Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Suara April dan Filmnya Sudah Tersedia di Youtube
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Suara April dirilis tanggal 15 Maret 2019 dengan durasi 1 jam 30 menit. Film yang tayang sangat terbatas ini diperuntukkan sebagai bagian dari kampanye Pemilu agar masyarakat hadir pada tanggal 17 April 2019. Jadi, film ini tidak masuk dalam daftar film seperti yang biasa kami buat.
Hari ini, Kamis (25/4/2019), tidak ada satu pun film Indonesia yang rilis yang biasa tiap kami. Kehadiran film Avengers: Endgame sangat-sangat mempengaruhi daftar film rilis dipekan terakhir bulan April.
Isu pendidikan hingga skeptis Pemilu
Berlatar sebuah desa, musik dangdut di sana dianggap lebih menarik ketimbang Pemilu. Menariknya, tiap diadakan hajatan Dangdut, masyarakat lebih mudah berkumpul dan di sana sebenarnya kampanye promosi yang bisa disusupi.
Diawal film, penonton langsung diberikan konflik tentang profesi guru yang dianggap kurang menarik dari Ayah si tokoh utama perempuan (guru). Maunya si Ayah, putrinya memilih karir musik Dangdut binaan sanggarnya ketimbang jadi guru.
Ayah yang diperankan Almarhum Torro Margens merupakan sosok berpengaruh di desa dan memiliki pertunjukkan Dangdut yang berpengalaman. Bahkan Kepala Desa sangat segan sama beliau.
Tidak menunggu lama, tokoh pria utama yang diperankan Bio One datang ke Desa si Guru yang diperankan Amanda Manopo untuk sosialisasi Pemilu.
Bisa dikatakan pemain pria ini adalah pahlawan yang harus melawan bagaimana caranya meluluhkan masyarakat di Desa yang didatangi untuk bisa ikut menyoblos pada hari Pemilu.
Saat isu pendidikan terus diangkat karena Yayasan sudah kehabisan duit untuk mempertahankan Sekolah, si Guru ikut berjuang bersama dengan si penyuluh.
Satu sisi bagaimana mempertahankan murid dan Sekolah agar tetap ada. Dan satu sisi lagi, menghadapi Si Ayah yang tidak ingi mendengar adanya Pemilu di Desa.
Isu Pileg
Desa yang sudah sangat tenang karena dijaga dari informasi tentang kampanye Pemilu dari luar, rupanya memiliki motif sendiri sebagai alasan mengapa itu dilarang di Desa
Salah satu penyanyi yang lahir dari Desa tersebut dan sukses, pergi ke Kota untuk menjadi artis dan kini mengikuti pemilihan. Semacam kacang lupa kulitnya.
Kaitannya sangat erat dengan si Ayah dari Guru yang mencoba berjuang. Masa lalu tersebut yang menjadi alasan damainya desa dan hanya suguhan Dangdut yang terus ramai.
Saat semua sedang berjuang agar dapat jalan memberikan sosialisasi, termasuk masuk ke Sekolah dan akhirnya ditentang, dua calon Legislatif saling beradu.
Saling mengklaim lebih baik, membuat suasana semakin kacau. Salah satu calon Legislatif diperankan Dewi Gita yang merupakan penyanyi terkenal di Desa yang sekarang tidak mau datang ke Desanya lagi.
Berakhir indah
Film ini bisa dikatakan film yang mengikuti alur skenario yang sudah diatur sedemikian rupa. Maksud kami itu seperti dari A lalu ke B, kemudian ke C dan selesai di Z. Sangat terstruktur. Hasilnya, memberi tontonan yang mudah dimengerti. Tapi juga mudah ditebak.
Si penyuluh KPU berhasil dengan tugasnya mensosialisasikan Pemilu kepada masyarakat. Si Guru juga berhasil mempertahankan Sekolah. Dan konflik si Ayah dengan penyanyi lamanya yang menjadi Caleg juga berakhir damai dari rasa salah dan dendam.
Film Suara April di Youtube
Bila kamu penasaran atau punya waktu luang, film Suara April tersedia di Youtube. Kami membawanya berikut ini. Kapan lagi ada film Indonesia yang dirilis secara resmi dan ditaruh di Youtube.
Selama ini, pemanfaatan AI seringkali diasosiasikan dengan hal-hal yang sifatnya kreatif atau hiburan semata. Namun, ASUS dengan lini bisnisnya mulai membuktikan narasi yang berbeda. AI kini bergeser menjadi instrumen utilitas murni untuk mendongkrak efisiensi operasional. Kami berkenalan dengan AI ExpertMeet saat bulan Juni kemarin di ajang media gathering yang diadakan ASUS di Kota Semarang. Kehadiran ASUS Indonesia di ibis Styles Semarang Simpang Lima kala itu membawa angin segar bagi ekosistem kreator lokal. Fitur AI ini satu paket dengan laptop seri komersial terbaru milik ASUS yang sudah mendukung teknologi AI, seperti: ASUS ExpertBook Ultra ASUS ExpertBook Seri P (seperti P5405CSA, P3, P1) ASUS ExpertBook Seri B (seperti B1403CVA, B9406CAA) Dalam presentasinya, AI ExpertMeet ini terbukti andal membantu mencatat, menerjemahkan, dan merangkum hasil rapat secara otomatis agar kerja menjadi lebih cepat dan efisien. Hebatnya lagi, fitur AI ini berjalan langsung menggunakan cip khusu...
Niat awalnya sebenarnya cuma mau mengecek info operasional terkait penutupan sementara area Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang pertengahan Juli kemarin. Tapi saat tiba di lokasi, perhatian kami justru teralih pada hal lain yang selama ini terlewatkan: keberadaan akses Wi-Fi gratis milik Pemkot Semarang. Minggu pagi (19/7), usai melipir sejenak menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Simpang Lima, setang sepeda langsung kami arahkan menuju kawasan GOR Tri Lomba Juang. Begitu sampai dan merogoh gawai untuk memastikan kabar penutupan kawasan tersebut, kami baru menyadari smartphone sudah otomatis terhubung ke jaringan internet nirkabel. Jaringannya tampaknya terintegrasi dengan akses Wi-Fi publik di Simpang Lima, sehingga gawai yang pernah terkoneksi akan langsung masuk tanpa perlu repot melakukan login ulang. Spot Duduk yang Nyaman dan Teduh Sambil bersiap mengetes kualitas koneksinya, kami mengamati suasana sekitar selasar. Terlihat beberapa pengunjung sedang asyik duduk santai...
Fenomena ini sejatinya adalah strategi influencer marketing lapis kedua yang digerakkan oleh agensi. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar hanya untuk segelintir mega-influencer , mereka memilih menebar jala ke banyak akun kreator melalui sistem crowdsourcing . Syaratnya pun bervariasi, biasanya menyasar akun-akun dengan minimal followers di angka tertentu, misalnya 1.000 pengikut. Dengan mengerahkan puluhan hingga ratusan kreator secara serentak beberapa hari sebelum film rilis, terciptalah ilusi masif bahwa film tersebut sedang menjadi pusat perbincangan. Dari sudut pandang pemasaran, model ini memang sangat efektif mendongkrak awareness dalam waktu singkat. Begitu kami mencoba masuk ke dalamnya, kami biasanya ditarik ke dalam grup koordinasi—yang belakangan kami sadari isinya bukan cuma soal film, tapi juga berbagai penawaran kampanye lain dengan pola serupa. Dari pengalaman pribadi kemarin, perjalanannya ternyata cukup menguras energi hingga akhirnya kami memilih mundur karen...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Comments
Post a Comment