting yang diambil dari Maluku, tepatnya di pulau Ambon dan di kepulauan Tual, sangat indah untuk dilewatkan.
Entah, apakah film ini bagian dari promosi tempat atau sekedar tambahan untuk membungkus cerita film yang ditulis oleh Muhadkly Acho & Awwe.
Trailer film
...
Film Kapal Goyang Kapten memiliki cerita yang ringan. Gelak tawa penonton saat kami ikut dalam rangkaian roadshow film memang sesuai dengan kehadiran para komika yang menjadi pembeda.
Selain menawarkan tawa dan cerita yang berbeda, film ini bisa jadi alternatif untuk bahan traveling, semisal kamu ingin liburan. Sudah menonton?
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment